fbpx

Dari Diary Jadi Disertasi

BEKASIMEDIA.COM – Tidak ada yang menyangka, diary atau buku harian yang biasa kita tulis untuk curhatan pribadi menjadi sebuah disertasi.

Ide diary menjadi disertasi ini oleh Doktor Setiawati Intan Savitri terihami riset yang dilakukan James Pennebaker Texas university dan Ethan Kross dari Columbia University.

Kedua profesor dari Amerika itu melakukan penelitian dan terapi dengan menulis.

“Jadilah itu menjadi disertasi,” kata DR. Intan saat ditemui setelah Sidang Terbuka Promosi Doktor di ruang auditorium fakultas Psikologi UI, Rabu (11/12/2019).

Namun, perempuan yang juga salah satu tokoh sastrawan di Indonesia ini menamakan tekniknya, menulis naratif.

“Menulis naratif seperti menulis diary, hanya saja ditambahkan dengan teknik tertentu,” katanya saat ditemui setelah Sidang Terbuka Promosi Doktor di ruang auditorium fakultas Psikologi UI, Rabu (11/12/2019).

Teknik yang ditambahkan dosen Mercubuana ini adalah teknik menjaraki diri.

“Menjaraki diri maksudnya berjarak secara mental dari peristiwa negatif yang diingat kembali,” katanya.

Intan menjelaskan bahwa jika dalam menulis fiksi, seorang pengarang biasanya menuliskan nama tokoh, maka nama tersebut dimaksudkan sebagai orang lain (bukan si pengarang).

Intan mengaku dengan menulis nararif, depresi seseorang akan berkurang.

Ia menjelaskan bagaimana 1.444 respondon yang ditelitinya berkurang depresinya.

“Sebelum menulis, ada tes, untuk mengecek psikologisnya dia. Setelah itu dites kemudian dicek lagi psikologi. Pertama diukur dulu, soal ingatan masa lalunya seberapa emosional dia. Kemudian akan terukur, ada suatu angka tertentu yang dia laporkan, tingkat kesedihan dia sekian. Mereka menulis, ketika sudah menulis kita tes lagi. Jadi dia menilai dirinya sendiri, seberapa sedih saya setelah menulis. Itu ada ukurannya,” kata perempuan yang juga bekerja sebagai dosen di kampus Mercubuana ini.

Menurutnya, dengan cara seperti ini, mereka yang depresi akan mengalami penurunan emosi yang signifikan.

“Dia tidak akan terlarut dengan perasaannya karena dia akan berjarak dengan dirinya sendiri. Jadi dia akan memikirkan kemungkinan-kemungkinan baru di masa depan ketika dia melihat dirinya sendiri,” katanya.

Promotor Intan, DR Bagus Takwin mengaku bangga dengan disertasi Intan.

Menurutnya Intan berani mengambil disertasi ini karena topik yang sulit.

“Saya menangkap ini topik tidak mudah untuk diteliti karena konsepnya masih abstrak. namun, Intan menulis disertasi karena ada tantangan menyampaikan hasil dan mudah dicerna serta dapat dimanfaatkan,” katanya.

Disertasi Intan, katanya memberikan kita tiga hal.

“Memberikan penjelasan ilmiah baru, bahwa menulis membantu orang dapat mengembangkan dirinya.

“Kedua, kita bisa menapatkan cara-cara yang perlu dilakukan meregulasi diri lewat refleksi adaptif melalui kegiatan menulis,” katanya.

Terakhir, ada jenis jarak psikologis baru.

“Metode agar seseorang berkembang dan berkurang depresinya,” katanya mengakhiri sambutan promosi DR. Setiawati Intan Savitri.

%d blogger menyukai ini: