fbpx

Anak SMP di Tambun Selatan Jadi Korban Perzinahan, Ini Reaksi KPAD

BEKASIMEDIA.COM – Bermula pada hari kamis tanggal 17 Januari 2019 pukul 12.15 WIB, Anggota Komisioner KPAD Kabupaten Bekasi bersama anggota P2TP2A dan Kasi PMD Kecamatan Tambun Selatan menerima Laporan Pengaduan dari warga Mangunjaya, Rahman (58) bahwa anak pelapor, Delima (bukan nama sebenarnya) berusia 15 tahun menyampaikan perihal peristiwa terjadinya perbuatan tindak pidana perzinahan anak di bawah umur.

Delima (15) sendiri adalah korban. Dalam laporan yang diterima di kantor Kecamatan Tambun Selatan, pelapor menyatakan perbuatan tersebut sudah dilakukan berkali-kali oleh pelaku berinisial YY (35) di kontrakan pelaku bahkan Delima pernah dibawa ke losmen yang berada di daerah Cibitung.

“Kami sampaikan bahwa pelapor, Bapak Rahman tinggal di sekitar Desa Mangunjaya Kecamatan Tambun Selatan pernah bersama RT setempat dan Bimaspol Mangunjaya mendatangi rumah kontrakan pelaku agar dapat dicarikan jalan keluar terbaik bagi anak korban ternyata pelaku YY bersama keluarga telah mengunci tempat tinggalnya sampai saat ini belum diketahui keberadaannya,” ungkap Komisioner KPAD Bekasi, M. Rojak.

Delima (korban) masih berstatus pelajar di salah satu sekolah menengah pertama di Tambun Selatan. Korban tinggal bersama ayah dan kedua kakaknya (Ibu korban sudah meninggal) di Mangunjaya. Kurang lebih sudah 3 minggu tidak masuk sekolah.

“Kami dapati laporan bahwa korban sudah diperiksa di Klinik Mulia Medika Karang Satria Kecamatan Tambun Utara, hasilnya yang bersangkutan positif hamil sudah 4 bulan,” lanjutnya.

Anggota KPAD Kabupaten Bekasi sudah berkoordinasi dengan anggota Bimaspol Mangunjaya dan Bimaspol Mekarsari. Hasilnya, sudah didapati identitas lengkap pelaku berupa e-KTP dan Draft Kartu Keluarga pelaku.

Untuk selanjutnya KPAD Kabupaten Bekasi meningkatkan pengawasan dan upaya pemulihan psikologis terhadap korban. Untuk pelaku sepenuhnya diserahkan kepada keluarga korban atas perkara ini berlanjut dilanjutkan dengan membuat laporan pengaduan di Polres Metro Kabupaten Bekasi tercatat dengan nomor : LP/86/64-SPKT/K/I/2019/Restro Bekasi.

“Pada hari jumat tanggal 25 Januari 2019 jam 14.22 KPAD sudah mendampingi laporan pengaduan anak korban persetubuhan ini di Polres Metro Kabupaten Bekasi. Terhadap korban sudah dilakukan visum di RS. Annisa, Lemah Abang, Cikarang Utara,” imbuh Rojak.

Selanjutnya pada senin (30/1) KPAD berkunjung ditempat kediaman korban untuk melihat kondisi anak dan keluarganya.

“Kami berinisitif untuk membantu yang menyangkut kepentingan terbaik anak, di antaranya yaitu memastikan hak-hak anak tetap didapat terutama hak pendidikan, hak kesehatan, tumbuh kembang, dan lainnya sekalipun saat ini anak sedang berhadapan dengan hukum sebagai korban,” sambungnya.

Untuk saat ini kegiatan belajar Delima dilakukan di rumah. Pihak KPAD akan berkoordinasi dengan pihak sekolah agar anak korban ini tidak dikeluarkan dari sekolahnya sampai selesai waktunya anak korban ini melahirkan anaknya.

“Kami juga mendorong korban dan keluarga untuk kami bantu daftarkan sebagai peserta BPJS dan mendapat bantuan program Bekasi Cerdas di Baznas Kabupaten Bekasi. Ini kami lakukan mengingat korban dari keluarga kurang mampu. Ayahnya sehari-hari bekerja sebagai tukang ojek di dekat pasar Tambun.” Pungkasnya. (Dns)

Be the first to comment on "Anak SMP di Tambun Selatan Jadi Korban Perzinahan, Ini Reaksi KPAD"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: