BEKASIMEDIA.COM

Menu

Mode Gelap
Heri Sholihin Menang, Kota Bekasi Punya Wali Kota Baru Soal Kisruh Data PKH Ini Penjelasan, Anggota DPRD Enie Widhiastuti Ketua Fraksi PKS Kota Bekasi Terkait TKK Minta Pemkot Lakukan Langkah Ini Bawaslu Kota Bekasi Ingatkan di Masa Sosialisasi Para Caleg dan Partai Pahami Aturan yang Berlaku Islamic Book Fair 2023: Memperkenalkan Buku sebagai Pilar Peradaban

Berita Terbaru · 27 Nov 2019 03:44 WIB ·

BPBD Jabar: Kota Bekasi Padat Penduduk Rentan dengan Bencana


 BPBD Jabar: Kota Bekasi Padat Penduduk Rentan dengan Bencana Perbesar

BEKASIMEDIA.COM – Kepala Seksi Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat, Adwin Singarimbun menyatakan kota Bekasi sebagai kota metropolitan yang maju dengan kepadatan penduduknya hampir 3 juta jiwa sangat rentan jika terjadi bencana gempa bumi. Oleh sebabnya kerentanan tersebut harus diturunkan.

“Memang baiknya kerentanan-kerentanan ini kita turunkan dan memang jumlah penduduk kita yang luar biasa banyak sekali sebetulnya membuat kita ini rentan terjadi bencana, karena bencana ada korelasinya dengan dampak, misalnya di sana ada manusia yang terdampak,” ujarnya kepada bekasimedia.com usai memberikan materi Kebijakan Penanggulangan Bencana di Jawa Barat di acara Workshop Penyusunan Dokumen Rencana Kontijensi Gempa Bumi, BPBD kota Bekasi, Rabu (27/11/2019)

Ia melanjutkan, ada beberapa upaya untuk menurunkan kerentanan yaitu dengan mitigasi. Misalkan mitigasi struktural bagaimana bangunan-bangunan yang ada harus sesuai dengan syarat-syarat konstruksi yang tahan terhadap gempa.

“Kami sering kali ke lapangan ketika ada yang terdampak gempa memang rumah-rumah yang roboh itu tidak sesuai, terutama di daerah pedalaman dan saya yakin kalau di kota Bekasi tidak seperti itu, struktur bangunannya dibuat tahan gempa,” sambungnya.

Kedua, bagaimana masyarakat di kota Bekasi ini teredukasi tentang kebencanaan melalui mitigasi nonstruktural seperti adanya sosialiasasi, simulasi terutama simulasi yang dilakukan secara rutin baik di perkantoran ataupun di sekolah. Manakala hal-hal tersebut menjadi rutinitas maka ketika terjadi bencana, misalnya gempa masyarakat sudah tahu apa yang harus dilakukan.

“Misalkan mereka harus melindungi diri mereka dahulu, lalu kemudian setelah goncangannya selesai baru mereka melakukan evakuasi ke titik kumpul, nah upaya upaya ini yang harus terus dilakukan,” jelasnya.

Sejauh ini BPBD Provinsi, BPBD Kabupaten/Kota sejawa Barat bersama komunitas termasuk juga akademisi terus menerus melakukan upaya sosialisasi termasuk mitigasi struktural dari dinas teknis.

“Kita ketahui penduduk Jawa Barat itu sekitar 48 juta jiwa, memang kita membutuhkan rekan rekan komunitas dan lainnya untuk sama sama mengedukasi masyarakat sosialisasi tentang kebencanaan, bagaimana mereka mengenal ancamannya, bagaimana mengurangi risikonya, dan mereka juga siap untuk selamat,” pungkasnya. (denis)

Artikel ini telah dibaca 39 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Puluhan Organisasi Wartawan Solid, HPN Bekasi Raya 2026 Siap Digelar di GCC

18 April 2026 - 18:37 WIB

Protes Status Tersangka Tukang Ojek Akibat Jalan Berlubang, F-Speed Pandeglang Tuntut Keadilan

24 Februari 2026 - 16:21 WIB

Kelola 77 Persen Sampah, Banyumas Siap Jadi Percontohan Nasional

4 Februari 2026 - 07:29 WIB

947 Peserta Ikuti Seleksi PPPK Tahap II Kota Bekasi di BKN Jakarta

6 Mei 2025 - 08:42 WIB

Pemkot Bekasi Bekukan Sementara Worldcoin dan World ID Buntut Pemindaian Retina

5 Mei 2025 - 10:12 WIB

Wali Kota Bekasi Tegaskan Aparatur bukan hanya Administrator tapi juga Eksekutor

21 April 2025 - 12:06 WIB

Trending di Berita Terbaru