BEKASIMEDIA.COM

Menu

Mode Gelap
Heri Sholihin Menang, Kota Bekasi Punya Wali Kota Baru Soal Kisruh Data PKH Ini Penjelasan, Anggota DPRD Enie Widhiastuti Ketua Fraksi PKS Kota Bekasi Terkait TKK Minta Pemkot Lakukan Langkah Ini Bawaslu Kota Bekasi Ingatkan di Masa Sosialisasi Para Caleg dan Partai Pahami Aturan yang Berlaku Islamic Book Fair 2023: Memperkenalkan Buku sebagai Pilar Peradaban

Berita Terbaru · 29 Agu 2019 06:37 WIB ·

Kali Bekasi Tercemar! dan Terjadi Lagi, Kisah Lama yang Terulang Kembali…


 Kali Bekasi Tercemar! dan Terjadi Lagi, Kisah Lama yang Terulang Kembali… Perbesar

BEKASIMEDIA.COM – Kali Bekasi kembali berbau menyengat di pekan terakhir bulan Agustus 2019 ini. Kondisi seperti ini berulangkali terjadi, terutama di bulan Agustus hingga Oktober. Ditengarai, limbah industri menjadi penyebab tercemarnya kali yang mengalir ke laut Jawa tersebut.

Air di Kali Bekasi datang dari beberapa sungai di Kabupaten Bogor. Salah satunya adalah Sungai Cileungsi. Tim Ombudsman RI Perwakilan Jakarta Raya yang dipimpin oleh Kepala Perwakilan, Teguh P. Nugroho sudah melakukan sidak ke beberapa lokasi, Selasa (27/8/2019) kemarin, terkait masalah ini.

Sidak ini merupakan bagian dari proses monitoring tindakan korektif Laporan Hasil Akhir Pemeriksaan Pencemaran Sungai Cileungsi awal tahun 2019 yang lalu. “Kami ingin melihat apakah DLH Kabupaten Bogor sudah mampu menangani pencemaran sungai Cileungsi yang sesuai dengan tindakan korektif yang telah kami sarankan di awal tahun 2019 yang lalu,” ujar Teguh.

“Dampak pencemaran sungai, biasanya lebih terasa di musim kemarau, dan karena itu kami melakukan sidak pada hari ini (selasa.red)” lanjutnya.

Sidak tersebut dilakukan di beberapa titik diantaranya Jembatan Wika, Jembatan Narogong di wilayah perbatasan Kabupaten Bogor dan Kota Bekasi, serta Jembatan Pocong. “Di titik terakhir kami menemukan ratusan ikan sapu-sapu mati di satu titik saja. Selain itu air Sungai Cileungsi menghitam, berbau dan berbusa” paparnya lagi.

Matinya ikan sapu-sapu yang biasanya cukup tahan dengan polutan dari limbah domestik bisa menjadi indikasi beratnya pencemaran yang terjadi di Sungai Cileungsi dan ditengarai berasal dari limbah kimia yang dihasilkan pabrik-pabrik di wiayah tersebut.

“Untuk memastikan tingkat pencemaran Sungai Cileungsi, kami akan meminta data pemeriksaan kondisi air terakhir dari DLH Kabupaten Bogor dan DLH Bekasi, serta mengecek keakuratan hasil pemeriksaan tersebut ke Labolatorium yang melakukan pengecekan,” tegas Teguh Nugroho.

Selain melakukan pemeriksaan di sungai, Teguh dan jajarannya melakukan pemeriksaan terhadap dua IPAl (instalasi Pengolahan Air Limbah) dua perusahaan yang menurut DLH Kabupaten Bogor telah mengalami perubahan sejak LAHP Ombudsman Perwakilan Jakarta Raya diberikan. “Kami menemukan, adanya ketidaksesuain standar paling minimum dalam proses pengolahan limbah di salah satu perusahaan yang kami datangi,” katanya.

Temuan Ombudsman misalnya menunjukan pengolahan limbah B3 padat yang dibiarkan berserakan di gedung pabrik yang diperiksa, ada kebocoran di IPAL, dan tidak tersedianya informasi hasil pemeriksaan limbah terakhir. (*)

Artikel ini telah dibaca 23 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Puluhan Organisasi Wartawan Solid, HPN Bekasi Raya 2026 Siap Digelar di GCC

18 April 2026 - 18:37 WIB

Protes Status Tersangka Tukang Ojek Akibat Jalan Berlubang, F-Speed Pandeglang Tuntut Keadilan

24 Februari 2026 - 16:21 WIB

Kelola 77 Persen Sampah, Banyumas Siap Jadi Percontohan Nasional

4 Februari 2026 - 07:29 WIB

947 Peserta Ikuti Seleksi PPPK Tahap II Kota Bekasi di BKN Jakarta

6 Mei 2025 - 08:42 WIB

Pemkot Bekasi Bekukan Sementara Worldcoin dan World ID Buntut Pemindaian Retina

5 Mei 2025 - 10:12 WIB

Wali Kota Bekasi Tegaskan Aparatur bukan hanya Administrator tapi juga Eksekutor

21 April 2025 - 12:06 WIB

Trending di Berita Terbaru