fbpx

Kesaksian Relawan Mapala Sebanten Bantu Korban Bencana Longsor

BEKASIMEDIA.COM – Kejadian banjir bandang di Banten telah menghancurkan ratusan rumah dan menimbulkan berbagai kerugian lainnya bahkan korban jiwa. Kejadian yang berbarengan dengan banjir Jabodetabek ini menyisakan banyak cerita, salah satunya dari Tim Relawan Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) La Tansa Masyiro, Lebak, Banten.

Elma, salah satu tim Relawan Mapala La Tansa Masyiro menuturkan dirinya stay di Kantor Resort Cisoka Lebak pengelolaan Taman Nasional Gunung Halimun Salak.

“Untuk hari Rabu atau hari pertama kejadian, setelah meninjau langsung ke kampung Bungawari Desa Banjarsari Kecamatan Lebak Gedong kondisinya parah, akses jalan tertutup pohon tumbang dan tanah longsor,” katanya kepada Bekasimedia, Jumat (3/1/2020).

Adapun data-data yang berhasil dihimpun tim relawan Mapala, terdapat 45 KK di mana 5 rumah rusak parah, 5 rumah tersapu bersih, 2 korban luka berat (sudah dievakuasi), 2 korban hilang (belum ditemukan sejauh ini) bernama Arsah (65 tahun) dan Erik berumur sekitar 7/8 tahun.

“Untuk hari kedua, saya meninjau langsung ke Kampung Jaha dan di sana warga sudah dievakuasi semuanya. Tidak ada korban jiwa, 2 rumah tersapu bersih,” lanjutnya.

Sementara itu untuk kampung Jaha, tutur Elma kemarin akses ke sana Jaha tertutup total untuk mobil. Untuk sore harinya baru bisa dilewati mobil sekitar jam 2/3 sore.

Untuk menuju kampung Cinyiru, Cigobang dan Desa Muhara itu ada 14 titik longsor, 3 titik longsor yang paling parah.

“Untuk ketiga lokasi ini saya belum mengetahui pastinya soalnya belum terjun langsung ke sana. Yang ke sana hanya dari tim Basarnas dan VRI serta relawan kami dari Mapala Sebanten,” imbuhnya.

Setelah bertanya kepada warga Kampung Jaha, mereka mengatakan di sana masih ada sekitaran 400 orang yang belum dievakuasi. (denis)

%d blogger menyukai ini: