fbpx

Warga Non Muslim juga Menolak Toko Miras & Karaoke di Mutiara Gading Timur Mustikajaya

BEKASIMEDIA.COM – Aksi damai Forum Musyawarah Warga dan Ikatan Masjid Mustikajaya Kota Bekasi yang menolak keberadaan tempat karaoke dan toko miras di lingkungan Perumahan Mutiara Gading Timur, Ahad (15/12/2019), tidak hanya diikuti warga muslim, tetapi juga warga non muslim.

“Tadi juga yang non muslim hadir ikut aksi. Mereka merasa karaoke dan miras disini akan merusak bangsa. Maka, apalagi kita Persatuan Alumni (PA) 212 se Bekasi Raya juga hadir karena ini urusan umat. Ada tempat karaoke plus miras dan warga menolaknya,” ujar Perwakilan PA 212 Bekasi Raya, Fery Kusnanto kepada bekasimedia.com, Ahad (15/12/2019).

Koridor PA 212, kata Fery, adalah ukhuwah. Ia sangat berharap Walikota Bekasi Rahmat Effendi meninjau kembali keberadaan tempat hiburan malam (karaoke) di tengah-tengah perumahan.

Ia meminta Rahmat Effendi tidak lamban mengatasi masalah ini. “Kalau ada hal seperti ini cepat diselesaikan dengan baik-baik. Kalau dibiarkan nanti akan terjadi gesekan,” sarannya.

Fery menambahkan, yang harus diperhatikan pihak Pemkot adalah soal perijinan. “Ada RT dan RW yang setuju, tetapi kan masyarakat belum tentu. Sekarang coba evaluasi, undang warga masyarakat.”

Disinggung soal pengaruh terhadap pendapatan daerah, Fery meminta Pemkot mencari pendapatan daerah yang halal.

“Yang halal aja lah. Ini kan ada perda-nya juga. Miras jelas dilarang dijual di lingkungan masyarakat,” pungkasnya. (dns/ane/eas)

%d blogger menyukai ini: