fbpx

RS Jiwa Jabar Kebanjiran Anak-anak Korban Kecanduan Gadget, Ini Pendapat Praktisi Pendidikan Kota Bekasi

ilustrasi pelajar dan ponsel (Indonesiaz/Times Indonesia)

Baru-baru ini publik dikejutkan oleh berita mengenai Rumah Sakit Jiwa di Jawa Barat yang kebanjiran anak korban Handphone/gadget (source detik.com). Berita tersebut jelas menjadi sorotan banyak pihak, salah satunya praktisi pendidikan kota Bekasi, Agung Nursidik.

Agung menyatakan ia sangat prihatin dengan kejadian tersebut. Ia berpendapat bahwa perkembangan tekonologi yang begitu cepat memang tidak bisa dibendung sehingga imbas negatifnya pun sampai kepada anak-anak.

“Dengan perkembangan teknologi tersebut segala bentuk informasi, berita, game online dan pornografi tentunya sangat mudah diakses oleh siapa saja, termasuk anak-anak kita. Cepatnya perkembangan teknologi jika tidak diimbangi dengan edukasi kepada anak-anak dan orang tua maka akan mengakibatkan mereka tidak memiliki self control dalam penggunaan gadget, sehingga mereka akan terpapar dampak negatifnya,” ujarnya, saat ditemui di sekolah Gameel Akhlaq, (16/10/2019).

Lebih lanjut Agung yang juga seorang terapis dan hypnotherapi  Rumah Terapi Khalifa, Tambun, kabupaten Bekasi, mengatakan bahwa benar adanya bahwa banyak anak dan remaja sudah banyak yang menjadi korban gadget. Akibat dari kecanduan ini rata-rata mereka putus sekolah, diskors oleh sekolah, bahkan sampai dikeluarkan.

Selain itu ia mengakui sudah ratusan anak-anak dan remaja yang ditanganinya karena kecanduan gadget di Rumah Terapi Khalifa.

“Memang benar apa yang kita lihat sekarang, rata-rata anak-anak dan remaja kita sudah menjadi korban kecanduan gadget, buktinya di tempat saya Rumah Terapi Khalifa di antara mereka adalah anak-anak dan remaja.” tuturnya

Agung yang juga pengurus Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) kota Bekasi, turut merasa bertanggung jawab dalam masalah besar ini. Karena anak-anak dan remaja adalah generasi emas yang akan meneruskan masa depan negeri ini. Jika mereka sudah kecanduan gadget dan tidak melakukan aktivitas bermanfaat lain, maka imbasnya pada masa depan negara ini ke depan.

Pentingnya Peran Orang Tua

Dalam jurnal penelitiannya yang berjudul “Peran Manajemen Pendidikan Islam dan Orang Tua Dalam Recovery Remaja Korban Digtal”  agung menuturkan bahwa sekitar 92 % yang sangat berpengaruh untuk mengurangi dampak terpaparnya korban gadget adalah peran orang tua, di antaranya adalah perhatian, kasih sayang dan pemahaman orang tua akan ciri-ciri anak yang terpapar gadget.

“Di jurnal pendidikan yang saya tulis, ditemukan bahwa 92 % adalah peran orang tua sangat strategis dalam membantu mengurangi dampak terpaparnya korban gadget pada anak-anak dan remaja.” Ucapnya sambil menunjukan hasil penelitian jurnalnya.

Selain itu Agung juga menjelaskan bahwa setidaknya ada empat ciri-ciri anak yang terpapar korban gadget;

Pertama ; mengalami gangguan penurunan konsentrasi di antaranya adalah sulitnya menerima pelajaran, malas belajar, hingga akhirnya tidak mau bersekolah.

Kedua ; penurunan kontrol emosi. Anak akan sulit mengontrol emosinya, mudah marah, mudah tersinggung sehingga dampaknya adalah pelampiasan amarah kepada benda di sekitarnya dan orang lain.

Ketiga ; penurunan kontrol sosial. Biasanya anak tersebut sudah tidak peduli lagi dengan lingkungan sekitarnya seperti teman, dan orang tuanya, sehingga cenderung mengabaikan nasihat orang tua.

Keempat ; penurunan kontrol membedakan benar dan salah. Anak tersebut sudah tidak lagi bisa membedakan benar dan salah apa yang sudah dilakukannya sehingga mengabaikan nasihat-nasihat orang lain walaupun benar.

Melihat dampak negatif dari gadget,  Agung mengajak kepada seluruh orang tua, sekolah dan semua pemangku kepentingan agar sama-sama memberikan edukasi baik kepada anak-anak maupun orang tua, agar mereka terhindar dari bahaya korban gadget. [jrw/jsitkotabekasi.org]

Be the first to comment on "RS Jiwa Jabar Kebanjiran Anak-anak Korban Kecanduan Gadget, Ini Pendapat Praktisi Pendidikan Kota Bekasi"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: