fbpx

Soal Integrasi KS, Portabilitas BPJS Kesehatan Lebih Unggul

BEKASIMEDIA.COM – Kepala Kantor Cabang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Bekasi, Eddy Sulistijanto Hadie menyatakan manfaat integrasi Kartu Sehat berbasis NIK ke dalam Jaminan Kesehatan Nasional atau BPJS di antaranya prinsip Portabilitas yaitu memberikan jaminan yang berkelanjutan meskipun peserta berpindah pekerjaan atau tempat tinggal dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Pertama dari ranah regulasinya, undang-undang mengatakan bahwa semua penduduk wajib menjadi peserta BPJS Kesehatan, kemudian dengan segala turunannya, ada perpres, inpres dan permendagri 33. Dengan demikian dari segi regulasi memang kewajibannya untuk menyatukan atau mengintegrasikan,” ujarnya kepada bekasimedia.com Rabu (4/12/2019) siang.

Kemudian dari segi pelayanan kesehatan portabilitas bisa dibawa kemana saja ke manapun tempatnya di seluruh Indonesia. BPJS, karena lembaga nasional, direksinya di bawah presiden jadi pelayanan bisa di semua tempat.

Misalkan saat lebaran atau sedang bertugas di luar kota, BPJS bisa digunakan dengan prosedur yang ada. Ketika pelayanan itu parsial tentunya tidak akan semudah BPJS.

Kedua, misalnya rujukan di sebuah kota, katakan misalnya ruang ICU-nya penuh, mungkin mereka akan membutuhkan tempat di luar daerahnya tinggal. Oleh karena itu jika asas portabilitas tadi dibuka maka membuka pelayanan akses kesehatan tadi. Ketika asasnya terkunci bagi setiap daerah maka sulit untuk mendapatkan rujukan lebih lanjut.

“Selanjutnya, pola pelayanan kita kan sudah lengkap semua ditanggung, pola rujukan berjenjang dan pembayaran secara nasional CBGs. Contoh alat kesehatan seperti ring jantung sebuah rumah sakit belanjanya 20 jutaan, begitu memakai pola BPJS harganya turun, inilah tujuan dibuatnya pelayanan BPJS secara nasional untuk efisiensi pelayanan kesehatan. Bisa kita bayangkan kalo harga ring untuk jantung saja 20 juta,” lanjutnya.

Kemudian obat juga dilelang oleh LKPP. Dengan dilelangnya obat, harga obat juga bisa turun. Bedakan dengan bukan BPJS harga obat juga bervariasi untuk obat yang sama harganya ada yang tinggi juga ada yang rendah, dengan pola BPJS diharapkan bisa efisien dan bukan pula mengurangi mutunya tapi mengefisienkan apa yang bisa diefisienkan.

“Karena obat itu belanjanya secara nasional tentu harga obatnya bisa lebih turun harganya. Bisa dibayangkan kalo semua rumah sakit belanjanya sendiri sendiri tidak akan murah ketimbang dilelang secara nasional,” tukasnya. (denis)

%d blogger menyukai ini: