fbpx

Maggot, Tamu Istimewa di Karang Pamitran Kwarcab Kota Bekasi Wilayah III

BEKASIMEDIA.COM – Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Bekasi wilayah III telah menyelenggarakan kegiatan Karang Pamitran yang diikuti para pembina pramuka dari 4 Kwartir Ranting yakni Kwarran Bekasi Timur, Rawa Lumbu, Bantar Gebang dan Mustikajaya pada tanggal 22-23 November 2019. Kegiatan ini dilaksanakan di SDN Mustikajaya IV Jl. BKKBN Mustikajaya Kota Bekasi.

Karang Pamitran sendiri bertujuan untuk membina dan meningkatkan kemampuan, pengetahuan, pengalaman, keterampilan, mempererat hubungan kekeluargaan dan persaudaraan bagi para pembina pramuka sehingga mampu meningkatkan mutu pendidikan kepramukaan di gugus depan dan satuannya dengan pengabdian serta tanggung-jawab yang tinggi. Dalam kesempatan tersebut diikuti oleh 107 peserta (20 peserta dari Kawarran Rawa Lumbu, 40 dari Mustikajaya, 23 dari Bekasi Timur serta 24 dari Bantar Gebang).

Rundown acara Karang Pamitran pada hari pertama diawali dengan upacara pembukaan, permainan besar untuk pramuka Siaga dan Penggalang, bedah buku best seller Scouting For Boys dan Rovering To Succes karya Bapak Pandu Sedunia Lord Badden Powell oleh Ranggawisnu sebagai duta buku, editor dan pengurus Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Andalan Komisi Pengabdian Masyarakat. Dilanjutkan dengan materi Akreditasi Gudep, api unggun, renungan dan refleksi.

Hari kedua dimulai dengan penjelajahan ke Danau Cibeureum. Disana ada pemberian materi Pionering dan praktek (pengenalan simpul pangkal, silang dan palang), materi Phonegraphy, materi menulis kreatif oleh Lia Z. Ansor dari FLP Bekasi dan juga Tim liputan kegiatan Karang Pamitran Nasional Humas Kwarnas di Cibubur serta diakhiri materi pengelolaan sampah dan budidaya Maggot oleh Hendro dari BUPERTA (Bumi Perkemahan dan Taman Wisata Pramuka).

Peserta dikenalkan dengan Maggot yakni larva atau belatung jenis bsf – anak dari lalat BSF (black soldier fly) sebangsa lalat tentara yang berwarna hitam dan banyak di budidayakan orang karena kaya nutrisi dan tinggi protein. Dalam satu hari mampu menghabiskan sampah organik sebanyak dua kali berat badannya.

Susunan acara dikemas menarik oleh panitia. Sehingga peserta mengikuti acara dengan penuh semangat dan rasa ingin tahu. Tri satya dan Dasa Darma sebagai Kode Kehormatan Pramuka selalu disebut dalam setiap kesempatan wejangan. Acara api unggun disusul refleksi sangat mengena untuk sekadar mengetuk dan mengingatkan janji sebagai anggota pramuka kepada diri sendiri, keluarga dan masyarakat. Kebermanfaatan, berdaya guna merupakan harapan tiap anggota pramuka untuk memajukan lingkungan sekitarnya.

Upacara penutupan Karang Pamitran Wilayah III ini berlangsung penuh khidmat dan tertib yang dihadiri oleh para pelatih dari Pusdiklatcab Kota Bekasi.

Usai penutupan, peserta diminta untuk mengumpulkan sampah-sampah di sekitar tempat kegiatan, terutama sampah organik untuk makanan maggot.

Adapun kesan dari peserta, meski kegiatan ini dilaksanakan dalam waktu yang singkat, namun sarat ilmu dan pengalaman baru. Panitia yang ramah, sigap dan cekatan, narasumber yang luar biasa, tempat teduh dan nyaman, teman-teman baru yang beragam. Semoga kegiatan Karang Pamitran Kwarcab kota Bekasi selanjutnya dapat lebih menginspirasi lagi.

Noveit PN

%d blogger menyukai ini: