fbpx

RKI Kota Bekasi Harap Pegiat Sosial Peduli Ancaman Kejahatan Seksual dan LGBT

BEKASIMEDIA.COM – Rumah Keluarga Indonesia (RKI) Kota Bekasi, Jum’at (15/11/2019) menggelar acara Training For Trainer tentang Pertolongan Pertama Pada Kejahatan Seksual dan LGBT (TFT P3KS & LGBT) kepada para kader pegiat sosial dan pendidikan serta perwakilan majelis taklim sekota Bekasi. Acara ini bertempat di Perumahan Pejuang, Medansatria Kota Bekasi.

Ketua RKI Kota Bekasi, Ii Marlina mengingatkan bahwa kasus kejahatan seksual dan LGBT di masyarakat semakin meningkat, maka sangat diharapkan para pegiat sosial memiliki kepedulian, kewaspadaan dan penyikapan yang baik atas kondisi tersebut.

“Untuk itu, kami dari RKI menggelar kegiatan ini dan akan diturunkan lagi sampai ke tingkat ranting bahkan sampai ke lingkungan masyarakat,” imbuhnya.

TFT ini, kata Ii Marlina, diadakan sebagai salah satu upaya untuk meluaskan jangkauan edukasi kepada masyarakat.
Sehingga upaya untuk menyadarkan dan mengedukasi masyarakat akan bahaya kejahatan seksual dan LGBT dapat dilakukan dari unit-unit kecil yang ada di dalam masyarakat.

Ii Marlina berharap semua peserta TFT bisa kembali menyampaikan materi ini kepada komunitas masyarakat sebagai tindakan preventif, akan semakin maraknya pelecehan seksual dan LGBT di masyarakat.

Hadir dalam kegiatan ini, pegiat RKI Bekasi Barat, Rosdini Intan, pegiat RKI Bekasi Utara, Annisa N Suryanto serta pegiat RKI Medansatria, Sully Anjar Retnawati.

Adapun yang menjadi narasumber pembahasan Tentang P3KS dan LGBT pada kegiatan TFT tersebut adalah Haryekti Rina M.Si dan Lely Latipah, S.Psi.

Dalam kegiatan ini, peserta diedukasi oleh narasumber mulai dari pengertian Kejahatan Seksual dan LGBT sampai pada akhirnya bagaimana sikap dan tindakan peserta kelak menjadi agen pencegah kekerasan seksual atau menjadi pendamping korban kejahatan seksual dan LGBT ketika menghadapi kasus nyata kejadian di masyarakat.

Narasumber juga menjabarkan data yang terjadi di Indonesia secara umum bahkan data di Kota Bekasi khususnya.

“Ada sekitaran 200-300 kasus yang terjadi di Kota Bekasi setiap bulannya,” ujar pemateri yang disampaikan kembali oleh Rosdini Intan dan Sully kepada bekasimedia.com.

Sementara itu Annisa N Suryanto menyebutkan bahwa, Indonesia sudah darurat kejahatan seksual, sehingga perlu untuk mensosialisasikan akan bahaya dan dampak serta korban dari kejahatan seksual dan LGBT itu sendiri. (mb)

%d blogger menyukai ini: