fbpx

PKS, MUI dan PBNU Sepakat Menolak Wacana Penghapusan Pelajaran Agama di Sekolah

BEKASIMEDIA.COM – Setelah sebelumnya politisi PKS Hidayat Nurwahid dan Jazuli Juwaini mengeluarkan pernyataan tegas menolak wacana penghapusan pelajaran agama di sekolah, kini pernyataan serupa muncul dari MUI dan PBNU.

Ketua Komisi Dakwah MUI Pusat K.H. Muhammad Cholil Nafis, Lc., MA., Ph.D, mempertanyakan kewarasan usulan menghapus pelajaran agama.

“Waras ngga’ ya, negara yang berdasarkan Ketuhanan yang Maha Esa ko’ mau mengahapus pendidikan agama di sekolah. Pendidikan agama ya dimana-mana: di rumah juga di sekolah biar orang Indonesia jadi benar,” kata Kyai Cholil di akun twitternya, Jumat (5/7/2019).

Sementara itu Ketua Pengurus Harian Tanfidziyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Robikin Emhas menegaskan agama merupakan solusi perdamaian dunia. Karena itu, kata Robikin, jangan ada yang berpikir untuk meniadakan pendidikan agama di sekolah.

“Melalui agama Tuhan memperkenalkan dirinya, sehingga manusia mengenal sifat-sifat Tuhan. Kita mengenal Allah sebagai Tuhan Yang Maha Esa, Tuhan Yang Maha Pengasih dan Penyayang dan seterusnya justru karena peran agama,” kata Robikin dikutip dari Republika.

Wacana penghapusan pelajaran agama di sekolah menjadi ramai diperbincangkan pasca praktisi pendidikan Setyono Djuandi Darmono mengusulkan kepada Presiden Jokowi agar menghilangkan pelajaran agama di sekolah dan menggantinya dengan pelajaran budi pekerti.

Menurutnya pendidikan agama cukup diajarkan orangtua masing-masing atau lewat guru agama diluar sekolah.

Hal ini disampaikan Darmono usai bedah bukunya yang berjudul, “Bringing Civilization Together” di Jakarta, Kamis (4/7/2019).

(eas)

Be the first to comment on "PKS, MUI dan PBNU Sepakat Menolak Wacana Penghapusan Pelajaran Agama di Sekolah"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: