BEKASIMEDIA.COM

Menu

Mode Gelap
Heri Sholihin Menang, Kota Bekasi Punya Wali Kota Baru Soal Kisruh Data PKH Ini Penjelasan, Anggota DPRD Enie Widhiastuti Ketua Fraksi PKS Kota Bekasi Terkait TKK Minta Pemkot Lakukan Langkah Ini Bawaslu Kota Bekasi Ingatkan di Masa Sosialisasi Para Caleg dan Partai Pahami Aturan yang Berlaku Islamic Book Fair 2023: Memperkenalkan Buku sebagai Pilar Peradaban

Berita Terbaru · 22 Sep 2019 18:47 WIB ·

DPRD Ungkap Kartu Sehat Tidak Laku Lagi di Rumah Sakit Swasta


 DPRD Ungkap Kartu Sehat Tidak Laku Lagi di Rumah Sakit Swasta Perbesar

BEKASIMEDIA.COM -Anggota Fraksi PAN DPRD kota Bekasi, Abdul Muin Hafied mengungkapkan perlu adanya evaluasi yang lebih serius terhadap penggunaan Kartu Sehat (KS) di beberapa rumah sakit swasta khususnya. Pasalnya, kata dia, masih ada rumah sakit swasta yang mempersulit pasien warga kota Bekasi pengguna KS.

“Ini kan persoalan nyawa, kalau memang nggak diterima (KS), ya ditolak saja, bahwa KS itu enggak berlaku, jadi jangan dipersulit kemana-mana,” ujarnya kepada awak media di kantor fraksi PAN DPRD Kota Bekasi, Jalan Chairil Anwar, Jumat, (20/9/2019).

Dikatakan Muin, salah seorang warganya pengguna KS yang berobat ke Rumah Sakit Mitra Keluarga Bekasi Timur, awalnya disuruh mengurus surat rujukan. Setelah mendapatkan surat rujukan dinyatakan tidak perlu dioperasi, padahal sebelumnya pasien dinyatakan oleh dokter harus segera dioperasi.

“Warga saya di RS Mitra Keluarga Bekasi Timur, disuruh mengurus surat rujukan dari Puskesmas bahkan juga Dinkes. Yang tadinya ia menggunakan pasien umum, hari itu juga dinyatakan harus dioperasi, namun setelah ia mendapatkan surat rujukan dinyatakan lagi tidak perlu di operasi penyakitnya,” tukasnya.

Terkait hal tersebut, Abdul Muin menyatakan akan  segera menemui pihak manajemen Rumah Sakit Mitra Keluarga Bekasi Timur guna mendapatkan klarifikasi terkait permasalahan tersebut.

“Ini saya serius, saya akan coba bertemu dengan direkturnya. Kalau masih mau pakai KS pakailah, tapi kalo sudah tidak mau kita akan coret, akan hapus. Jadi tidak boleh rumah sakit yang sudah bekerjasama menolak,” tegasnya.

Lebih lanjut Muin mengatakan akhirnya pasien tadi dioperasi di Rumah Sakit Citra Harapan Indah dengan memakai dana pribadinya.

Terkait hal tersebut dia menilai pihak rumah sakit sudah sangat keterlaluan, karena pada awalnya dokter sudah menyarankan untuk segera melakukan tindakan operasi.

“Ini kan sudah keterlaluan, orang sudah stadium dua, sudah mau mati, bahkan dokter menyatakan sudah harus segera dioperasi. Karena ada surat rujukan itu tiba-tiba dipanggil lagi tidak perlu dioperasi gitu lho, jadi jangan sampai persoalan seperti itu membuat nyawa melayang, makanya perlu ada evaluasi,” tukasnya.

Untuk itu, Muin meminta apakah Kartu Sehat ini nantinya akan dipertahankan atau tidak harus diberikan solusinya, jangan sampai rumah sakit manapun tidak mau menerima pasien KS, “karena kasihan pasien merasa di pimpong kiri kanan sehingga terjadi persoalan,” pungkasnya. (dns)

Artikel ini telah dibaca 12 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Puluhan Organisasi Wartawan Solid, HPN Bekasi Raya 2026 Siap Digelar di GCC

18 April 2026 - 18:37 WIB

Protes Status Tersangka Tukang Ojek Akibat Jalan Berlubang, F-Speed Pandeglang Tuntut Keadilan

24 Februari 2026 - 16:21 WIB

Kelola 77 Persen Sampah, Banyumas Siap Jadi Percontohan Nasional

4 Februari 2026 - 07:29 WIB

947 Peserta Ikuti Seleksi PPPK Tahap II Kota Bekasi di BKN Jakarta

6 Mei 2025 - 08:42 WIB

Pemkot Bekasi Bekukan Sementara Worldcoin dan World ID Buntut Pemindaian Retina

5 Mei 2025 - 10:12 WIB

Wali Kota Bekasi Tegaskan Aparatur bukan hanya Administrator tapi juga Eksekutor

21 April 2025 - 12:06 WIB

Trending di Berita Terbaru