fbpx

Viral Undangan “LGBT Bekasi”, Ini Klarifikasi Pihak Panitia

lgbt

BEKASIMEDIA.COM – Undangan diskusi tentang perlindungan hukum bagi kalangan LGBT di Kota Bekasi sempat viral pekan lalu di jejaring media sosial, disebutkan diskusi itu akan digelar di suatu kafe di Bekasi Selatan. Jaringan Indonesia Positif (JIP) Kota Bekasi yang tergabung dalam Yayasan Rumah Sebaya Indonesia mengklarifikasi berita yang tersebar luas tersebut.

Sebetulnya kegiatan yang rencananya akan dihelat di rumah makan di bilangan Bekasi Selatan (13/9/2019) itu adalah kampanye kesehatan untuk menekan penderita HIV/AID di Kota Bekasi. Dikatakan juru bicara JIP Kota Bekasi Festika Rosani, mengenai pengubahan isi kalimat dalam teks undangan yang beredar ke masyarakat tentang melegalkan LGBT dengan memberikan payung hukum itu adalah Hoax.

“Isi undangan tersebut sebenarnya adalah kampanye kesehatan untuk menekan jumlah penularan HIV/AID dikota Bekasi, dengan menghadirkan 5 populasi kunci (Odha, Pecandu, Transgender, Orang terdampak HIV, dan LGBT). Karena penularan HIV/AIDS di Indonesia dan Kota Bekasi khususnya, penyebaranya paling tinggi melalui komunitas LGBT,” ujarnya kepada awak media Kamis, (19/9/2019).

Diungkapkanya, sebab dari beredarnya undangan Hoax tersebut, kegiatannya menjadi gagal. Terkait hal itu, Ia mengatakan telah melakukan klarifikasi secara langsung ke Pemerintah Kota Bekasi, Polres Metro Bekasi, Polsek Bekasi Selatan dan restoran tempat acara akan berlangsung dengan menyertakan undangan yang aslinya.

“Saya menyebarkan undangan itu tanggal (12/9/2019), sorenya itu sudah mulai rame dan malemnya ada penyegelan dirumah makan untuk 2 ruang VIP yang dibawah. Kebetulan kita booking yang dibawah dan ruang VIP yang diatas untuk acara Dinkes pun diblokir, padahal itu acara yang sangat berbeda dari kita,” terang Festika.

Ia memaparkan, didalam undangan hoax yang disebar, selain untuk melegalkan LGBT juga disebutkan kegiatan untuk umum. Padahal menurut Festika kegiatan itu hanya terbatas untuk undangan, bukan untuk umum.

“Di undangan yang asli ada daftar siapa saja yang saya undang dan hanya terbatas untuk 20 orang. Kami mengundang beberapa instansi dari Dinas Kesehatan, P2TP2A, RSUD kota Bekasi, Polres Metro Bekasi Kota, Lapas Kota Bekasi, LBH juga dari Civil Society Organization (CSO), Non Goverment Organization (NGO) dan ada dari aktivis HIV/AID pendukung Sebaya,” bebernya.

Kendati sempat dihentikan kegiatanya, namun dikatakan Festika, pihaknya akan terus melakukan kegiatan di kota Bekasi hingga akhir bulan Desember. Ia mengimbau kepada masyarakat untuk lebih bijaksana dalam menyikapi segala informasi yang beredar.

“Saya akan terus berlanjut untuk melakukan kegiatan yang sudah dijadwalkan. Kalau ada kegiatan seperti ini teman teman bisa mengkonfirmasi kepihak kami karena di undanganpun saya mencantumkan narahubung disitu ada kontak saya,” pungkasnya. (dns)

Be the first to comment on "Viral Undangan “LGBT Bekasi”, Ini Klarifikasi Pihak Panitia"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: