fbpx

Hadiri CEO LAZ Forum, U-Care Indonesia Bertekad Tingkatkan Kinerja

Ukhuwah Care Indonesia menghadiri CEO Laz Forum yang diadakan Forum Zakat yang merupakan Asosiasi Organisasi Pengelola Zakat Seluruh Indonesia.

Bersama 129 lembaga zakat anggota, mencoba berkolaborasi mengembangkan potensi-potensi masing-masing dalam rangka mengurangi angka kemiskinan masyarakat. Misi ini sejalan dengan kegiatan LAZUCare Indonesia.

Dewan Pembina Ukhuwah Care Indonesia, Achmad Ridwan mengatakan selama dua hari di acara CEO Laz Forum banyak mendapat insipirasi.

“Alhamdulillah, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sempat memberikan masukan tentang acara ini. Khususnya, ia menjelaskan arsitektur upaya untuk mengarahkan budaya agar seseorang menjadi lebih baik,” katanya di Hotel Cosmo Amarossa, Rabu (23/10/2019).

Achmad Ridwan juga turut mengapresiasi atas terselenggaranya CEO Laz Forum ini.

Sementara itu, Ketua Yayasan Ukhuwah Care Indonesia Kota Bekasi, Muhammad Anwar siap berkoloborasi dengan lembaga-lembaga zakat lain dan pemangku kepentingan.

“Mudah-mudahan dengan pertemuan ini bisa meningkatkan kinerja lembaga amil zakat,” katanya.

Dalam sambutannya, Ketua Umum FOZ, Bambang Suherman mengatakan CEO LAZ Forum yang baru digelar untuk kedua kalinya ini diharapkan dapat menjadi momentum yang tepat untuk mengevaluasi regulasi zakat. “Semangat berislam sedang tumbuh, momentum yang baik bagi para pegiat zakat untuk menjadikan sebagai pintu masuk dalam memperkuat gerakan kita agar tegaknya syariat zakat,” katanya di Hotel Amaroossa, Jakarta Selatan.

Lebih lanjut, katanya, di pertemuan ini, ia mengharapkan adanya proses evaluasi bagi regulasi zakat. Ada banyak catatan yang perlu dibicarakan bersama.

“Tentu saja hasil evaluasi harus kita sahkan sebagai usulan produktif ke pemerintah,” jelasnya.

“Ada empat poin besar yang harus kita saksikan sebagai yang masuk pengambil keputusan. Pertama, memberikan ruang bagi negara dan masyarakat untuk menumbuhkan zakat di Indonesia.

Kedua, agar tata kelola regulasi zakat di Indonesia dapat mengakomodir kearifan budaya, kultural yang ada selama ini,” jelasnya.

Ketiga, lanjutnya, insentif dan pengawasan. FOZ menyadari bahwa hal ini akan menguat dan masyarakat akan terlibat, resources akan dikelola menjadi lebih besar.

“Maka, harus ada insentif kuat bagi masyarakat untuk ikut terlibat secara alami tapi pada saat bersamaan, kami juga menekankan adanya pengawasan yang lebih baik,” bebernya.

Ia memahami bahwa konstruksi undang-undang zakat yang ada hari ini adalah mencoba memperkuat aspek penataan dan tata kelola kelembagaan. FOZ mendorong agar ada fungsi yang lebih kuat, ada pengawasan yang lebih bagus.

Namun, mekanismenya nanti sebaiknya diusulkan lebih rapi, agar operator dan regulator bekerja di ruangnya masing-masing. Terakhir, lanjutnya, kolaborasi.

Angka kemiskinan kota, itu lebih tinggi daripada kemiskinan yang ada di pedesaan. Maka perlu ada model riil bagaimana zakat berperan dalam pengelolaan kemiskinan di kota. Dan partner utamanya adalah pemerintah, dalam hal ini gubernur, wali kota dan bupati.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta, Anies R Baswedan, dalam sambutannya menyampaikan rasa bahagia dapat hadir di acara ini. Ia menjadikan forum ini sebagai kesempatan untuk mendengar sekaligus berbagi, bahkan dengan sengaja mengajak para jajaran pejabat pemerintah provinsi DKI Jakarta.

“Kami sampaikan terima kasih, bapak ibu turut mengurusi kesejahteraan masyarakat. Kami atas nama negara merasa terbantu karena bapak ibu mau terlibat mengelola yang seharusnya negara yang memenuhi itu. Izinkan kami ucapkan terima kasih. Semoga tercatat sebagai amal jariyah,” tuturnya.

Menurutnya, dengan kehadiran lebih dari ratusan peserta yang berasal dari berbagai kota di Indonesia menjadikan forum ini sangat variatif. “Kami berkeinginan untuk membangun kolaborasi. Kolaborasi atau bahasa sederhananya gotong royong.

Untuk diketahui, CEO LAZ Forum merupakan high level agenda yang akan berlangsung selama dua hari dengan melibatkan 135 anggota Forum Zakat yang berasal dari seluruh Indonesia.

Kegiatan ini adalah ruang bagi para Pimpinan/CEO/Direktur Organisasi Pengelola Zakat anggota FOZ untuk saling memberikan gagasan, masukan dan informasi untuk memperkuat gerakan zakat Indonesia yang dikelola melalui FOZ.

Dalam forum ini akan ditandatangani Nota Kesepahaman dan MOU yang terkait dengan penguatan regulasi zakat, kolaborasi pendayagunaan zakat Indonesia, project turunan Joint Protocol Collaboration FOZ Proverty Reduction dan lain sebagainya.

Be the first to comment on "Hadiri CEO LAZ Forum, U-Care Indonesia Bertekad Tingkatkan Kinerja"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: