fbpx

Masyarakat Karawang Dililit Rentenir Bank Emok, Ini Solusi Caleg PKS

BEKASIMEDIA.COM – Bank Emok menjadi permasalahan serius bagi masyarakat di Kabupaten Karawang. Banyak warga yang gantung diri karena terperangkap utang ke Bank Emok atau rentenir.

Menurut Wakil Bupati Karawang Jimmy Ahmad Zamakhsyari, hal ini berpangkal dari keberadaan bank emok atau rentenir berkedok koperasi.

“Ratusan warga Karawang gantung diri gara-gara bank emok,” ucap Jimmy saat rakor para Camat di Aula Bappeda Kabupaten Karawang, Rabu, (26/12/2018), seperti dikutip dari media lokal Karawang.

Bank Emok adalah istilah yang digunakan masyarakat untuk menyebut rentenir atau Bank Keliling. Disebut emok karena transaksi dilakukan sambil duduk di lantai (emok adalah duduk dalam bahasa sunda).

Calon Anggota DPRD Kabupaten Karawang dari PKS, Lukman Nurhakim Iraz memberikan tanggapan atas kondisi ini. Menurutnya, sudah saatnya pemerintah daerah melakukan terobosan-terobosan agar masalah sosial dan dampak yang ditimbulkan berkurang.

“Buat regulasi jaminan pada pemodal atau pihak bank. Dalam hal ini Bank Jabar Banten, agar setiap UMKM diberikan modal usaha tanpa agunan, dengan waktu pencairan 1 minggu,” ujar Lukman Nurhakim Iraz yang menjadi caleg PKS di Dapil 1 (Kecamatan Karawang Barat, Teluk Jambe Timur, Teluk Jambe Barat, Pangkalan dan Tegalwaru).

Untuk jaminan, Lukman yang juga ketua KNPI Karawang menawarkan gagasan, bisa berupa dokumen berharga seperti ijazah atau surat nikah.

Caleg PKS lainnya, Abdul Hadi Wijaya menambahkan saat ini di Bank Jabar Banten (BJB) sudah ada produk untuk UMKM yaitu Kredit Mesra.

“Di BJB sudah ada Kredit Mesra untuk grup yang anggotanya 10 orang. Tanpa agunan, tanpa bunga walaupun ada biaya administrasi dan memakai rekomendasi DKM Majid Jamie. Ini baru launching akhir November 2018,” kata Abdul Hadi Wijaya yang kini maju kembali menjadi caleg PKS untuk DPRD Jawa Barat dapil 10 (Kabupaten Karawang dan Kabupaten Purwakarta).

Permasalahan saat ini adalah sosialisasi agar program BJB ini sampai kepada masyarakat bawah yang membutuhkan.
“Nah itu dia, harus ada sosialisasi sehingga program BJB itu sampai ke masyarakat,” pungkas Lukman Nurhakim Iraz.

Sementara itu, Pengurus DPD PKS Kabupaten Karawang, Adin Jaelani menuturkan pihaknya ingin studi banding ke Kota Bekasi untuk pembentukan lembaga pinjaman syariah.

“Di Kota Bekasi ada yang sudah menjalankan. Ada program namanya Pro Ibu. Itu semacam Bank Emok tapi tanpa bunga dan dijalankan koperasi simpan pinjam syariah. Nanti kita kesana studi banding,” ungkapnya. (eas)

Be the first to comment on "Masyarakat Karawang Dililit Rentenir Bank Emok, Ini Solusi Caleg PKS"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: