fbpx

Menggali 3 Kunci Sukses Belajar dalam Hikmah Sejarah Iedul Qurban

BEKASIMEDIA.COM – Ketua Yayasan Prestasi Cendikia, H.Surono menyatakan ada 3 hikmah dan pelajaran besar yang dapat diambil dari kisah nabi Ibrahim berkaitan dengan momentum Iedul Adha (hari raya kurban) 1440 hijriyah.

Ditemui disela sela acara Taskia Berkurban bertajuk ‘Tingkatkan Kepedulian Melalui Berkurban’ Senin, (12/8/2019) ketua Yayasan mengutip kisah perjalanan nabi Ibrahim yang bisa diambil oleh para siswa siswi SDIT Prestasi Cendikia, Karangsatria, Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

“Dengan momentum hari raya Qurban ini bisa kita ambil hikmahnya. Kita berharap anak anak ini memiliki sifat dan prinsip prinsip yang diajarkan nabi Ibrahim alaihissalaam,” ujarnya.

Pertama, keluarga nabi Ibrahim memiliki keta’atan penuh terhadap peritah Allah subhanahu wata’ala, tentunya keta’atan yang diiringi dengan kesabaran, karenanya jika tidak diiringi dengannya kita akan mudah lelah bahkan mudah putus asa.

Gambarannya adalah ketika nabi Ibrahim diperintahkan oleh Allah untuk menyembelih anaknya, beliau melakukannya dengan sepenuh hati _sami’na wa atho’na_ (kami dengar dan kami ta’ati) meskipun itu berat. Selain perintah itu sendiri berat perintahnyapun disampaikan melalui mimpi.

Hikmahnya adalah apapun perintah Allah jangankan yang berat, yang ringan sekalipun harus penuh dengan keta’atan dan harus penuh dengan kesabaran sebagaimana yang di ajarkan nabi Ismail dengan ucapannya yang diabadikan dalam Al Qur’an _satajiduni inshaallahu minassobirin_ (semoga engkau mendapatiku sebagai bagian dari orang orang yang sabar)

Hikmah kedua adalah dalam meraih kesuksesan itu perlu dilakukan dengan kerjakeras, sebagaimana yang dilakukan Siti Hajar, istri nabi Ibrahim, saat itu berlari dari Saffa ke Marwah sebanyak 7 kali bulak balik yang sekarang diabadikan dalam ritual wajib ibadah haji (sai) untuk menjemput rizki.

“Kita mengajarkan kepada anak anak bahwasannya setiap kita mempunyai cita cita dan tentunya harus dijalankan dengan kuat. Ketika kita belajar, menghafal Qur’an, lalu bagaimana kita menyempurnakan ikhtiar kita dengan kuat sehingga mendapatkan hasil yang baik,” imbuhnya.

Selanjutnya adalah tentang kekuatan sebuah do’a. Nabi Ibrahim senantiasa di dalam kehidupannya selalu melibatkan Allah, selalu berdo’a kepada Allah _ya Allah anugerahkanlah kota ini menjadi kota yang aman dan tentram_ , jadi selain ia berdo’a untuk anak dan keluarganya juga untuk negerinya. Ini menandakan manusia itu adalah hamba yang lemah dihadapan Allah, manusia tidak memiliki daya dan upaya melainkan kekuatan dari Allah subhanahu wata’ala

Betapapun kerasnya ikhtiar kita janganlah ketika mendapatkan hasilnya lalu menjadi sombong, untuk itu diperlukanlah do’a sebagai landasan ruh setiap perjuangan dan pengorbanan, disanalah peran Allah ada. Karena hakekatnya yang memberikan keberhasilan seseorang itu dari Allah, dan begitupun saat kita jatuh, kita sudah berikhtiar dan berdo’a bahwa segala sesuatunya berasal dari Allah.

“Inilah yang kita tanamkan kepada siswa siswi melalui momentum kurban ini, dan ada beberapa rangkaian kegiatan yang mengiringi kegiatan kurban ini diantaranya momentum menghadirkan 2 orang anak hafidz qur’an sebagai success story untuk memberikan pengalamannya bagaimana cara memghafal Qur’an, dan satu lagi kegiatan penggalangan dana pembangunan masjid untuk saudara saudara kita di Lombok yang terkena musibah bencana gempabumi,” pungkasnya. (denis)

Be the first to comment on "Menggali 3 Kunci Sukses Belajar dalam Hikmah Sejarah Iedul Qurban"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: