fbpx

Innalilahi.. Ghaza Akhirnya Ditemukan Meninggal di Danau Marakash

BEKASIMEDIA.COM – Ghaza Muhammad Zaidan, anak berusia 7 tahun yang menghilang dari rumahnya di Kelurahan Perwira Bekasi Utara, akhirnya ditemukan sudah dalam keadaan meninggal di Danau Marakas, Sabtu (23/11/2019) sore sekira pukul 17.30 WIB.

Ghaza yang merupakan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) meninggalkan rumah pada Jumat (22/11/2019) pagi setelah mandi.

Kedua orangtuanya, Suherman dan Sri Cahyati atau yang lebih dikenal dengan nama Cahya Naurizza lantas mencari Ghaza keliling Bekasi Utara dan menyebarkan pula fotonya melalui media sosial.

Anggota DPRD Kota Bekasi dari daerah pemilihan Bekasi Utara, Syaifudin ikut turun langsung membantu mencari Ghaza.

“Saya mendapat informasi dari ayahnya Ghaza yaitu Mas Suherman. Saya kenal dekat. Anaknya ini spesial. Saya tahu banget kedua orangtuanya sangat sabar menjaga Ghaza. Rumahnya juga sudah dipagar rapat. Saat itu saya sedang tugas DPRD ke Kemendagri. Saya langsung instruksikan teman-teman di Bekasi Utara untuk mencari Ghaza,” kata Syaifudin kepada bekasimedia.com, Sabtu (23/11/2019) malam.

Sejak Jumat pagi itu, kata Syaifudin, ia berkoordinasi juga dengan pihak kepolisian, bersama-sama dengan Tim Kepanduan PKS terus mencari Ghaza.

Kemudian, ia sempat mendapat kabar titik terang, ada beberapa warga yang melihat Ghaza berlarian di jalan sekitar Pondok Ungu Permai (PUP) dan Danau Marakash Candrabaga. “Maka Jumat malam kami menyisir seluruh PUP dan diperlebar hingga Ujung Harapan, terus ke Tarumajaya Kabupaten Bekasi bahkan hingga Duren Sawit tapi tetap gak menemukan tanda-tanda.”

Pencarian berlanjut ke sabtu pagi, hingga akhirnya Jam 15.00 WIB, ada informasi dari warga yang menemukan ada tubuh anak kecil mengambang di Danau Marakash.

“Padahal sejak semalam hingga pagi, tim kepanduan terus berputar-putar di danau tersebut tapi tidak menemukan apa-apa. Selamat jalan Ananda Ghaza. Kami telah optimal membantu menemukanmu, tetapi Allah lebih sayang kepada engkau. Insyaallah husnul khotimah. Yang sabar dan ikhlas kepada Mas Suherman dan keluarga. Semoga Ananda Ghaza menjadi tabungan surga Allah kepada kedua orangtuanya,” pungkas Syaifudin.

%d blogger menyukai ini: