fbpx

Hadapi Era Modern, Universitas Mercu Buana Ajak Remaja Belajar Agama Lewat Media Digital

BEKASIMEDIA.COM – Dosen Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Mercu Buana, Kampus Jatisampurna menggelar kegiatan Pengabdian Masyarakat dengan mengangkat tema “Bina Karakter dan Akhlak di Era Teknologi Komunikasi Digital pada Remaja Warga Bintara VI Bekasi Jaya” di Rumah Harapan yang berada di Kawasan Pemulung – Bintara Jaya, Bekasi, Minggu (3/3/2019).

Salah satu dosen Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Mercu Buana Kampus Jatisampurna, Dr. Santa Lorita Simamora menyatakan bahwa diadakannya kegiatan ini bertujuan untuk menyadarkan remaja mengenai kehadiran teknologi komunikasi era digital saat ini dapat dijadikan sebagai wasilah, yaitu sebagai sarana atau media menimba ilmu agama. 

“Saya ingin berkomunikasi dengan remaja melalui pendekatan agama. Tujuannya untuk membuka kesadaran hati dan alam pikir remaja bahwa kehadiran teknologi komunikasi era digital saat ini dapat dijadikan sebagai wasilah, yaitu sebagai sarana atau media menimba ilmu agama. Dengan kata lain, remaja memiliki kesadaran untuk mengakses, mengonsumsi konten-konten positif atau ajaran agama Islam melalui media komunikasi digital, sehingga dapat membentuk karakter dan akhlak remaja muslim/muslimah,” jelas Dr. Santa.

Menurut Dr. Santa, alasan Pengabdian Masyarakat kali ini difokuskan untuk remaja karena anak-anak zaman now yang lahir pada era 2000-an atau yg biasa disebut generasi Z, hidup di zaman teknologi yang kian berkembang, di mana salah satunya dapat mudah mengakses media sosial, seperti Facebook, Instagram, dan YouTube. Namun hidup di teknologi canggih tak selamanya berdampak positif, banyak juga yang bisa menyesatkan remaja. Terlebih bagi remaja warga Bintara VI Bekasi Jaya yang dinilai masih kurang dalam ilmu agama.

“Hidup di teknologi canggih, banyak yang bisa menyesatkan kalian.. Misal pornografi, kekerasan, kejahatan yang bisa membuat pikiran kalian generasi-generasi yang bisa menjadi generasi salih dan salihah malah rusak. Padahal kalian bisa hafal Alquran. Yang bisa hafal Alquran dijamin dalam kehidupan di dunia dan di akhirat,” ujar Dr. Santa di hadapan puluhan remaja warga Bintara VI Bekasi Jaya.

Dr. Santa juga mencontohkan bagaimana menggunakan teknologi komunikasi era digital dengan bijak untuk belajar agama, seperti untuk mencari informasi cara shalat yang baik dan sesuai ajaran rasulullah, serta mencari ayat-ayat Alquran dan hadist.

“Terkait YouTube dan Instagram, shalat yang baik yang dicontohkan rasulullah bisa dilihat di YouTube dengan kata kunci yang benar. Misal ‘shalat wajib sesuai contoh rasulullah’. Lihat yang paling atas karena ratingnya tinggi atau paling banyak dilihat. Semua bisa kita lihat di YouTube. Sementara Alquran bisa kita download. Alquran ada digital. Kita bisa menggunakan teknologi untuk mencari ayat-ayat Alquran dan hadist-hadist. Jangan salah memasukan kata kunci. Misal YouTube mencari kata cinta, bisa menjurus ke porno. Itu salah satu jebakan hacker yang ingin merusak akhlak-akhlak kalian,” ucap Dr. Santa.

Melalui internet, lanjut Dr. Santa, remaja juga bisa mencari doa sehari-hari, mulai dari sebelum dan sesudah makan, sebelum dan bangun tidur, masuk dan keluar toilet, sebelum dan sesudah wudu, mau mengenakan pakaian, dan lain-lain. 

Menurutnya, semua doa sehari-hari itu bisa dicari di Google, YouTube, hingga men-download-nya di Google Play Store. Di salah satu aplikasi yang beliau download di Google Play Store, yaitu bernama “Apa Doanya: Doa & Dzikir” oleh Rahmadi Deswira, setidaknya tersedia total 60 macam doa.

Di akhir, Dr. Santa kembali mengingatkan kepada para remaja bahwa generasi Z sudah pasti akan membuka internet. Oleh karenanya, Dr. Santa berpesan agar para remaja menggunakan teknologi canggih untuk belajar agama dan menghindari untuk membuka konten-konten yang buruk.

“Ada media teknologi yg begitu canggih yg disebut media teknologi digital, dimana kalian sebagai generasi-generasi Z itu tidak bisa tidak akan bertemu, tidak bisa tidak akan berinteraksi, jadi pastinya kalian akan pernah buka internet. Kalau tidak punya hp, mungkin ke warnet, mungkin di sekolah ada internet, pastinya akan terhubung ke dunia internet. Jadi maksud Bu Santa ajak kalian ngobrol hari ini adalah untuk kasih tahu kalian bisa menggunakan teknologi canggih tadi untuk belajar agama. Kalau kalian membukanya konten-konten yang buruk, Allah itu Maha Tahu, karena kalian tadi sudah mengatakan bahwa yang menciptakan kita adalah Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Segala perbuatan kita itu Allah akan tahu,” tutup Dr.Santa.

Sekadar informasi, kegiatan pengabdian tersebut terselenggara atas kerja sama dengan Rumah Harapan dan beberapa sponsor yang enggan disebut namanya. Rumah Harapan yang berada di Kawasan Pemulung – Bintara Jaya, Bekasi merupakan suatu bentuk kepedulian sekelompok masyarakat yang kemudian menciptakan wadah untuk membangun semangat anak-anak yang enggan bersekolah dan tidak mampu untuk melanjutkan pendidikan formal. (Monic)

Be the first to comment on "Hadapi Era Modern, Universitas Mercu Buana Ajak Remaja Belajar Agama Lewat Media Digital"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: