fbpx

IPEMI Bekasi Timur Pelopori Bantuan untuk Warga Korban Banjir yang Belum Tersentuh

BEKASIMEDIA.COM – Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI) Cabang Bekasi Timur bersama Koperasi Mandiri Sejahtera Bekasi hari ini Senin (6/1/2020) melakukan kegiatan bakti sosial peduli korban bencana banjir di wilayah Perumahan Durenjaya, Blok B Jalan Candi Brahma II, Durenjaya, Bekasi Timur, Kota Bekasi.

IPEMI juga memberikan bantuan bagi warga yang bermukim di bantaran kali Jalan raya terusan Underpass, Bekasijaya, Bekasi Timur yang menjadi korban bencana banjir 4 meter dan belum tersentuh bantuan apapun dari pemerintah kota Bekasi kecuali dari IPEMA, ujar Pembinanya Hj. Bunda Laksmi Yantini saat terjun dan berdialog langsung dengan warga ke lokasi.

“Sangat terkesan dan terharu melihat kehidupan masyarakat kita sangat miskin hidup di bantaran kali dan mereka mengeluh pemerintah daerah belum pernah menyentuh bantuan bagi warga di sini,” ujar Laksmi kepada bekasimedia.com.

Kepada Laksmi mereka mengaku hanya diberi beras untuk 115 kepala keluarga saja, sedangkan yang lainnya tidak. Jadi belum ada yang turun peduli.

“Kemudian yang ditangisi mereka yakni anak-anak mereka tidak bisa sekolah karena baju seragam mereka telah hanyut oleh lumpur, kemudian juga buku- buku pelajaran dan sepatu mereka semuanya hanyut dan mereka tidak bisa menyelamatkan apa apa lagi kecuali baju satu satunya yang melekat di badan mereka,” jelasnya.

Sementara orangtua anak-anak ini bingung bagaimana membeli buku paket seharga 50 ribu untuk 12 mata pelajaran atau sekitar 650 ribu/anaknya.

“Sedangkan yang diharapkan mereka adalah guru itu memberikan buku paket ini secara gratis, karena kalau tidak anak anak mereka tidak bisa bersekolah,” imbuhnya.

Laksmi menyatakan harapan orangtua jangan sampai anak-anak mereka itu tidak bersekolah. Mereka memikirkan cara bagaimana anak-anak mereka bisa kembali bersekolah.

“Jadi menurut saya mereka harus dibantu.
Harus ada gerakan moral secara massif dari organisasi apapun supaya mereka anak-anak ini dibantu hingga tamat setingkat SLTA/SMK. Kalau mereka tamat SMK mereka anak anaknya bisa kerja. Untuk pelayan restoran saja harus mempunyai ijazah SMK, minimal mereka sudah mendapatkan gaji 3 juta dan berarti hidup mereka sudah bisa layak, sementara kalau anak tersebut tidak tamat SLTA hidup mereka akan seperti apa nantinya? mungkin hanya jadi kuli. Nah itulah yang jadi pemikiran kita bahwa seluruh organisasi itu bisa membantu dan jangan hanya seremonial saja,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua IPEMI Cabang kota Bekasi, Nuraini menyatakan aksi solidaritas ini dilakukan sebagai bentuk kepeduliannya terhadap masyarakat kota Bekasi yang terdampak banjir.
(denis)

%d blogger menyukai ini: