BEKASIMEDIA.COM

Menu

Mode Gelap
Heri Sholihin Menang, Kota Bekasi Punya Wali Kota Baru Soal Kisruh Data PKH Ini Penjelasan, Anggota DPRD Enie Widhiastuti Ketua Fraksi PKS Kota Bekasi Terkait TKK Minta Pemkot Lakukan Langkah Ini Bawaslu Kota Bekasi Ingatkan di Masa Sosialisasi Para Caleg dan Partai Pahami Aturan yang Berlaku Islamic Book Fair 2023: Memperkenalkan Buku sebagai Pilar Peradaban

Berita Terbaru · 16 Des 2019 03:37 WIB ·

Yang Harus Warga Bekasi Ketahui Soal Gaduh Kartu Sehat


 Yang Harus Warga Bekasi Ketahui Soal Gaduh Kartu Sehat Perbesar

BEKASIMEDIA.COM – Gaduhnya situasi politik di Kota Bekasi di penghujung tahun 2019 ini dimulai sejak keluarnya Surat Edaran (SE) Wali Kota No: 440/7894/Dinkes, yang isi utamanya tentang penghentian sementara KS-NIK.

Hal ini membuat resah masyarakat dan munculnya beberapa aksi demonstrasi massa ke DPRD Kota Bekasi.

Tak berhenti disitu, kini beredar di RW-RW di setiap kelurahan, form penggalangan dukungan warga untuk KS-NIK.

Anggota Fraksi PKS DPRD Kota Bekasi, Syaifudin, menanggapi beredarnya form tersebut. Ia berharap jangan sampai hal ini membuat keresahan dan kegaduhan baru.

“Sah-sah saja siapapun itu menggalang dukungan masyarakat warga Kota Bekasi untuk mempertahankan KS NIK, karena memang sangat dirasakan manfaatnya oleh warga Kota Bekasi, namun hal ini jangan sampai membuat kegaduhan baru yaitu pembodohan dan pembelahan opini publik. Nanti seakan-akan warga yang tidak mau tandatangan atau tidak punya KS NIK karena sudah ikut di BPJS dianggap tidak pro dan mendukung KS NIK. Lebih jauh akan merasa dimarjinalkan untuk urusan-urusan lain di masyarakat,” kata Syaifudin kepada bekasimedia.com, Senin (16/12/2019) pagi.

Anggota DPRD dari Dapil Bekasi Utara ini menyarankan jika warga disodori pilihan dukungan, silahkan saja seluruh warga itu mmberikan dukungan untuk KS-NIK, toh masyarakat merasakan manfaatnya, namun siapapun yang mengkoordinir penggalangan dukungan NS NIK ini, kata Syaifudin, hendaknya juga memberikan edukasi dan penjelasan yang benar kepada masyarakat bagaimana sejarah dan kedudukan KS-NIK ini dalam Undang-undang dan langkah-langkah selanjutnya.

“KS NIK ini program bagus perlu didukung, namun supaya tidak menyalahi aturan dan sesuai UU serta perintah rekomendasi KPK harus diintegrasikan dengan JKN (BPJS),” katanya.

Anggota Banggar dari fraksi PKS ini menegaskan seluruh fraksi di DPRD tidak ada yang menolak KS-NIK, buktinya anggaran KS NIK sudah diketok dan disahkan DPRD tanggal 29 Nopember 2019 sebesar 386 Milyar dalam APBD Tahun Anggaran 2020.

“Jadi jika ada demo-demo ke DPRD dengan membuat opini bahwa DPRD menghalang-halangi kelanjutan KS NIK, itu salah alamat. Ya logikanya dimana ? DPRD yang mengesahkn KS NIK dengan anggaran hampir 400M kok kita yang dituduh menghalangi?” imbuhnya.

Syaifudin menyatakan dirinya akan mendukung jika DPRD meminta KS NIK diaudit oleh BPK RI dan membentuk Pansus KS NIK. “Supaya seluruh warga kota bekasi jelas sejelas-jelasnya positioning DPRD terhadap KS NIK.”

Kembali terkait beredarnya penggalangan dukungan ke seluruh warga bekasi untuk dukung KS NIK, Syaifudin kembali menegaskan persetujuannya.

“Setuju saja silahkan. karena memang tidak ada yanh tidak setuju kok. Sementara yang perlu dipertanyakan masyarakat itu Surat Edaran walikota no 440/7894/Dinkes, belum dicabut . Semoga penggalangan surat dukungan warga untuk mendukung KS NIK yang beredar ini tidak membuat opini masyarakat terbelah, tetapi justru solid untuk mencabut SE Walikota. Atau ada motif lain, mungkinkah?” pungkasnya. (dns)

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Puluhan Organisasi Wartawan Solid, HPN Bekasi Raya 2026 Siap Digelar di GCC

18 April 2026 - 18:37 WIB

Protes Status Tersangka Tukang Ojek Akibat Jalan Berlubang, F-Speed Pandeglang Tuntut Keadilan

24 Februari 2026 - 16:21 WIB

Kelola 77 Persen Sampah, Banyumas Siap Jadi Percontohan Nasional

4 Februari 2026 - 07:29 WIB

947 Peserta Ikuti Seleksi PPPK Tahap II Kota Bekasi di BKN Jakarta

6 Mei 2025 - 08:42 WIB

Pemkot Bekasi Bekukan Sementara Worldcoin dan World ID Buntut Pemindaian Retina

5 Mei 2025 - 10:12 WIB

Wali Kota Bekasi Tegaskan Aparatur bukan hanya Administrator tapi juga Eksekutor

21 April 2025 - 12:06 WIB

Trending di Berita Terbaru