BEKASIMEDIA.COM

Menu

Mode Gelap
Heri Sholihin Menang, Kota Bekasi Punya Wali Kota Baru Soal Kisruh Data PKH Ini Penjelasan, Anggota DPRD Enie Widhiastuti Ketua Fraksi PKS Kota Bekasi Terkait TKK Minta Pemkot Lakukan Langkah Ini Bawaslu Kota Bekasi Ingatkan di Masa Sosialisasi Para Caleg dan Partai Pahami Aturan yang Berlaku Islamic Book Fair 2023: Memperkenalkan Buku sebagai Pilar Peradaban

Berita Terbaru · 27 Des 2019 10:01 WIB ·

KH Muhyiddin Junaidi: Tentang Uighur, Pemerintah Cina Harusnya Gentleman


 KH Muhyiddin Junaidi: Tentang Uighur, Pemerintah Cina Harusnya Gentleman Perbesar

BEKASIMEDIA.COM – Dalam sebuah acara diskusi yang diselenggarakan oleh FOZ (Forum Zakat), Kamis 26 Desember, di ruang tangah Bakoel Koffie, Ketua Lembaga Kerjasama dan Hubungan Luar Negeri PP Muhammadiyah, KH Muhyiddin Junaidi menyampaikan kepada pemerintah Cina agar tulus dan bersikap “Gentleman”. Dalam arti, pemerintah Cina bisa memberikan akses seluas-luasnya kepada masyarakat internasional, yang belum puas tentang kondisi umat Islam Uighur agar bisa berkunjung ke sana tanpa ada batasan-batasan yang ketat.

Kyai Muhyiddin mengaku selaku kepala delegasi tim pencari fakta bersama 15 anggotanya mendapat penjagaan yang ketat selama berkunjung ke Xinjiang.

“Memang pelayanan kamar yang besar-besar dengan ruang salat sudah disediakan, tetapi kami terus dikawal ketat dengan petugas-petugas perempuan berseragam merah-merah, Very Tight. kami tidak leluasa,” Ungkap Kyai yang juga selaku Ketua Bidang Luar Negeri MUI.

Kyai dan tim merasa kunjungannya sudah direkayasa dengan seremonial yang baku dan serba dibatasi. Hingga dalam suatu kesempatan beliau mengajak pemandu yang juga muslim untuk salat berjamaah di masjid, namun pemandu ini beralasan udara yang cukup dingin di luar dan jarak yang jauh.

Dari hasil investigasi ini Kyai Muhyiddin berharap agar warga muslim Uighur diberikan kebebasan penuh guna melaksanakan ibadah mereka, karena itu dijamin dalam piagam PBB.

“Ada koordinasi kerjasama organisasi Islam di kita, untuk membentuk team Fact Finding Mission ( Misi Pencari Kebenaran ) tentang pelanggaran HAM khususnya di Cina, baik itu di Uighur dan juga wilayah-wilayah lainnya, supaya betul-betul bahwa kasus Uighur ini adalah kasus pelanggaran HAM, tentu dengan faktanya. Apabila memang harus dibawa ke mahkamah internasional ICC atau ICP, kita semuanya harus mendukung langkah-langkah tersebut.” Lanjutnya.

KH Muhyiddin Junaidi mengimbau dan mengajak Kepada seluruh umat Islam di Indonesia agar satu suara soal ini. Sepakat bahwa memang ini salah satu tindakan sebuah negara yang terindikasi melanggar HAM, “jangan karena kedekatan dengan pemerintah Cina mereka bisa berubah, dan punya sikap yang berbeda. Apa yang kita lakukan merupakan dakwah Islam untuk membantu saudara-saudara kita yang muslim, bukan hanya di Cina, akan tetapi di negara-negara lainnya,” tegasnya. (ram)

Artikel ini telah dibaca 22 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Puluhan Organisasi Wartawan Solid, HPN Bekasi Raya 2026 Siap Digelar di GCC

18 April 2026 - 18:37 WIB

Protes Status Tersangka Tukang Ojek Akibat Jalan Berlubang, F-Speed Pandeglang Tuntut Keadilan

24 Februari 2026 - 16:21 WIB

Kelola 77 Persen Sampah, Banyumas Siap Jadi Percontohan Nasional

4 Februari 2026 - 07:29 WIB

947 Peserta Ikuti Seleksi PPPK Tahap II Kota Bekasi di BKN Jakarta

6 Mei 2025 - 08:42 WIB

Pemkot Bekasi Bekukan Sementara Worldcoin dan World ID Buntut Pemindaian Retina

5 Mei 2025 - 10:12 WIB

Wali Kota Bekasi Tegaskan Aparatur bukan hanya Administrator tapi juga Eksekutor

21 April 2025 - 12:06 WIB

Trending di Berita Terbaru