fbpx

BMKG: Bekasi Aman dari Tsunami Tetapi Tidak Terhadap Gempa

BEKASIMEDIA.COM – Staf Observasi Gempa Bumi dan Tsunami, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandung, Rafdi Ahadi Triputra menyatakan Bekasi aman dari tsunami tetapi tidak aman terhadap gempa. Hal tersebut ia ungkapkan dalam kegiatan Workshop Penyusunan Dokumen Rencana Kontijensi Gempa Bumi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kota Bekasi di hotel Merapi Merbabu, Rawalumbu, kota Bekasi, Selasa (26/11/2019).

“Sesar Cimandiri berpengaruh tapi tidak seperti sesar Subang. Sesar Subang itu magnitude nya diperkirakan 6.9 – 7 SR. Mungkin Bekasi aman terhadap tsunami tapi tidak aman terhadap gempa,” ujarnya di hadapan peserta.

Sesar adalah patahan yang terjadi di bawah permukaan bumi yang akan saling berdorongan satu sama lain yang mengakibatkan terjadinya gempa bumi.

Menurut Rafdi, untuk kontijensi gempa bumi ini yang perlu dilakukan adalah melihat bagaimana getaran gempa bumi akan berdampak kepada kota Bekasi itu sendiri. “Kita ketahui sesar yang akan berdampak itu ada tiga yaitu Sesar Cimandiri, Sesar Lembang dan Sesar Subang. Kita masih teringat bagaimana gempa di daerah Pelabuhan Ratu beberapa waktu lalu yang mengakibatkan getaran di wilayah DKI Jakarta hingga ke kota Bekasi,” jelasnya.

Potensi ancaman terbesar di sesar ini, untuk mengetahui seberapa besar ketika gempa ini terjadi pihaknya akan melihat pemodelan yang terjadi di daerah kota Bekasi.

“Bagaimana getaran yang berdampak pada setiap kecamatan akan berbeda tinggi/kuat, sedang ataupun rendah getarannya. Kemudian juga struktur bebatuan di bawah tanah sangat berpengaruh terhadap getaran yang dirasakan oleh manusia di atas permukaan bumi,” sambungnya.

Dokumentasi kontijensi ini, kata Rafdi sangat baik. Pemerintah bisa melakukan antisipasi dengan adanya dokumen ini. “Selain itu juga getaran yang dirasakan oleh warga kota Bekasi ketika terjadi gempa bumi dari hasil pemodelan tersebut kita akan mengetahui,” tukasnya. (denis)

%d blogger menyukai ini: