BEKASIMEDIA.COM

Menu

Mode Gelap
Heri Sholihin Menang, Kota Bekasi Punya Wali Kota Baru Soal Kisruh Data PKH Ini Penjelasan, Anggota DPRD Enie Widhiastuti Ketua Fraksi PKS Kota Bekasi Terkait TKK Minta Pemkot Lakukan Langkah Ini Bawaslu Kota Bekasi Ingatkan di Masa Sosialisasi Para Caleg dan Partai Pahami Aturan yang Berlaku Islamic Book Fair 2023: Memperkenalkan Buku sebagai Pilar Peradaban

Berita Terbaru · 6 Sep 2019 08:32 WIB ·

Klaim Pipanisasi PDAM TB dari Bekasi hingga Bali, Nyatanya Belum 100 Persen Layani Masyarakat


 Klaim Pipanisasi PDAM TB dari Bekasi hingga Bali, Nyatanya Belum 100 Persen Layani Masyarakat Perbesar

BEKASIMEDIA.COM – Politisi PKS kabupaten Bekasi, Mohamad Nuh mengkritik progres kinerja Dirut PDAM Tirta Bhagasasi soal layanan distribusi air bersih kepada masyarakat. Ia menilai, pelayanan yang dilakukan belum sampai 100 persen.

Menurutnya, berdasarkan standardisasi internasional layanan air bersih kepada masyarakat hendaknya mencapai 100 persen. Namun ia menilai dari 23 kecamatan yang ada di kabupaten Bekasi hanya 17 kecamatan yang baru bisa dijangkau. Padahal Dirut PDAM Tirta Bhagasasi dalam acara Dialog Publik soal air bersih beberapa waktu lalu mengatakan panjang pipanya jika disambungkan seluruhnya sepanjang Bekasi hingga Bali.

“Kemudian persoalan lain di beberapa titik di kabupaten Bekasi masih belum terjangkau layanan PDAM, seperti pemaparan Direktur Utama PDAM Tirta Bhagasasi, Usep Rahman, panjang jaringan pipa jika ditarik lurus jumlah pipanya panjangnya bisa dari Bekasi sampai Bali, oke saya percaya aja dulu sementara. Artinya begini untuk menjangkau jaringan layanan baru mampu melayani 17 kecamatan dari 23 kecamatan yang ada,” ujarnya kepada bekasimedia.com, Jum’at, (6/9/2019)

Menurut perundangan-undangan berdasarkan SDGs standar internasional untuk urusan air sebaiknya sampai 100 persen. Dirinya sebagai anggota dewan dengan fungsi budgeting akan berani memperjuangkan anggaran yang cukup manakala bisa tercapainya 100 persen pelayanan masyarakat Bekasi, karena persoalan air ini cukup vital.

“Selama belum tercapai 100 persen jangan dibebankan pada target PAD, karena targetnya adalah pelayanan bukan keuntungan. Dan memang nanti bisa saja polanya di PDAM itu dipisah adanya seksi atau direktur usaha yang fokus untuk mengelola bisnisnya, misalnya air yang masuk ke pabrik, hotel dan sebagainya dengan standard bisnis kecuali masyarakat tidak bisa disamakan harus standar layanan dan semurah murahnya.” pungkasnya. (dns)

Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Puluhan Organisasi Wartawan Solid, HPN Bekasi Raya 2026 Siap Digelar di GCC

18 April 2026 - 18:37 WIB

Protes Status Tersangka Tukang Ojek Akibat Jalan Berlubang, F-Speed Pandeglang Tuntut Keadilan

24 Februari 2026 - 16:21 WIB

Kelola 77 Persen Sampah, Banyumas Siap Jadi Percontohan Nasional

4 Februari 2026 - 07:29 WIB

947 Peserta Ikuti Seleksi PPPK Tahap II Kota Bekasi di BKN Jakarta

6 Mei 2025 - 08:42 WIB

Pemkot Bekasi Bekukan Sementara Worldcoin dan World ID Buntut Pemindaian Retina

5 Mei 2025 - 10:12 WIB

Wali Kota Bekasi Tegaskan Aparatur bukan hanya Administrator tapi juga Eksekutor

21 April 2025 - 12:06 WIB

Trending di Berita Terbaru