fbpx

“Alhamdulillah, Caleg Gagal di Bekasi Tidak Ada yang Gila”

caleg gagal di bekasiFoto ilustrasi

BEKASIMEDIA.COM – Perhelatan Pemilu Serentak tahun 2019 di Kota Bekasi cukup menguras tenaga, pikiran dan tentu saja biaya. Persaingan antar caleg juga sangat ketat. Tak hanya caleg antar partai, tetapi juga sesama partai. Pengumuman aleg terpilih sampai tertunda karena ada yang menggugat ke Mahkamah Konstitusi.

Namun gelaran demokrasi yang melelahkan itu tidak membawa efek negatif terhadap caleg yang gagal melenggang ke DPRD Kota Bekasi, setidaknya hingga Jumat (16/8/2019) ini tidak ada yang mengalami gangguan jiwa.

Hal ini diungkapkan Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Chasbullah Abdulmajid Kota Bekasi, dr Kusnanto Saidi. Dokter senior itu mengatakan pihaknya tidak menerima laporan adanya caleg gagal yang mengalami gangguan jiwa.

“Sejauh ini tidak ada informasi, mereka yang gagal ke parlemen Kalimalang mengalami gangguan jiwa,” ungkap dr. Kusnanto Saidi kepada bekasimedia.com, Jumat (16/8/2019).

Kabar ini patut mendapatkan apresiasi, pasalnya di berbagai daerah lain di Indonesia, banyak kisah tentang caleg gagal yang mengalami depresi.

Salah satunya Arif, bukan nama sebenarnya. Dikutip dari BBC, Arif bertarung di kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, untuk duduk di kursi anggota dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD).

Sejak tiga hari setelah hari pencoblosan hingga Kamis (16/5) lalu, Arif justru duduk di tempat lain: panti rehabilitasi jiwa dan narkoba di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. Ia stres usai gagal memperoleh kursi parlemen.
“Kacau. Bingung,” imbuh Arif, lirih.

Selain Arif, masih ada puluhan caleg gagal yang memilih menetap dan mengikuti proses penyembuhan di panti rehabilitasi tersebut. (dns/eas)

Be the first to comment on "“Alhamdulillah, Caleg Gagal di Bekasi Tidak Ada yang Gila”"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: