fbpx

Soal Plagiat Logo HUT Kota Bekasi, Chairoman: Ini Kota Kreatif apa Kota Manipulatif?

BEKASIMEDIA.COM – Ketua komisi 1 DPRD kota Bekasi Chairoman Joewono Putro menyatakan sangat menyayangkan bantahan Sekdiskominfostandi dalam sebuah koran lokal terkait dugaan plagiat desain logo Milad kota Bekasi. Padahal sang pembuat logo sendiri mengakui bahwa ia mengunduh logo dari Google Free.

“Menariknya si pembuat logo mengakui, dan sayangnya diskominfo membantah. Di mana Pemkot yang harusnya menjadi pioneer, yang akan jadikan simbol kota kreatif sebagai satu bagian misi kota Bekasi 5 tahun ke depan, tidak mampu menjadi mediator bahkan katalisato?” ujarnya kepada bekasimedia.com di kantornya, ruang fraksi PKS gedung DPRD Kalimalang, Jum’at (22/2/2019)

Sepatutnya kata Chairoman, jika jargon kota kreatif akan digaungkan maka disikapi dengan pengakuan yang bijak bukan dengan bantahan. “Orang ada yang melakukan plagiat dibantah, serta ada pembelaan yang gak perlu. Nah ini memberi contoh yang negatif,” lanjutnya.

Jika kasus manipulatif seperti ini terjadi, lalu sikap Pemkot juga tidak tegas, kata Chairoman, pihaknya khawatir malah situasi tidak kondusif. Padahal suasana yang diinginkan adalah semua elemen masyarakat dapat tampil dengan mudah, tanpa ragu, tanpa merasa terancam, tenang, nyaman, dapat menampilkan kreativitas dengan tenang, berinovasi dan lain-lain.

Belum lagi karena sekarang ini Indonesia akan menyongsong era revolusi industri 4.0. Di mana Kota-kota besar menjadi tumpuan lahirnya kota-kota kreatif. Di mana anak muda dimobilisasi potensinya. Mereka berpeluang besar jadi backbone pertumbuhan ekonomi di daerah. Karena mereka ujung tombak dari kreativitas inovasi itu dijalankan.

“Kota yang dinamis, tolok ukurnya pemuda. Kalau anak muda jadi backbone kedinamisan Kota disuguhkan dengan sesuatu kasus yang lucu, jadi bingung ini kota kreatif atau manipulatif?” imbuhnya.

Politisi PKS ini juga mengatakan kasus ini sebenarnya adalah contoh kasus sederhana yang perlu disikapi secara bijaksana.

“Butuh kebijaksanaan, Akui, perbaiki, sehingga orang dapat teladan. Bagaimana kesalahan diperbaiki dengan bijak, smart sehingga kita merasa dipimpin oleh pemimpin daerah yang kreatif dan cerdas dan berjiwa besar,” pungkasnya.

Sebelumnya pembuat logo resmi HUT ke 22 Kota Bekasi, Engkun dari Kominutas Seni Pintu Aer mengakui membuat logo tersebut dari men download di google free.

“Ya saya mendownload dari google free. Soal teknik pewarnaan angka 22 tidak banyak perubahan (logo HUT ke 23 Kota Tangerang. red),” ungkap Engkun.

Dimasukannya empat infrastruktur di logo tersebut, kata dia, untuk mempertegas pembangunan Kota Bekasi.

Logo HUT Kota Bekasi secara resmi diumumkan di ruang Media Press Room Humas Pemkot, Senin (18/2/2019).

Pembuatan logo tersebut dinilai sebagian kalangan dari sisi desain kurang kreatif dan pembuatnya kurang memahami filosofi kemajuan di Kota Bekasi di HUT ke 22 ini bahkan mirip dengan logo hut kota Tangerang.

“Masalah logo yang dipakai oleh Pemkot Bekasi kami tidak mengetahuinya, karena memang disain logo tersebut pada 2016 kami yang buat. Kalau untuk masalah ijin atau beli Pemkot Bekasi tidak ada komunikasi dengan kita. Sebenarnya tidak masalah, bahkan kami bangga jika Pemkot Bekasi mengikuti logo kita,” ujar Mualim, Kasubag Humas Pemkot Tangerang Kota, Senin (19/2). (dns)

Be the first to comment on "Soal Plagiat Logo HUT Kota Bekasi, Chairoman: Ini Kota Kreatif apa Kota Manipulatif?"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: