fbpx

Ratusan Kader Puskesmas Kota Bekasi Diskusi Masalah Kesehatan Bersama Pascasarjana Uhamka

BEKASIMEDIA.COM – Ratusan kader Puskesmas Kota Bekasi antuasias mengikuti diskusi dan seminar yang diadakan oleh sekolah pascasarjana Uhamka di Aula Rumah Sakit Anna Medika, Kamis (24/1/2019).

Acara yang diselenggarakan oleh 40 orang mahasiswa itu mengambil tema Pemberdayaan Masyarakat dalam Menghadapi Masalah Kesehatan Bersama ‘Kami-Sehat’di Kecamatan Jati Asih.

Menurut Hermawan, Ketua Prodi Ilmu Kesehatan Masyarakat Pascasarjana Uhamka, kegiatan sepertiini sudah dilaksanakan hingga delapan angkatan di semester kedua. Tujuan diselenggarakan ini agar mahasiswa pascasarjana mengaktualisasikan keilmuwannya untuk terjun ke masyarakat.

“Apalagi mahasiswa juga dapat menambah pengalaman dengan bertemu langsung dengan berbagai profesi seperti dokter, perawat, bidan, dan berbagai profesi di bidang kesehatan masyarakat,”katanya.

Untuk tema yang diambil, kata Hermawan, itu sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“Merekalah yang memilih tema itu setelah melihat dan meninjau langsung daerahnya,”tambahnya.

Dalam acara ini dihadiri oleh empat narasumber yaitu Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kota Bekasi, Vevie Herawati, Tetet H., Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan DP3A Kota Bekasi, Kepala Puskesmas Kecamatan Jatiasih, dr. Bambang Isnanto, dan Ija perwakilan dari Kecamatan Jatiasih dan ratusan kader puskesmas di Jatiasih,Jatirasa, Jatikramat dan Jatimekar

Dalam diskusi tersebut ada beberapa permasalahan yang diungkapkan seperti masalah rokok, buang air besar sembarangan, demam berdarah, tuberkulosis dan kusta di Jatiasih,Jatirasa, Jatikramat dan Jatimekar.

Berbagai solusi diberikan kepada kader puskesmas tersebut. Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kota Bekasi, Vevie Herawati memberikan solusi seperti dalam penangangan buang air besar sembarang yang terjadi di Jatiasih.

Ia mengusulkan untuk kader Jatiasih melihat dulu kondisi di lapangan. Bila memang di sana tidak mampu membeli jamban bisa melakukan arisan.

“Ini salah satu langkah efektif bila mereka kesulitan keuangan,”katanya.

Sedangkan mengenai rokok dari Tetet H., Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan DP3A Kota Bekasi memberikan usulan adanya nasehat minimal dari anak sendiri.

“Misalnya sang anak tidak mau mencium tangan sang ayah karena bau rokok. Ini efektif pernah terjadi di keluarga saya,”katanya.

Diskusi berlangsung selama dua jam ini diapresiasi oleh Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kota Bekasi, Vevie Herawati.

“Kegiatan ini sangat mendukung dan kami apresias. Karena kesehatan masyarakat memerlukan kader yang aktif dari masyarakat,”katanya.

Ia mencontohkan dalam Dinkes ada divisi pemberdayaan mengenai promosi kesehatan masyarakat yang melakukan halyang sama seperti mahasiswa pascasarjana Uhamka.

“Contohnya seperti program kelurahan siaga aktif yang hampir seperti ini.Kami meminta masyarakat untuk mengidentifikasi kesehatan di wilayahnya. Jika yang harus segera ditangani maka bisa langsung hubungi petugas,”tambahnya.

Untuk kader puskesmas di Kota Bekasi ada 15 ribu orang. Mereka membantu pemerintah Kota Bekasi dalam mengidentifikasi kesehatan. (i).

Be the first to comment on "Ratusan Kader Puskesmas Kota Bekasi Diskusi Masalah Kesehatan Bersama Pascasarjana Uhamka"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: