fbpx

Bukan SK, Ridwan Kamil Terbitkan Surat Edaran UMK Jabar 2020, Ini Lengkapnya

Surat edaran umk jabar

BEKASIMEDIA.COM – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil telah mengumumkan besaran Upah Minimum 27 Kota dan Kabupaten (UMK) Provinsi Jawa Barat tahun 2020, Kamis (21/11/2019).

Pengumuman ini tertuang dalam Surat Edaran Nomor: 561/75/Yanbangsos tentang Pelaksanaan Upah Minimum Kabupaten/Kota di Daerah Provinsi Jawa Barat tahun 2020 yang ditujukan kepada seluruh pimpinan perusahaan di Jawa Barat.

Kabupaten Karawang masih berada di posisi paling atas dengan UMK sebesar Rp. 4.594.324,54 Sementara itu, rekomendasi angka terkecil, yakni Rp 1.831.885, diberikan untuk Kota Banjar.

Kenaikan UMK ini mengikuti peraturan dari pemerintah pusat yang tidak disukai kalangan buruh yaitu PP No 78 Tahun 2015.

Berikut ini UMK lengkap se Jawa Barat;

1. Kabupaten Karawang Rp. 4.594.324,54

2. Kota Bekasi Rp. 4.589.708,90

3. Kabupaten Bekasi Rp. 4.498.961,51

4. Kota Depok Rp. 4.202.105,87

5. Kota Bogor Rp. 4.169.806,58

6. Kabupaten Bogor Rp. 4.083.670,00

7. Kabupaten Purwakarta Rp. 4.039.067,66

8. Kota Bandung Rp. 3.623.778,91

9. Kabupaten Bandung Barat Rp. 3.145.427,79

10. Kabupaten Sumedang Rp. 3.139.275,37

11. Kabupaten Bandung Rp. 3.139.274,74

12. Kota Cimahi Rp. 3.139.274,74

13. Kabupaten Sukabumi Rp. 3.028.531,71

14. Kabupaten Subang Rp. 2.965.468,00

15. Kabupaten Cianjur Rp. 2.534.798,99

16. Kota Sukabumi Rp. 2.530.182,63

17. Kabupaten Indramayu Rp. 2.297.931,11

18. Kota Tasikmalaya Rp. 2.264.093,28

19. Kabupaten Tasikmalaya Rp. 2.251.787,92

20. Kota Cirebon Rp. 2.219.487,67

21. Kabupaten Cirebon Rp. 2.196.416,09

22. Kabupaten Garut Rp. 1.961.085,70

23. Kabupaten Majalengka Rp. 1.944.166,36

24. Kabupaten Kuningan Rp. 1.882.642,36

25. Kabupaten Ciamis Rp. 1.880.654,54

26. Kabupaten Pangandaran Rp. 1.860.591,33

27. Kota Banjar Rp. 1.831.884,83

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, gubernur Jawa Barat kali ini tidak membubuhi penetapan UMK dengan Surat Keputusan (SK) tetapi hanya Surat Edaran (SE).

Informasi yang berhasil dihimpun bekasimedia.com, perubahan nama surat ini membuat resah kalangan aktivis buruh.

(ss)

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: