fbpx

DPRD: Ketidakseimbangan Terjadi Akibat Lemahnya Pengendalian Anggaran di Setiap OPD

BEKASIMEDIA.COM – Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Ahmad Ushtuchri tidak setuju jika program Kartu Sehat (KS) berbasis NIK dihapuskan. Ia menjelaskan berbagai persoalan yang terjadi belakangan ini bersumber pada lemahnya pengendalian anggaran di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD), oleh itu, perlu adanya semangat perbaikan semua pihak.

“Satu tahun kepemimpinan walikota Bekasi Rahmat Effendi – Tri Adhianto Tjahjono, sebagai partai pengusung PKB berkepentingan supaya kedua pasangan ini sukses karena kita juga bertanggungjawab turut dalam mendorong, mengkampanyekan, meng-endorse serta menyuruh orang untuk memilih. Oleh karenanya satu tahun kinerja pasangan ini saya kira masih berjalan baik, tapi saya pikir masih banyak yang perlu diperbaiki terutama akhir akhir ini kita mengalami ketidakseimbangan pengeluaran,” ujarnya kepada bekasimedia.com di gedung DPRD Kota Bekasi, Jalan Chairil Anwar, Margahayu, Bekasi Timur, Kamis, (26/9/2019)

ia mengajak semua pihak terkait untuk duduk bersama berpikir obyektif, tidak mempolitisasi, tidak ada yang merasa ini sebuah penghakiman dan tendensi apapun.
“karenanya kalau ini tidak segera diperbaiki maka sesungguhnya kita 3 tahun ke depan jangan-jangan bukan menyelesaikan masalah tapi justru menambah daftar masalah,” jelasnya.

Ia melanjutkan, harus dibangun semangat perbaikan dimulai dari perbaikan pengendalian anggaran yang masih lemah di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Di samping itu, Sekretaris Daerah (Sekda) juga harus berperan aktif sebagai pimpinan tertinggi birokrat memberikan masukan atau opsi-opsi, “apalagi ia juga sebagai kepala TAPD kepada kedua pimpinan daerah tersebut,” ungkapnya.

Ustuchri menyatakan, banyak orang sudah merasa terbantu dengan adanya KS. Belum lagi anggota dewan juga supportif di samping tetap memberikan kritik membangun.

“Bahkan dewan kita bikinin Perdanya, dan niatan membuatkan Perda itu supaya ada pengendalian, silakan di Perda itu dilihat mana yang perlu di-perwalkan, standard operasi prosedur (SOP) yang perlu dibuat,” tegasnya.

Kembali lagi ia menegaskan dirinya tidak sependapat jika KS dihapus. Jika berganfi nama tapi konten sama tidak mengapa. Intinya, kata dia, jangan sampai ada warga kota Bekasi di level menengah ke bawah yang tidak mampu tidak terlayani kesehatan. Kalau BPJS tidak bisa meng-cover, Itulah KS, cuma ini KS juga bukan barang yang kemudian kita anggap take for granted yang tidak bisa dikritisi terutama pelaksanaannya di lapangan banyak keluhan rumah sakit menolak, kemudian memverifikasi data tagihannya.

“Harus dihindari ada froud rumah sakit main-main. Misalnya ada orang sakit panu tapi diresepin perbaikan kulit, kan mahal, ada kosmetiknya, nah saya kira praktik praktik seperti itu harus diperbaiki jangan sampai KS ini jadi peluang baru bagi oknum untuk bermain. Tutup pintu itu. Niatan dewan memberikan anggaran besar itu dinodai oleh segelintir oknum yang mengambil keuntungan dari penderitaan masyarakat,” ucapnya.

Selain itu juga, kata Ustuchri, ketidakseimbangan Sumber Daya Manusia (SDM) tidak memadai. Di setiap OPD SDM ada yang berlebih ada juga yang kekurangan.

“Maka seimbangkanlah dulu itu jangan berpikir merekrut lagi, nanti dulu. Bikinlah road map SDM kita masih belum baik. Oleh karenanya buatlah agar kedua pasangan ini nanti dikenang punya legacy yang luar biasa untuk kota Bekasi,” imbuhnya.

Hari ini yang menjadi korban, kata Ustuchri adalah anggaran infrastruktur seperti data yang ada di Dinas Pekerjaan Umum (PU) seperti anggaran pemeliharaan serta kondisi jalan di kota Bekasi. “Ini belum musim hujan lho. Itu yang saya kira perlu diantisipasi. Kita menghargai Kerja keras kedua pasangan ini tapi sekali saya katakan dewan dan masyarakat harus memberikan warning, masukan dan saran supaya sukses di akhir masa jabatannya di tahun 2023,” pungkasnya. (dns)

Be the first to comment on "DPRD: Ketidakseimbangan Terjadi Akibat Lemahnya Pengendalian Anggaran di Setiap OPD"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: