fbpx

Meski Tak Lagi Diperhitungkan, PBB Kota Bekasi Tak Mau Lagi Kecolongan Soal Dukungan Politik

BEKASIMEDIA.COM – Partai Bulan Bintang merasa tidak diperhitungkan di kota Bekasi terbukti dengan ketidakhadiran Wakil Wali kota Bekasi, Tri Adhianto Tjahyono dalam acara Musyawarah Cabang (Muscab) DPC PBB Kota Bekasi ke 5 hari ini yang berlangsung di RM Margajaya, Jalan Kemakmuran, Bekasi Selatan, Jawa Barat, Selasa, (24/12/2019).

“Biar bagaimanapun memang kita harus realistis, kita harus jujur PBB tidak lagi diperhitungkan, buktinya wakil wali kota hari ini tidak jadi datang, padahal undangannya nyampe. Sudah janji datang tapi gak datang, bahkan dari mulai unsur pemerintahan KPU, Bawaslu, Polres, Kodim, termasuk walikota sendiri. Jadi saya berkesimpulan bahwa memang PBB ini sudah tidak diperhitungkan dan dipandang sebelah mata, namun kami tidak kecewa malah menjadi pecutan buat kami dan kedepan kita harus eksis kembali,” ujarnya kepada awak media dalam konferensi pers.

Sementara itu, terkait Pilkada PBB akan siapkan calonnya dan akan berperan aktif serta tidak lagi mau kecolongan seperti Pileg 2019 kemarin hanya mendorong mobil mogok, begitu mobilnya jalan lalu ditinggal “Kita merasa tidak lagi diperhitungkan, tanpa diajak lagi bicara padahal kontribusi kita signifikan. Kedepan kami tidak hanya mendukung, kami akan mengajukan calon entah lewat jalur partai politik ataupun independen kita akan lihat nanti situasi dan kondisinya,” sambungnya.

Disinggung soal terbelahnya dukungan politik kader PBB dalam konstalasi politik pasca Pilpres 2019 kemarin Joko Utomo mengatakan hasil muktamar di Belitung kemarin DPP mengambil langkah langkah strategis dalam upaya menjaga soliditas kadernya dibawah. Sentralisasi dalam pengambilan keputusan ketua DPW dan DPC langsung dibawah kendali DPP.

“Dari hasil muktamar kemarin saya kira upaya DPP untuk membuat supaya tidak terbelah lagi. Kalo dulu diputuskan lewat muscab dab muswil, sekarang diputuskan lewat DPP untuk menjaga soliditas, karena memang yang menjadi persoalan kemarin adalah tidak solidnya infrastruktur mulai dari DPW hingga DPC sehingga terbelah, akhirnya orang orang yang tadinya mau bantuin kita menjadi ragu, ini mau kemana sih sebenarnya PBB. Nah ini adalah sebahagian dari menjaga soliditas itu dan mudah mudahan dengan cara seperti ini tidak ada lagi persoalan terbelahnya dibawah,” imbuhnya.

Sekarang menjadi sentralistik, jalannya partai ini on hand dibawah kendali DPP, tutup Joko. (denis)

%d blogger menyukai ini: