fbpx

5 Cara Cerdas Mendidik Anak Generasi Z

BEKASIMEDIA.COM – Dalam rangka memperingati tahun baru Islam 1441 Hijriyah yang jatuh pada tanggal 1 September 2019, Yayasan Bina Talenta Tunas Bangsa Karya Mandiri dan keluarga besar Islamic Green School bekerjasama dengan Daarut Tauhid Peduli Ummat (DTPU) menyelenggarakan kegiatan tabligh akbar.

Astri Ivo hadir sebagai pembicara dalam kajian Islamic Parenting bertajuk “Cerdas Mendidik Anak Generasi Z” di lingkungan Islamic Green School, Jalan Cipete Raya No.113, Mustikasari, Mustikajaya, Kota Bekasi, Ahad, (1/9/2019)

Dalam paparannya, Astri Ivo mengatakan Generasi Z merupakan generasi yang lahir di rentang tahun 1995 – 2010, yaitu ana-anak yang saat ini sedang duduk di bangku SMP – lulusan Universitas.

Mereka adalah generasi melek teknologi yang gaya hidup serta cara hidupnya mendapat kemudahan dari segi informasi, komunikasi dan teknologi. Guru utamanya bukan hanya orangtua atau gurunya di sekolah melainkan segala informasi yang tersedia melalui internet.

“Ketidaktahuan bukan hal yang perlu ditakuti karena segala informasi mudah mereka dapatkan melalui kecanggihan alat-alat dan akses teknologi informasi yang dimilikinya. Tanpa kedewasaan tentunya generasi ini akan terperosok pada kondisi mestizo culture yaitu suatu kondisi budaya masyarakat yang menyerap budaya-budaya baru dan asing tanpa ada filterisasi atau mengindahkan pengawasan sosial dari lingkungan sekitarnya,” jelas Astri Ivo.

Sedikitnya, kata Astri Ivo ada 5 poin penting yang perlu diingat dan dapat dilakukan para orangtua di rumah dalam mendidik putra-putrinya sesuai tuntunan islam;

Pertama, Resilience, didiklah anak agar tidak mudah cengeng. Anak-anak harus tumbuh kuat, tegar dan tangguh menghadapi kekurangannya dan mencari solusi dari hambatan yang dihadapinya dalam mencapai tujuan. Kuatkan niatnya untuk memaknai setiap tujuan hidupnya dan dekatkan setiap potensi yang dimilikinya dalam rangka asas kebermanfaatan terhadap segala nikmat dan karunia dari Allah ta’ala.

Di antaranya; nikmat akal, akses ilmu, harta/ rezeki, keturunan, sehat dan umur yang kesemuanya merupakan pinjaman dari Allah subhanahu wa ta’ala. Karena itu jadikan nikmat nikmat tersebut sebagai amanah yang kelak harus kita pertanggungjawabkan kembali kepada Sang Pemiliknya.

Menangis karena mendengar lantunan ayat Al – Qur’an berbeda dengan cengeng, justru itu merupakan pengalaman yang bagus dan berharga agar tumbuh pada hati anak-anak.

Kedua, Jauhkan anak dari “setan gepeng” alias handphone atau gadget. Pengawasan orangtua terhadap pemanfaatan akses teknologi komunikasi dan informasi dalam proses tumbuh kembang anak-anak sangat diperlukan. Pengawasan yang positif akan melahirkan anak-anak yang cerdas dan bijaksana.

Ketiga, Kuat hati dan konsisten dalam menerapkan peraturan pada anak. Tidak mudah mengalah pada hal-hal yang bersifat syar’i sesuai ketentuan Allah dan tuntunan Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan anak bahwa seorang mukmin tidak boleh mudah terbelenggu pada hal-hal yang syubhat.

Hal ini demi menjadikan anak-anak yang mampu menjadi pemimpin bagi dirinya sendiri ketika mereka menjadi manusia-manusia dewasa yang dapat diberi kepercayaan untuk mengatur dirinya di kemudian hari (manakala mereka hidup berjauhan dari orangtuanya).

Keempat, Ayah turut serta dalam pendidikan anak sejak dini. Harapannya, Ayah merupakan suri tauladan utama dalam keluarganya yang memberi contoh sesuai Al Qur’an dan sunnah Rasulullah Muhammad shallallaahu ‘alaihi wa sallam

Kelima, Kita tidak bisa “terlalu” steril terhadap interaksi sosial anak. Kuatkan pengawasan pada diri anak dari dalam rumah. Libatkan anak pada proses-proses penilaian perilaku sosial yang halal atau haram, baik atau tidak baik, boleh atau tidak boleh, ahsan dan kurang ahsan agar anak paham dan mampu melakukannya sendiri secara mandiri ketika mereka mendengar hal-hal baru yang tidak patut untuk dicontoh.

Tidak serta merta mengkambinghitamkan perilaku sosial negatif dari teman-teman sepermainannya memberi anak rasa percaya diri dan aman agar dia mau terbuka terhadap orangtua.

Memujinya ketika dia memilih untuk berperilaku positif ketika mendengar, melihat atau menerima perilaku dan perlakuan negatif dari sekitarnya. Kuatkan terus kepribadian positif dan sifat cenderung baik pada diri anak akan menguatkan karakter posistifnya hingga ia dewasa dan menjadi bagian dari masyarakat global.

Kegiatan ini juga diramaikan dengan acara pemberian santunan bagi anak yatim dan dhuafa, Outbond dan Archery yang terbuka untuk umum serta Bazaar.

Pemberian santunan bagi kaum dhuafa dan anak yatim berkat dukungan semua pihak dan bantuan para orangtua, memungkinkan para guru untuk menguatkan proses pembelajaran pada anak dalam rangka meningkatkan rasa kepedulian sosial terhadapa lingkungannya.

Melalui kerjasama dengan pihak Daarut Tauhid, ananda menyisihkan sebagian uang sakunya setiap hari untuk dikumpulkan sebagai dana santunan. Dan kerjasama para orangtua berhasil mengumpulkan dana untuk menyediakan beberapa peralatan sekolah dan Qur’an saku sebagai tanda kenangan dari Islamic Green School.

Dana santunan dan goodie bag yang disediakan berhasil terkumpul untuk dibagikan kepada 40 santri dari Panti Asuhan Ar Rayhan dan 10 anak yatim di sekitar Islamic Green School. (*)

Be the first to comment on "5 Cara Cerdas Mendidik Anak Generasi Z"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: