fbpx

Red Ginseng Akar Unik Legendaris Yang Banyak Manfaat

Salah satu herbal yang terpopuler di dunia adalah ginseng. Pada zaman dinasti Cho Chi Klu, 200 tahun sebelum masehi terkenal sebagai panasea, yaitu obat untuk segala penyakit.
Panax ginseng memiliki efek bioaktif yang sangat bermanfaat pada kesehatan manusia diantaranya sebagai antitumor, antistres, antiaging, dan meningkatkan fungsi imun.

Selama dinasti Han, sudah ditulis tentang tanaman sheng, yang kemudian dikenal sebagai ginseng, yang artinya akar dari surga.

Pada tahun 1883, genus ginseng ‘Panax’
ditambahkan. Panax berasal dari kata “pam” yang berarti semua, dan ‘axos’ artinya menyembuhkan. Jadi Panax ‘ginseng’ berarti akar dari surga yang
menyembuhkan semua penyakit. Dan secara klasifikasi tanaman, ginseng merupakan famili dari Araliaceae, genus dari Panax, dan merupakan spesies Panax ginseng L.

Ginseng, merupakan ramuan tak tergantikan dalam pengobatan tradisional Asia sejak lama.
Dan pada kenyataannya ginseng merah (budidaya) lebih terkenal dan paling baik khasiatnya. Tak heran, harganya pun sangat mahal jika dibandingkan ginseng gunung.Red ginseng yang terkenal berasal dari Korea. Dan menjadi kebanggaan Negeri Ginseng, Korea. Dalam bahasa Korea, ginseng dinamakan ” 인삼 ” (baca : insam diartikan ‘tubuh manusia’) .

Ada dua macam jenis ginseng di Korea. Ginseng liar yang tumbuh di hutan-hutan
lebat pegunungan dinamakan “산삼” (baca: sansam, ginseng gunung). Sansam adalah ginseng liar, sementara insam adalah ginseng merah yang dibudidayakan.
Ginseng merah (RG-Red Ginseng) merupakan tanaman yang dipanen setelah enam tahun, tidak dikupas, dan dikeraskan pada air mendidih 1000C, sehingga memberikan warna coklat kemerahan yang mengkilap.

Pengukusan akar ini, diperkirakan merubah komposisi biokimia di dalamnya dan bermanfaat untuk mencegah terjadinya kerusakan terhadap bahan aktifnya. Lalu akar ini dikeringkan.

Ginseng merah lebih banyak dikenal sebagai obat herbal dibandingkan ginseng putih karena lebih banyak manfaatnya dari proses perubahan biokimia tersebut. Meski tidak tahu kapan persisnya pertama kali ginseng dibudayakan di Korea, namun kualitasnya sudah diketahui sejak lama.

Ginseng korea berkualitas baik dikarenakan ditanam pada tanah subur dengan iklim yang mendukung. Untuk mendapatkan kandungan saponin yang maksimal, maka ginseng harus ditanam selama 6 tahun, waktu yang lama sekali.

Sebenarnya, kandungan saponin sudah mulai ada sejak ginseng berumur 1-3 tahun. Namun, usia 6 tahun adalah yang paling maksimal. “Tak heran, ginseng yang sudah berusia 6 tahun memiliki harga jual yang fantastis sekali, yaitu hingga jutaan rupiah”, demikian ujar dr Riris.

Sejak lama orang Korea menghargai ginseng dan berusaha keras memilikinya. Seseorang yang mencari ginseng liar di gunung dan menjualnya dinamakan sinamani (penggali ginseng liar).

Karena menganggap sansam (ginseng gunung) adalah hadiah dewa gunung (산신, baca : sansin), sebelum menggali ginseng mereka berdoa terlebih dahulu kepada dewa gunung dan berhati-hati dalam berkata dan bertindak. Jika menemukan sansam, mereka akan berteriak
“sim bwatda” (saya sudah menemukannya), lalu melakukan ritual kepada dewa gunung
sebelum menggalinya dengan hati-hati. Dalam mitologi Korea, sansam adalah obat penyembuh yang dihadiahkan dewa. Ia bahkan hidup dan bisa berbicara.

Pada saat ini, insam (ginseng merah) sudah dibudidayakan secara luas karena khasiatnya bagi manusia, antara lain
efektif membantu melawan kanker dan penyakit, berfungsi sebagai tonik, bahan makanan, minuman kesehatan dan sebagainya. Dan di Indonesia, produk dengan kandungan ginsengnya terdapat pada produk minuman kesehatan, kapsul, dan serbuk yang biasa dicampur dengan jahe merah. Ada juga yang menjadi bahan tambahan pada produk untuk
membantu mengatasi masuk angin.

Manfaat Red Ginseng

Menurut dr. Riswahyuni Widhawati, M.Si,
yang akrab dipanggil dengan dr Riris, dokter lulusan Herbal Medik Universitas Indonesia, yang juga HUMAS dari Perdaweri (Perhimpunan Dokter Anti Penuaan, Wellness, Estetik dan Regeneratif) Banten. bagian yang dipergunakan dari Red Ginseng sebagai pengobatan adalah akarnya. Sedangkan penjelasan secara umum tentang keseluruhan tanaman Panax ginseng adalah tumbuhan yang mempunyai daun berbentuk lima jari atau menyerupai telapak tangan dengan bunga berwarna hijau kecil serta aromatic yang bercabang, buah merah, dan akar coklat kekuningan.

Akar Panax ginseng berstruktur tebal yang menyerupai bentuk seperti manusia. Mempunyai batang bercabang, dengan tinggi tanaman 20 – 40 cm. Biasanya,
tiga daun majemuk masing-masing memiliki liman bergerigi (runcing dan bergigi). Bunga-bunga kecil terdapat dalam satu bola seperti klaster, di mana tangkai daun memenuhi batang.

Kandungan kimia akar ginseng terdiri atas triterpene saponin, minyak esensial yang mengandung poliasetilen dan sequiterpenes, polisakarida, peptidoglikans, nitrogen, asam lemak, karbohidrat, dan fenol. Komponen yang dipercaya mempunyai banyak efek
farmakologi adalah interpene saponin, yang disebut ginsenoside.

Panax ginseng memiliki toksisitas yang rendah. Efek samping ditemukan pada penggunaan dosis tinggi dan penggunaan dalam waktu jangka panjang. Efek samping yang dapat terjadi seperti hipertensi, mual, diare, sakit kepala, mastalgia (nyeri berasal dari payudara atau jaringan di sekitarnya), insomnia, dan ruam kulit.

Namun data toksisitas yang diperoleh
menunjukkan pengobatan ginseng memiliki toksisitas rendah. Toksisitas LD50 dari akar ginseng pada tikus dilaporkan sebesar 10-30 g /kg BB.

Beberapa uji klinis yang menunjukkan manfaat dari Korea Red Ginseng (KRG) diantaranya berasal dari data jurnal Ki-Chan Ha, Min-Gul, Mi-Ra, dkk yang melakukan uji pada sukarelawan
yang berusia 30 – 70 tahun, menunjukkan efektifitas Panax ginseng dalam mengatasi kejadian Influenza Like Illness (ILI) dan infeksi saluran nafas atas, “metode penelitian yang digunakan adalah Randomized Control Trial (RCT), dimana penelitian dilakukan secara randomisasi pada subjek uji yang sehat yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi setelah 12 minggu mengkonsumsi panax ginseng dan plasebo terdapat hasil yang bermakna untuk kesembuhan,” ujar dokter yang juga menjabat sebagai Sekjen PPKestraki (Perkumpulan Profesi Kesehatan Tradisional Komplementer Indonesia) dan Humas Perdaweri Banten.

Manfaat Bagi Kesehatan Seksual Pria

Bagi disfungsi ereksi (DE), anjuran dosis KRG diberikan dosis 900mg atau 600-1.000mg, 3 kali per hari selama 12 minggu menunjukkan efektifitas membantu disfungsi ereksi. Dalam penelitian terapi herbal KRG untuk DE pda panax ginseng, tentang bukti efektivitas ginseng merah dilakukan oleh Jang Dai Ja, et al., dengan menggunakan tinjauan sistematis dan meta analisa, dengan menggunakan metodologis RCT variabel (dari 1 hingga 5), dengan menggunakan satu metode acak, dan hanya satu RCT yang menguraikan metode double blind. Uji coba tersebut mengevaluasi 363 pria berusia 24 tahun – 70 tahun.

Kisaran durasi ED (Ejakulasi Dini) adalah 1 hingga 30 tahun. Durasi pengobatan berkisar antara 4 hingga 12
minggu. Dosis ginseng merah yang diberikan adalah 600 mg, tiga kali sehari dalam empat percobaan, 900 mg dalam dua penelitian dan 1000 mg dalam satu percobaan.Tiga uji coba dilakukan pada pasien ED psikogenik , satu pasien impotensi vaskulogenik dan tiga pasien
lainnya adalah ED campuran. Parameter hasil subyektif dalam percobaan ini adalah Indeks Internasional Fungsi Ereksi (IIEF), kuesioner fungsi seksual Watts, pertanyaan yang diberikan tentang kemanjuran secara global (terutama untuk ereksi cukup atau kepuasan normal) dan penulis membuat kuesioner wawancara struktural terkait dengan fungsi ereksi (tanpa menguji validitas dan reliabilitas). Dan hasil penelitian tersebut memberikan bukti sugestif untuk efektivitas KRG dalam pengobatan DE (Disfungsi Ereksi). Sedangkan untuk ejakulasi dini ekstrak KRG diberikan dengan dosis 350mg selama 8 minggu.

Manfaat Bagi Kesehatan Wanita

Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa KRG dapat memperbaiki kondisi kesehatan dan kepuasan seksual wanita yang memasuki masa menopause menunjukkan kepuasan seksual yang lebih baik dan lebih sedikit mengeluhkan depresi atau gangguan mood. KRG juga dapat meningkatkan kadar antioksidan pada wanita menopause.

Dari hasil penelitian Chung Ho Seok et al., yang dilakukan pada wanita premenopause yang berusia 31 tahun – 51 tahun wanita yang mengalami disfungsi seksual dalam populasi berbasis komunitas pada bulan September 2011 hingga Mei 2012, dengan syarat skor kuesioner Indeks Fungsi Seksual Wanita (FSFI) kurang dari 26,5 pada evaluasi awal pada wanita yang melakukan interaksi seksual setidaknya 4 kali sebulan dengan pasangan seksual
yang tetap, dengan menstruasi teratur selama 1 tahun.

Hasil penelitian tersebut adalah pemberian ekstrak KRG oral meningkatkan fungsi seksual pada wanita pramenopause, hal ini menyatakan bahwa ekstrak KRG memiliki efek plasebo yang substansial pada wanita premenopause dengan disfungsi seksual.

Pemberian dengan obat-obat yang dimetabolisme di hati dapat meningkatkan efek dan efek samping dari obat tersebut, contohnya amitriptyline (Elavil), clozapine (Clozaril), kodein, desipramine (Norpramin), dan lain-lain.Pemberian dengan obat antikoagulan dapat menyebabkan pendarahan karena efeknya saling bersinergis, contohnya warfarin, daclizumab (Zenapax), prednison (Deltasone, Orasone), kortikosteroid (glukokortikoid).

Interaksi dengan herbal lain

Pemberian panax ginseng dengan obat herbal lain dapat menyebabkan terjadinya penurunan gula darah, contohnya interaksi dengan pare, jahe, fenugreek, kudzu (Pueraria sp.), kulit pohon willow. Pemberian dengan jeruk pahit, ephedra dan country mallow dapat menyebabkan peningkatan irama jantung yang tidak teratur.

Interaksi dengan makanan

Dijelaskan oleh dr Riris Wd, bahwa pemberian panax ginseng bersama alkohol dapat meningkatan proses pembersihan alkohol dalam darah. Namun harus berhati-hati dalam mengkonsumsi Panax ginseng bersama kopi dan teh karena dapat mempercepat detak jantung dan menyebabkan rasa gelisah karena keduanya mengandung kafein.

Efek Ergogenik Ginseng

Istilah ergogenic berarti suatu teknik latihan, peralatan mekanik, suplemen, nutrisi, metode farmakologik. Atau teknik psikologik yang dapat meningkatkan kinerja dalam latihan fisik dan atau meningkatkan adaptasi latihan.
Komponen zat aktif ginsenoside pada Panax ginseng, dalam berbagai penelitian
menunjukkan bahwa Panax ginseng mampu meningkatkan kinerja fisik, meningkatkan fungsi psikologis, fungsi imun, dan anti diabetik.

Penelitian tentang efek ergogenik ginseng memberikan hasil yang bervariasi. Banyak penelitian bermakna jika dilakukan dengan menggunakan ekstrak ginseng standar, durasi penelitian lebih dari 8 minggu, dosis lebih dari 1 gram akar kering atau ekuivalen dan jumlah subjek yang lebih besar. Hal ini secara umum menunjukkan bahwa Panax ginseng aman digunakan dan memberikan manfaat terhadap efek ergogenik.

Data Manfaat Panax ginseng Yang Lain

Akar ginseng dapat dikunyah, atau diambil sebagai serbuk, ekstrak cair, rebusan, atau infus.Tingkat ginsenosides dapat bervariasi tergantung pada waktu dan seduhan jenis sediaan. Konsentrasi ginsenosida dapat bervariasi sekitar 64-77 persen. Persiapan kasar 1-2gram kering bubuk akar dapat diambil setiap hari sampai tiga bulan, menurut rekomendasi Komisi Jerman.

Sebuah rebusan dapat dibuat dengan merebus 3-9gram akar yang dikeringkan
dalam 720-960 ml air selama 45 menit. Ekstrak cairan (konsentrasi 1:2) dibuat dari akar mentah didapatkan pada dosis1-6 mL sehari. Sebuah infus dapat dibuat dengan menuangkan 150-250ml air mendidih lebih dari 1-2gram akar, seduhan ditutup selama 10 menit.

Dosis Panax ginseng ekstrak standar sampai 4 persen ginsenosides adalah 200mg per hari, dibagi dalam dosis, menghasilkan 8 ginsenosides mg per hari. Laporan lainnya menyarankan dosis jauh lebih tinggi dari 80-240 mg ginsenosides sehari – hari mungkin diperlukan dalam beberapa kasus. Pada pemakaian jangka pendek direkomendasikan dosis 0,5 – 2gram akar kering per hari, dengan ginseng diambil dalam bentuk teh atau dikunyah. Formula kapsul yang umumnya diberikan dalam dosis 100 sampai 600mg per hari biasanya dalam dosis terbagi.

dr. Riris menyampaikan bahwa dari beberapa jurnal juga menjelaskan bahwa Panax ginseng aman digunakan dalam jangka panjang, “jika dilakukan dengan cara dalam waktu 2 minggu bebas ginseng setiap pemberian selama 2-3 minggu dan dianjurkan dikonsumsi setelah makan,” ujarnya.

Dr. Riris Wd menambahkan bahwa herbal Red Ginseng bersifat preventif dan promotif, memiliki manfaat potensial meningkatkan kerja fisik dan mental jika dikonsumsi jangka panjang dan dosis yang cukup. Efek ergogenik ginseng tidak terlihat pada jangka pendek.

Secara umum, suplemen ginseng aman, efek toksistas yang rendah. Meski demikian, ia menekankan bahwa apapun yang dikonsumsi secara berlebihan atau tidak sesuai dosis dan kondisi dapat berdampak negatif pada sistim organ tubuh. Dan sebaiknya hindari penggunaannya pada ibu hamil, ibu menyusui, dan dilarang diberikan pada anak-anak.

Efek samping yang pernah dilaporkan adalah pemberian dalam waktu jangka panjang dengan dosis 3gram akar ginseng per hari. “Oleh karena itu herbal dalam bentuk suplemen, kemasan, herbal apapapun harus digunakan dengan hati-hati dan jika mengalami kesulitan, sebaiknya berkonsultasilah dengan ahlinya,” pungkasnya. (*)

Be the first to comment on "Red Ginseng Akar Unik Legendaris Yang Banyak Manfaat"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: