BEKASIMEDIA.COM

Menu

Mode Gelap
Heri Sholihin Menang, Kota Bekasi Punya Wali Kota Baru Soal Kisruh Data PKH Ini Penjelasan, Anggota DPRD Enie Widhiastuti Ketua Fraksi PKS Kota Bekasi Terkait TKK Minta Pemkot Lakukan Langkah Ini Bawaslu Kota Bekasi Ingatkan di Masa Sosialisasi Para Caleg dan Partai Pahami Aturan yang Berlaku Islamic Book Fair 2023: Memperkenalkan Buku sebagai Pilar Peradaban

Berita Terbaru · 3 Agu 2019 23:40 WIB ·

Emak-emak Pendaki ini Kembali Turun Gunung di Parlemen Kota Bekasi


 Emak-emak Pendaki ini Kembali Turun Gunung di Parlemen Kota Bekasi Perbesar

BEKASIMEDIA.COM – Eka Widyani Latif, Anggota Legislatif Terpilih dapil 3 kota Bekasi mantap kembali melenggang ke parlemen. Sebelumnya ia pernah menjadi anggota dewan fraksi PKS DPRD Kota Bekasi periode 2004-2009.

Eka mengaku merasa terpanggil kembali saat dicalonkan menjadi aleg pada Pemilu 2019, khususnya untuk dapil 3 kota Bekasi (Rawalumbu, Mustikajaya dan Bantargebang).

Wiraswasta, praktisi dan aktivis sosial yang concern pada pendidikan dan pembinaan skill anak-anak berkebutuhan khusus ini berharap tujuan yang diinginkan masyarakat tercapai melalui sikap politik dan kebijakan anggota dewan.

Membawa spirit emak-emak gaul yang gemar mendaki gunung, ia tentu akan mewakili suara perempuan dan anak-anak kota Bekasi di parlemen.

Eka menyatakan, untuk mewujudkan kota Bekasi yang ramah anak dan perempuan masih perlu perjuangan ekstra karena jika hanya bermain di tataran kebijakan saja tanpa sering terjun ke lapangan, hasilnya tidak akan maksimal.

Oleh karena itu ia menekankan pentingnya upaya preventif (pengendalian sosial guna mencegah dan atau mengurangi risiko buruk suatu peristiwa), kuratif (pengobatan) dan rehabilitatif (pemulihan).

“Sekarang ini, lembaga-lembaga yang ada yang mengurusi persoalan anak dan perempuan di kota Bekasi masih berjalan di tataran rehabilitatif,” ujarnya saat ditemui di kantor DPD PKS Kota Bekasi, Jl. KH. Noer Ali, Kalimalang, Bekasi Selatan.

Ia menilai lembaga-lembaga yang ada memang sudah bekerja dengan maksimal. Namun tetap harus ada upaya “jemput bola” yang masif, mencari hingga ke akar permasalahan yang sering terjadi masyarakat, kaitannya dengan perempuan dan anak. Terutama masalah kekerasan terhadap anak.

“Ke depan, saya mau lihat dulu Perda (Perda soal keluarga, anak dan perempuan) yang ada bagaimana. Nah evaluasi dulu dari situ. apanya yang kurang, atau apa yang perlu di-back up. Inysa Allah dengan tupoksi anggota dewan itu bisa kita selesaikan,” sambungnya.

Mengenai predikat Kota Bekasi Layak Anak, Eka menyatakan itu sebuah pencapaian yang bagus.

“Predikatnya oke. Tapi “Layak Anak”-nya itu sendiri belum menyeluruh,” tukasnya.

Oleh karena itu ia kembali menekankan bahwa upaya preventif harus seiring sejalan dengan upaya kuratif dan rehabilitatif. (anr)

Artikel ini telah dibaca 41 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Puluhan Organisasi Wartawan Solid, HPN Bekasi Raya 2026 Siap Digelar di GCC

18 April 2026 - 18:37 WIB

Protes Status Tersangka Tukang Ojek Akibat Jalan Berlubang, F-Speed Pandeglang Tuntut Keadilan

24 Februari 2026 - 16:21 WIB

Kelola 77 Persen Sampah, Banyumas Siap Jadi Percontohan Nasional

4 Februari 2026 - 07:29 WIB

947 Peserta Ikuti Seleksi PPPK Tahap II Kota Bekasi di BKN Jakarta

6 Mei 2025 - 08:42 WIB

Pemkot Bekasi Bekukan Sementara Worldcoin dan World ID Buntut Pemindaian Retina

5 Mei 2025 - 10:12 WIB

Wali Kota Bekasi Tegaskan Aparatur bukan hanya Administrator tapi juga Eksekutor

21 April 2025 - 12:06 WIB

Trending di Berita Terbaru