fbpx

Di Mapaba PMII Mahasiswa Soroti Defisit Anggaran dan Jebolnya Program Kartu Sehat

BEKASIMEDIA.COM – Masa Penerimaan Anggota Baru (Mapaba) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) kota Bekasi periode ketiga tahun 2018-2019 berlangsung selama 2 hari (12-13) di komplek Pondok Pesantren Annuur, Jalan Mochtar Tabroni, Perwira, Bekasi Utara, Ahad, (13/10/2019).

Ketua PMII Unisma Bekasi, Ahmad Rivai menyatakan tujuan kegiatan ini untuk menjadikan mahasiswa hari ini agar tidak bersikap apatis terhadap lingkungan sekitar juga semangat untuk meningkatkan kapasitas intelektual.

“Mahasiswa hari ini menurut saya hanya fokus pada bidang-bidang akademis sehingga lupa terhadap tanggungjawabnya kepada lingkungan dan masyarakatnya. Mahasiswa juga jangan terjebak dalam egonya melakukan politik pragmatis namun harus mengedepankan politik humanis kemanusiaan,” ujarnya kepada bekasimedia.com.

Menyinggung soal refleksi kepemimpinan 1 tahun Wali kota Rahmat Effendi dan Tri Adhianto Tjahjono, mahasiswa menyoroti soal defisit anggaran Pemkot Bekasi dan penyelenggaraan Kartu Sehat (KS) Bekasi.

“Hari ini PMII kota Bekasi bersama PMII Unisma terus mengawal pemerintahan yang dipimpin oleh Rahmat Effendi dan Tri Adhianto Tjahjono terutama atas janji-janji politiknya. Sebelumnya kita juga telah melakukan aksi menuntut ruang terbuka hijau yang belum mencapai 30 persen di kota Bekasi,” terangnya.

Selain itu PMII juga mengkritik soal defisit anggaran Pemkot Bekasi yang seolah dibuat-buat dan jebolnya anggaran untuk program Kartu Sehat Bekasi. Ada juga masalah di sejumlah dinas yang kurang maksimal dalam pekerjaannya.

“Mahasiswa dalam hal ini kami PMII kota Bekasi akan terus mengawal dan mengontrol penyelenggaraan pemerintahan khususnya di kota Bekasi dan juga nasional secara umum,” pungkasnya.

Antusiasme mahasiswa cukup besar atas kegiatan pembekalan ini. Bagi mereka hal ini berkesan karena mereka bisa terjun langsung. Aplikatif dalam gerakan sosial bagi lingkungan dan masyarakat, di mana teori-teori penyelesaian masalah akan dan telah diajarkan di organisasi PMII.

Sebanyak 35 orang peserta Mapaba yang berasal dari Unisma 45 Bekasi dan STMIK Mitra Karya (Mikar) mendapatkan pembekalan materi managemen konflik, juga mengajak mahasiswa untuk melakukan gerakan sosial agar mahasiswa tidak apatis dengan persoalan-persoalan lingkungannya. (CR-1)

Be the first to comment on "Di Mapaba PMII Mahasiswa Soroti Defisit Anggaran dan Jebolnya Program Kartu Sehat"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: