fbpx

Resensi Buku: Mengelola Tim Media Sosial untuk Organisasi

buku tentang medsos

Resensi Buku
Mengelola Tim Media Sosial untuk Organisasi
Oleh : Irfan Fauzi (Aktifis Pemuda Persis Bekasi)

Judul Buku : Seni Mengelola Tim Media Sosial
Penulis : Hariqo Wibawa Satria, M.HI
Penerbit : Yayasan Komunikonten
Kota Terbit : Depok, Jawa Barat
Tahun Terbit : 2019
ISBN : 978 -623-91210-0-6
Tebal Buku : 308 Halaman

Indonesia memiliki potensi besar, selain sebagai penduduk terbanyak ke empat di dunia, Indonesia memiliki 394.250 organisasi masyarakat, 75.436 desa, dan lebih dari 4500 perguruan tinggi yang terdaftar. Potensi tersebut semakin terbuka saat memasuki era digital. Berdasarkan survei Hootsuite, hingga Januari 2019, pengguna internet mencapai 56% atau 150 juta dari 268 juta penduduk. Sebuah angka yang sangat potensial untuk mempengaruhi dunia melalui konten-konten positif di internet.

Jumlah pengguna internet yang besar, akan menjadi gerakan perubahan yang besar jika diiringi oleh prilaku user internet yang tepat. Banyaknya jumlah organisasi yang tumbuh di masyarakat menunjukkan antusiasme yang tinggi untuk menghadirkan perubahan positif melalui berbagai jenis ide dan gerakan. Pemanfaatan internet melalui pengelolaan website dan media sosial akan mempercepat perkembangan sebuah organisasi.

Sebagai seorang praktisi dalam bidang pengelolaan Tim Media Sosial, melalui buku ini, Hariqo menyajikan berbagai tips ampuh untuk meningkatkan performa organisasi di internet. Pengalamannya saat mengisi materi di berbagai lembaga baik pemerintahan maupun swasta, universitas hingga pesantren, dituangkan dengan runtut dengan bahasa yang ringan untuk dicerna oleh semua kalangan, khususnya bagi para pengurus organisasi yang ingin mengembangkan organisasinya melalui pembentukan tim media sosial. Penyajian infografis pun lebih memudahkan para pembaca dalam memahami data yang disajikan pada setiap sub pembahasannya.

Buku ini merupakan salah satu karya yang dilahirkan melalui Komunikonten, sebuah institut Media sosial dan diplomasi yang fokus pada tiga isu utama, yaitu keamanan, kreatifitas, dan kolaborasi untuk kepentingan nasional, keadilan global serta perdamaian dunia. Komunikonten perlahan menempatkan dirinya sebagai salah satu lembaga konsultan yang fokus pada isu sosial media dan komunikasi.

Buku setebal 308 halaman ini, berisi enam bab. Bab pertama memaparkan tentang manfaat media sosial dan website untuk organisasi. Dalam bab ini, pembaca diajak untuk memahami urgensi dari media sosial dan website bagi organisasi. Luasnya jangakauan membuat website dan sosial media menjadi solusi bagi setiap organisasi yang ingin tumbuh lebih besar.

Bab kedua kita diajak untuk memahami seluk beluk saat membangun tim sosial media untuk organisasi. Dalam bab ini, dijelaskan begitu rinci tentang apa saja yang harus disiapkan sebelum membentuk tim media sosial, mulai dari budgeting, jobdesk setiap bidang, hingga pertanyaan-pertanyaan untuk calon personel tim Medsos.

Bab ketiga menyajikan berbagai jenis konten dan aktifitas untuk meningkatkan engagement organisasi kita dengan masyarakat. berbagai jenis contoh mulai dari yang informatif, entertain, hingga konten kreatif lainnya. Setidaknya terdapat 126 contoh konten yang bisa dikelola oleh pengurut tim media sosial.

Bab keempat mengulas bagaimana sebuah konten maupun produk bisa menjadi terkenal dan viral. Tentu, sebagian besar popularitas yang cepat didapat dari postinga/konten viral. Pada bab ini, kita di pandu untuk menganalisis bagaiamana viralnya sebuah konten.

Bab kelima mengemukakan tentang tantangan-tantangan kepemimpinan dalam tim media sosial. Memimpin tim medsos, memiliki tantangan yang berbeda dengan bidang lainnya. buku ini menjelaskan apa saja yang harus dilakukan seorang pemimpin tim medsos untuk memonitoring progres masing-masing personel.

Terakhir, bab enam, berisikan tentang berbagai sudut pandang hubungan antara agama, politik, internet, media sosial dan literasi digital. Isu- isu agama dan politik ternyata memiliki relasi yang cukup unik dengan kehadiran media sosial. Beberapa kasus yang terjadi dijelaskan dengan singkat namun sarat akan makna. Pada bab ini, kita diajak untuk tetap berpikir kritis dalam mengelola media sosial.

Buku ini, layaknya sebuah peta perjalanan praktis bagi setiap insan organisatoris yang ingin mengepakkan sayap organisasi untuk menjangkau lebih banyak masyarakat dan menebar manfaat lebih luas melalui kekuatan media sosial yang semakin tak terelakkan. Kebermanfaatan buku ini akan terasa jika para pembaca mengaplikasikan langsung dalam organisasinya.

%d blogger menyukai ini: