fbpx

Forum Solidaritas Bela Nabi Desak Penegak Hukum Tangkap Penghina Nabi

BEKASIMEDIA.COM – Forum Solidaritas Bela Nabi menggelar aksi di depan Gedung DPRD Kota Bekasi, Jumat (6/12/2019). Dalam aksinya mereka menyuarakan agar para penghina Nabi Muhammad SAW ditangkap dan diberi hukuman setimpal seadil-adilnya.

Peserta aksi diterima oleh perwakilan anggota dewan Komisi IV, Sardi Effendi dan Latu Har Hary. Meskipun sudah melakukan audiensi,
Fery Kusnanto dari PA 212 selaku penginisiasi kegiatan menyatakan, akan ada audiensi lanjutan dengan Ketua Dewan.

Pihaknya menilai, keadilan harus ditegakkan. Jika pelaku pelecehan atau penghinaan agama masih dibiarkan, ke depan akan muncul terus orang-orang serupa.

“Kami mengharap kepada anggota dewan sebagai wakil rakyat untuk ayo kita sama-menjaga keadilan. Jangan sampai yang menyuarakan diadili, tapi yang melecehkan malah dibiarkan,” tukasnya.

Lengkapnya, berikut ini pernyataan sikap Forum Solidaritas Bela Nabi terkait Oknum Penghina Nabi Muhammad SAW:

Sebagaimana diketahui bersama, dalam pidatonya Sukmawati telah mengeluarkan pernyataan yang membandingkan peran Nabi Muhammad SAW dengan Ir. Soekarno, dalam konteks perjuangan untuk kemerdekaan Indonesia di Abad ke 20. Pidato tersebut disampaikan dalam sebuah diskusi bertema “Bangkitkan Nasionalisme Bersama Kita Tangkap Radikalisme dan Berantas Terorisme”.

Sementara itu, tak berselang lama Gus Muwafiq atau Ahmad Muwafiq juga mengeluarkan pernyataan tak pantas terhadap sosok baginda Rasulullah SAW. Video Gus Muwafiq yang beredar viral menyebut masa kecil Baginda Nabi tak terurus, rembes (dekil) dan bahkan menuding Baginda Nabi mencuri Jambu jika di Arab terdapat pohon jambu, jelas merupakan pelecehan yang sangat nyata pada keagungan pribadi Rasulullah Muhammad SAW.

Berkenaan dengan hal itu, kami Elemen Umat Islam dan Tokoh Islam yang terhimpun dalam Forum Solidaritas Pembela Nabi SAW, menyatakan :

Pertama, Mengutuk dan mengecam keras tindakan pelecehan yang dilakukan oleh Sukmawati dan Gus Muwafiq, yang terlalu berani dan lancang melecehkan Baginda Nabi Muhammad SAW.

Kedua, Kami menyatakan tersinggung dan marah, sosok mulia baginda Nabi Muhammad SAW dibanding-bandingkan dengan Soekarno, disebut tak terurus, rembes dan bahkan dituding nyolong jambu. Tindakan ini merupakan pelecehan kepada sosok Baginda Rasulullah Muhammad SAW. Apalagi, Sukmawati bukan sekali ini saja melakukan tindakan yang melukai perasan umat Islam, sementara Gus Muwafiq adalah tokoh Islam yang paham tentang ajaran Islam. Dan lebih parahnya, tindakan yang dilakukan keduanya terjadi di bulan Maulid, dimana seluruh umat Islam sedang merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Ketiga, Kami mendukung dan mengapresiasi langkah Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang telah mengambil sikap, dimana MUI menyatakan pidato Soekmawati telah menyinggung hati dan perasaan umat Islam. Kami juga berharap MUI juga dapat segera mengambil sikap terkait pelecehan yang dilakukan oleh Gus Muwafiq, agar tercipta ketentraman dan keteduhan ditengah umat atas kemarahan yang disebabkan adanya tindakan yang melecehkan baginda Rasulullah SAW.

Keempat, Kami mendesak agar aparat kepolisian untuk segera mengusut tuntas dugaan tindak pidana penodaan agama yang dilakukan oleh Sukmawati dan Gus Muwafiq, sebagaimana diatur dalam pasal 156a KUHP. Para penista agama wajib diadili didalam persidangan yang terbuka untuk umum untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Kelima, Kami menghimbau kepada segenap elemen umat Islam di daerah agar turut menempuh langkah hukum untuk melaporkan dugaan penodaan agama yang dilakukan oleh Sukmawati dan Gus Muwafiq kepada aparat penegak hukum terdekat baik ditingkat Polda maupun Polres di seluruh wilayah kesatuan Negara Republik Indonesia, sebagai bentuk kecintaan dan pembelaan kepada Nabi Muhammad SAW.

Keenam, Kami meminta agar DPRD Kota Bekasi menyerap aspirasi umat Islam di Kota Bekasi sekaligus mendorong untuk mengambil sikap pro aktif untuk ikut mengawal kasus dugaan tindak pidana penodaan agama yang dilakukan oleh Sukmawati dan Gus Muwafiq, agar dapat diproses dan ditindak sesuai dengan hukum yang berlaku.

Selanjutnya, kami ingatkan kepada seluruh kaum muslimin agar melipatgandakan perjuangan untuk menegakan Syariah Islam secara kaffah. Karena, hanya dengan tegaknya Syariah Islam secara kaffah saja yang mampu menjadi jaminan pelindung agama dan kemuliaan Nabi SAW, sekaligus menjaga Marwah dan Syiar Islam demi tegaknya izzul Islam wal Muslimin.

%d blogger menyukai ini: