fbpx

Relevansi Kepemimpinan Kepala Sekolah

Ilustrasi (ist)

Oleh: Dr. Diyah Yuli Sugiarti (Kaprodi Manajemen Pendidikan Islam UNISMA Bekasi)

Dalam teori kepemimpinan (leadership) gaya kepemimpinan yang harus dimiliki pemimpin masa kini adalah kepemimpinan karismatik (amanah dan berwibawa), visioner (menatap masa depan), transformasional (mampu memahamkan visi misi), situasional (mengenal potensi dan mampu meningkatkan kualitas bawahannya). Sedangkan dalam ilmu manajemen pemimpin harus mampu bekerja efektif dan efisiensi membawa organisasi dan bawahannya untuk mencapai tujuan.

Bila kondisi efektifitas dan efisiensi tercapai maka dianggap suatu keberhasilan kepala sekolah dalam manajemen sekaligus dinilai sebagai kinerja yang baik.

Kepala sekolah adalah pemimpin dalam institusi berbentuk sekolah. Sebagai pemimpin kepala sekolah harus memahami kepemimpinan dan manajemen. Karena dua prinsip ini adalah penentu keberhasilan dalam melaksanakan tugas wewenang dan tanggung jawabnya sekaligus membawa organisasi dan bawahannya berjalan sesuai arah yang telah ditetapkan sehingga akan mencapai keberhasilan.

Tak salah bila di antara persyaratan kepala sekolah harus memenuhi sebagai leader dan manajer.

Dalam pelaksanaan sebagai pemimpin, kepala sekolah harus memiliki pengaruh yang kuat kepada bawahannya. Sosok kepala sekolah harus kharismatik, memiliki ilmu dan pengalaman yang lebih luas, kepribadian yang bijaksana dan dan amanah. Seorang kepala sekolah adalah teladan dalam melaksanakan wewenang, tugas dan tanggungjawabnya.

Kepala sekolah membutuhkan posisi yang diakui secara kuat baik secara hukum maupun pandangan internal khususnya dari bawahannya. Posisi kepala sekolah yang kuat akan memberi dampak kekuasaan pengaruh yang tinggi. Sehingga akan mampu mengarahkan, membina, memerintah dan mengajak bawahannya untuk berkinerja tinggi sehingga tujuan akan lebih mudah dicapai.

Kepemimpinan kepala sekolah bukan sekedar besar bicara dan mengandalkan kekuasaannya. Menjadi tuntutan yang harus terpenuhi yaitu kepala sekolah juga memiliki kompetensi yang andal.

Kompetensi ini didapat bukan anugerah sejak lahir, tapi harus dipelajari dan diupayakan. Perlu tekad dan perjuangan untuk mendapatkannya. Maka Kepala sekolah tidak boleh berpangku tangan, tidak boleh merasa cukup/merasa tenang di zona aman. Dia harus dinamis dan terus bergerak menambah kompetensinya.

Dengan kepemimpinan kepala sekolah akan dinilai kinerjanya. Kinerja adalah hasil kerjà yang dicapai seseorang atau kelompok dalam organisasi sesuai dengan tugas, wewenang dan tanggung jawabnya. Dalam menghasilkan kinerja yang baik, kepemimpinan kepala sekolah membutuhkan komitmen, motivasi dan disiplin yang kuat.

Kinerja kepemimpinan kepala sekolah juga dipengaruhi budaya organisasi yaitu nilai-nilai, norma norma yang diyakini bersama untuk menentukan bagaimana semua anggota organisasi bertindak untuk mencapai tujuan. Oleh karena itu kepala sekolah sebagai pemimpin harus mampu menciptakan budaya organisasi yang sehat dan kondusif. Sehingga tercipta budaya yang menyenangkan bagi semua anggotanya.

Untuk menciptakan budaya dibutuhkan komunikasi kerjasama dan kolaborasi yang baik.

Tantangan seorang Pemimpin

Kepimpinan kepala sekolah juga akan dihadapkan pada berbagai perubahan yang sarat dengan tantangan dan peluang. Dalam kondisi ini kepala sekolah tidak boleh statis tetapi harus adàptif dengan perubahan.

Di sini sebagai pemimpin, kepala sekolah harus mampu memutuskan kapan sekolah yang dipimpinnya bertahan, kapan meningkat dan kapan berkembang. Kepala sekolah harus bisa menentukan perencanaan dan membuat langkah strategis dalam menghadapi tantangan perubahan.

Dalam menjawab tantangan dan mengambil peluang perubahan kepala sekolah harus tetap mengedepankan jaminan mutu sekolah atau mutu pendidikannya.

Di beberapa negara maju kepala sekolah adalah lulusan program studi khusus kepala sekolah pada perguruan tinggi. Di Indonesia belum ada program studi ini. Kepala sekolah diambil dari guru yang dianggap memiliki pengalaman mengajar yang cukup lama lalu mengikuti diklat kepala sekolah.

Dalam tataran implementasi di Indonesia masih banyak kepala sekolah yang ditunjuk tanpa memenuhi persyaratan sebagai kepala sekolah. Adapun persyaratan kepala sekolah, yaitu memiliki kompetensi kepemimpinan, manajerial, supervisi, interpreneurship dan kepribadian.

Masih juga ada kepala sekolah yang tidak mengikuti diklat kepala sekolah. Sementara guru yang sudah ikut diklat kepala sekolah, banyak yang menunggu posisi kosong kepala sekolah. Padahal yang menjabat kepala sekolah orang yang belum diklat.

Fenomena ini menunjukkan masih banyak kepala sekolah yang hanya memiliki posisi secara legal saja. Tapi tidak berkarismatik dan tidak berkompetensi. Bila ini dibiarkan, maka pendidikan Indonesia akan selalu tertinggal dari negara lain.

Sekolah sebagai institusi yang membangun kualitas SDM dan mencetak generasi bangsa seharusnya dipimpin oleh seorang pemimpin yang andal. Kepala sekolah harus memahami leadership dan merupakan sosok pemimpin pendidikan.
Karena dia adalah nahkoda kapal yang akan berlayar ditengah samudra.

Saat ini kepala sekolah harus memiliki jiwa kepemimpinan dan gaya kepemimpinan karismatik, visioner, transformasioner, dan situasioner. Maka kini menjadi tugas penting untuk menciptakan kepemimpinan kepala sekolah yang memenuhi kualifikasi dan kompetensi khususnya dalam kepemimpinan yang handal di Indonesia. Membenahi pemimpin sekolah berarti mengawali kemajuan pendidikan. Mengupayakan relevansi kepemimpinan kepala sekolah berarti menyambut perubahan dan kebangkitan pendidikan.[]

Be the first to comment on "Relevansi Kepemimpinan Kepala Sekolah"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: