fbpx

Peran Dosen Dalam Jurnalisme Pendidikan

Ilustrasi : corbis

Oleh: Dr. Diyah Yuli Sugiarti, S.E., M.Pd.I
(Kaprodi Manajemen Pendidikan Islam UNISMA Bekasi)

Pendidikan adalah aspek yang sangat strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Tujuan pendidikan nasional adalah mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, juga bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Melalui pendidikan tersebut warga negara diharapkan akan memiliki pengetahuan, keterampilan dan kepribadian yang andal.

Pendidikan yang maju akan membawa suatu bangsa maju. Keberhasilan pendidikan akan mewujudkan peradaban manusia.
Untuk mencapai tujuan pendidikan tersebut maka perguruan tinggi sebagai jantungnya perubahan peradaban harus memiliki jaminan mutu.

Mutu Perguruan Tinggi menuntut adanya kewajiban Tridharma perguruan Tinggi, yaitu 1. Pendidikan, 2. Penelitian dan 3. Pengabdian masyarakat.

Peran Dosen dan Tridharma Perguruan Tinggi

Kewajiban tridharma perguruan tinggi ini lebih dibebankan kepada Dosen sebagai pendidikan pada perguruan Tinggi.

Pada aspek pendidikan dosen harus melahirkan pendidikan yang menghasilkan lulusan yang berdaya saing. Lulusan program diploma harus menjadi ahli dan siap terjen dalam dunia kerja teknis, sedangkan lulusan program sarjana harus mampu berpikir secara teknis dan teori. Sedangkan lulusan program Pascasarjana untuk menjadi spesialis dan pakar di bidang ilmunya.

Dalam aspek penelitian dosen wajib membuat karya ilmiah. Hasil penelitian dosen selayaknya dipublikasikan secara nasional ataupun international, sehingga kebermanfaatannya dapat diambil masyarakat.

Aspek pengabdian kepada masyarakat adalah memberi pengetahuan, pelatihan, penyuluhan, serta pemberdayaan kepada masyarakat sehingga menumbuhkan kepekaan sosial dan kecerdasan. Demikian misi perguruan tinggi dalam berkontribusi menjawab permasalahan yang dihadapi masyarakat. Semakin baik tridarma perguruan tinggi maka semakin bermutu perguruan tinggi tersebut.

Tantangan Dunia Modern

Di samping tugas tridharma, Pendidikan tinggi yang bermutu juga harus dapat menjawab tantangan dunia modern.Dia harus berada di garda terdepan dalam penemuan, peningkatan dan pengembangan pemikiran dan ilmu pengetahuan.

Sebagaimana disampaikan oleh Uhar Suharsaputra bahwa perguruan tinggi adalah organisasi berbasis pengetahuan, penyampai pengetahuan dan pengembangan pengetahuan untuk membantu masyarakat agar semakin berkembang. Sehingga perguruan tinggi dapat dipandang sebagai organisasi yang memiliki peran dan tugas dalam kehidupan dan peradaban manusia.

Pelaksanaan peran dan tugas tersebut juga lebih dibebankan kepada dosen sebagai ujung tombak perguruan tinggi. Dosen harus memiliki kompetensi pedagogik, kompetensi sosial, kompetensi kepribadian dan kompetensi profesionalisme.

Dalam dimensi sosial, perguruan tinggi harus mampu memberikan sumbangan pemikiran dan memberikan solusi berbagai problem yang dihadapi masyarakat secara kompleks. Dan peran ini juga yang menuntut keilmuan dosen harus luas dan aplikatif. Bukan hanya mengetahui teori dan berbagai konsep tetapi memahami bagaimana teori dan konsep terintegrasi dengan permasalahan yang terjadi di tengah masyarakat dan diharapkan memberi berbagai solusi tentang kehidupan di berbagai aspek kehidupan.

Di sini perguruan tinggi harus mampu mengantarkan peran pendidikan masuk ke berbagai bidang yaitu politik, ekonomi, sosial dan budaya yang dalam jangka panjang akan dapat membangun peradaban manusia.

Dalam dimensi korporasi perguruan tinggi, dosen dituntut untuk menampilkan produknya kepada masyarakat luas. Akan lebih baik bila produk yang dihasilkan dapat manfaatkan oleh masyarakat.
Di sini perguruan tinggi yang bermutu adalah yang memiliki berbagai kreativitas dan inovasi. Dosen harus berupaya melakukan penemuan yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dari uraian di atas maka dosen bukan hanya sebagai pelaksanaan kewajiban tridarma perguruan tinggi dalam skala internal di institusinya saja, tetapi juga harus berperan secara eksternal membantu kesejateraan masyarakat, meningkatkan perbaikan dan peningkatan kehidupan manusia dan sosok pembangun peradaban.

Dalam era globalisasi, yaitu era keterbukaan berbasis teknologi, Informasi dan komuniskasi, maka apa yang dilakukan dosen bukan hanya sekedar kemajuan bagi dunia pendidikan dan di kalangan internal perguruan tinggi, namun harus sampai secara eksternal, yaitu masyarakat secara luas.
Di sini peran dosen sebagai pendidik benar-benar harus bersifat komprehensif dan holistik.

Kaitan dengan Jurnalisme

Jurnalisme adalah jembatan yang mampu mewujudkan peran eksternal dosen dalam pendidikan. Menurut Sedia Welling barus jurnalisme berasal dari kata journal yang berarti catatan harian atau catatan kejadian sehari-hari. Jurnalisme adalah semua kegiatan menyampaikan pesan atau gagasan kepada khalayak atau masyarakat melalui media komunikasi yang terorganisasi seperti koran, majalah, radio, televisi, internet (media elektronik) dan film (news-reel). Jurnalisme adalah ilmu komunikasi massa. Jurnalisme diakui sebagai ilmu dan pertama kali diajarkan pada tahun 1884 di universitas Brasil, Swiss.

Menurut H.I Prakke, jurnalisme atau publisistik adalah suatu ilmu yang mempelajari teknik dan proplematika komunikasi terbuka tentang pernyataan aktual melalui media.

Dalam perkembangannya hingga saat ini jurnalisme bukan sebatas pernyataan umum tetapi semua hal yang bisa di beritakan antara lain: gagasan, berita, artikel, hasil penelitian, journal dan sebagainya. Jurnalisme juga bukan sekedar komunikasi satu arah tetapi sudah dua arah.

Ketika peran dosen sangat penting baik internal maupun eksternal dan ini membutuhkan publikasi maka di era globalisasi (keterbukaan) harus disadari dosen membutuhkan pemahaman tentang jurnalisme.

Jurnalime akan dapat mempublikasikan produk hasil karya dosen atau hasil penelitian dosen yang kemanfaatannya dapat dipersembahkan kepada masyarakat.

Melalui jurnalisme dosen dapat menulis gagasan atau ide terbaik yang muncul dari kepakarannya, dapat menyampaikan berbagai artikel dan opini yang penting dan menyampaikan hasil analisis terhadap problematika yang terjadi dalam masyarakat dan memberikan solusinya.

Dengan demikian teori dan konsep pada dosen akan relevan, komprehensif, holistik, intergratif dan aplikatif.

Jika dosen memahami pentingnya jurnalisme maka dosen akan dapat benar benar berperan tidak hanya bagi institusinya saja namun juga berperan aktif dalam meningkatkan kemajuan masyarakat, bangsa dan negara, serta berperan meningkatkan kehidupan manusia, dan dalam jangka panjang akan mampu membangun peradaban.

Dosen yang menyadari jurnalisme tidaklah banyak. Padahal di era keterbukaan saat ini amat penting pendidikan sebagai garda terdepan perubahan selayaknya muncul ditengah arus teknologi informasi dan komunikasi untuk berperan eksternal di antaranya 1) mengenalkan gagasan para akademisi, 2) berbagi pengalaman dan berita tentang perkembangan pendidikan, 3) mengintegrasikan teori dan konsep dengan opini yang sedang berkembang, 4) mengaplikasikan teori dan konsep untuk memberikan solusi alternatif pada problematika kehidupan di tengah masyarakat, 5) memperluas kemanfaatan hasil penelitian serta 6) menggenalkan produk yang dihasilkan dari pendidikan. Hasil penelitian dosen dan mahasiswa telah diwajibkan melalui peraturan Kementerian Riset dan Teknologi – Pendidikan Tinggi (Kemenristek-Dikti) untuk dipublikasikan.

Ini adalah awal yang baik untuk membudayakan penelitian, penulisan dan mempublikasikan hasil penelitian. Namun ini perlu ditingkatkan mengingat peran dosen saat ini sangat luas, yaitu sampai pada peran eksternal dosen hasil penelitian saja masih banyak yang belum mampu dan belum berupaya maksimal.

Dosen yang berperan aktif sebagai jurnalis masih sangat sedikit. Dosen belum terbiasa menulis di berbagai media tentang gagasan atau ide cemeralang dalam bidangnya baik dalam bentuk berita, opini, artikel, maupun jurnal dan dikirim ke berbagai media massa, Hampir semua perguruan tinggi masih sangat rendah dalam tingkat pembiasaan dosen sebagai jurnalisme edukator.

Kesadaran Dosen masih yang rendah tentang menulis sebagai jurnalis edukator di berbagai ke media massa disebabkan karena:
1) Dosen masih terfokus di dalam aktivitas pendidikan semata, Padanya kegiatan mengajar menyebabkan tidak punya banyak waktu

2) Dosen tidak memiliki pemahaman tentang jurnalistik,
kemampuan menulis masih terbatas terbatas menulis tesis atau disertasi yang merupakan tugas akhir dalam memperoleh gelar akademis.

3) Tingkat membacaan dosen rendah apalahi untuk menulis di media massa.

4) Budaya organisasi/institusi belum/ tidak mendukung.

5) Sistem penjaminan mutu pendidikan pada perguruan tinggi tidak optimal.

Jika dibiarkan, ini akan menghambat tujuan pendidikan nasional Indonesia. Maka perlu adanya upaya untuk meningkatkan kesadaran akan peran dosen sebagai jurnalisme edukator.

Untuk membangun kesadaran tentang peran aktif dosen dalam peran eksternal:

1. Perlu adanya sosialisasi pentingnyapemahaman jurnalistime bagi kemajuan pendidikan.

2. Perlu budaya membaca da menulis di kalangan dosen

3. Perlu Ketrampilan menulis di berbagai media massa

4. Perlu memiliki link berbagai media massa

5. Perlu dukungan institusi dalam memotivasi peran eksternal dosen

6. Perlu persepsi bahwa dosen yang komprehensif adalah dosen yang memiliki kualitas tinggi

7. Perlu persepsi bahwa memiliki dosen yang profesional akan mempengaruhi peningkatan mutu perguruan tinggi

8. Perlu persepsi dosen yang krestif dan inovatif sebagai jurnalisme edukator

9. Perlunya ada reward bagi dosen yang berprestasi baik dalam peran internal maupun eksternal.

10. Perlunya fasilitas yang menjunjang untuk berperan dalam lingkungan eksternal khususnya dalam bidang jurnalisme

Dari semua upaya tersebut maka diduga kesadaran dosen sebagai jurnalisme edukator akan semakin meningkat. Meningkatnya kompetensi tersebut akan memajukan pendidikan sehingga pendidikan akan tercapai baik internal maupun harapan eksternal. Dan membawa solusi atas permasalahan-permasalahan yang terjasi sehingga membawa kesejahteraan bagi masyarakat dan dalam jangka panjang akan membangun peradaban manusia yang lebih baik.

Be the first to comment on "Peran Dosen Dalam Jurnalisme Pendidikan"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*