fbpx

Yang Unik dari Program “Berbagi Nasi” Yayasan Insan Madani Utama

sdit insan madani utama

BEKASIMEDIA.COM – Setiap Jumat, tagar #JumatBerkah selalu menghiasi dunia maya. Di dunia nyata, tagar ini menjelma menjadi ajakan untuk lebih menebar banyak kebaikan di hari jumat. Salah satu yang kini banyak dilakukan adalah program berbagi nasi.

Dalam pantauan bekasimedia.com, kini banyak masjid-masjid, yayasan, lembaga sosial, lembaga zakat atau kelompok masyarakat di Kota Bekasi yang mulai rutin melaksanakan program berbagi nasi di hari jumat. Ada yang berupa sarapan pagi dan ada pula yang membagikannya siang hari selesai Sholat Jumat.

Salah satu yang sudah rutin menggelar program ini adalah Yayasan Insan Madani Utama (IMU) yang beralamat di Jl Kenangan Raya Kampung Dua Jakasampurna Bekasi Barat.

Yayasan yang mengelola TKIT Insan Madani Utama, SDIT Insan Madani Utama, Rumah Tahfidz, Pesantren Yatim, Pengajian Dhuafa dan beragam program sosial ini, rutin menggelar program berbagi nasi di beberapa ruas jalan yang dilewati jamaah Sholat Jumat di Kampung Dua Jakasampurna.

“Alhamdulillah kita udah jalan juga program berbagi nasi. Salah satu titiknya di jalan dekat Masjid Al Barkah Asyafiiyah Jakasampurna,” ujar Pimpinan Yayasan Insan Madani Utama, H. Agung Supriyanto, MM, saat ditemui bekasimedia.com, Senin (18/11/2019) malam.

Selain dibagikan kepada jamaah yang selesai sholat jumat, bungkus-bungkus nasi tersebut juga dibagikan kepada yang belum mau mengerjakan sholat jumat.

“Kadang suka dibagikan juga ke yang tidak atau belum sholat jumat, seperti abang-abang becak di pangkalan. Ya semoga saja mereka jadi tertarik ke masjid,” kata Agung yang juga beraktivitas sebagai pegiat koperasi syariah.
Yang berbeda dari Program Berbagi Nasi Jumat yang digelar Yayasan Insan Madani Utama adalah cara mereka mengumpulkan bungkus-bungkus nasi itu.

Pemberdayaan Janda

“Jadi di kita itu ada pengajian janda. Ada seratus orang janda dan dhuafa. Nah saya tanya ibu-ibu mau kontribusi gak di program shodaqoh ini. Ibu-ibu bisa berkontribusi tanpa mengeluarkan uang. Bagaimana caranya? Jadi ibu-ibu masak sendiri, bikin nasi bungkus. Ada yang bisa dua bungkus, lima bungkus, sepuluh bungkus. Nah nasi itu saya beli. Harganya tergantung isinya. Ada yang 7 ribu, ada yang 10 ribu,” jelasnya.

sdit insan madani utama

Jadi dengan metode yang dikembangkan Yayasan Insan Madani Utama seperti ini, ada proses pemberdayaan ekonomi untuk janda dan dhuafa.

Namun demikian, kata Agung, pihaknya tetap melakukan pemantauan agar warga yang dilayani program ini tidak kecewa. “Seiring berjalan waktu, kita tetap ada evaluasi juga. Ada proses quality control lah. Di-screening. Jangan sampai isi nasinya mengecewakan. Jangan sampai isinya cuma telur atau tempe,” pungkasnya.

Selain program berbagi nasi bungkus, masih banyak program menarik dari Yayasan Insan Madani Utama. Satu diantaranya adalah program beasiswa yatim hingga sarjana. (eas)

%d blogger menyukai ini: