fbpx

KH Muhyiddin Junaidi: Tentang Uighur, Pemerintah Cina Harusnya Gentleman

BEKASIMEDIA.COM – Dalam sebuah acara diskusi yang diselenggarakan oleh FOZ (Forum Zakat), Kamis 26 Desember, di ruang tangah Bakoel Koffie, Ketua Lembaga Kerjasama dan Hubungan Luar Negeri PP Muhammadiyah, KH Muhyiddin Junaidi menyampaikan kepada pemerintah Cina agar tulus dan bersikap “Gentleman”. Dalam arti, pemerintah Cina bisa memberikan akses seluas-luasnya kepada masyarakat internasional, yang belum puas tentang kondisi umat Islam Uighur agar bisa berkunjung ke sana tanpa ada batasan-batasan yang ketat.

Kyai Muhyiddin mengaku selaku kepala delegasi tim pencari fakta bersama 15 anggotanya mendapat penjagaan yang ketat selama berkunjung ke Xinjiang.

“Memang pelayanan kamar yang besar-besar dengan ruang salat sudah disediakan, tetapi kami terus dikawal ketat dengan petugas-petugas perempuan berseragam merah-merah, Very Tight. kami tidak leluasa,” Ungkap Kyai yang juga selaku Ketua Bidang Luar Negeri MUI.

Kyai dan tim merasa kunjungannya sudah direkayasa dengan seremonial yang baku dan serba dibatasi. Hingga dalam suatu kesempatan beliau mengajak pemandu yang juga muslim untuk salat berjamaah di masjid, namun pemandu ini beralasan udara yang cukup dingin di luar dan jarak yang jauh.

Dari hasil investigasi ini Kyai Muhyiddin berharap agar warga muslim Uighur diberikan kebebasan penuh guna melaksanakan ibadah mereka, karena itu dijamin dalam piagam PBB.

“Ada koordinasi kerjasama organisasi Islam di kita, untuk membentuk team Fact Finding Mission ( Misi Pencari Kebenaran ) tentang pelanggaran HAM khususnya di Cina, baik itu di Uighur dan juga wilayah-wilayah lainnya, supaya betul-betul bahwa kasus Uighur ini adalah kasus pelanggaran HAM, tentu dengan faktanya. Apabila memang harus dibawa ke mahkamah internasional ICC atau ICP, kita semuanya harus mendukung langkah-langkah tersebut.” Lanjutnya.

KH Muhyiddin Junaidi mengimbau dan mengajak Kepada seluruh umat Islam di Indonesia agar satu suara soal ini. Sepakat bahwa memang ini salah satu tindakan sebuah negara yang terindikasi melanggar HAM, “jangan karena kedekatan dengan pemerintah Cina mereka bisa berubah, dan punya sikap yang berbeda. Apa yang kita lakukan merupakan dakwah Islam untuk membantu saudara-saudara kita yang muslim, bukan hanya di Cina, akan tetapi di negara-negara lainnya,” tegasnya. (ram)