BEKASIMEDIA.COM

Menu

Mode Gelap
Heri Sholihin Menang, Kota Bekasi Punya Wali Kota Baru Soal Kisruh Data PKH Ini Penjelasan, Anggota DPRD Enie Widhiastuti Ketua Fraksi PKS Kota Bekasi Terkait TKK Minta Pemkot Lakukan Langkah Ini Bawaslu Kota Bekasi Ingatkan di Masa Sosialisasi Para Caleg dan Partai Pahami Aturan yang Berlaku Islamic Book Fair 2023: Memperkenalkan Buku sebagai Pilar Peradaban

Berita Terbaru · 15 Des 2018 23:57 WIB ·

Sapto Waluyo: Gak Sehat Kalau Politik Dipenuhi Kata-kata Kekerasan


 Sapto Waluyo: Gak Sehat Kalau Politik Dipenuhi Kata-kata Kekerasan Perbesar

BEKASIMEDIA.COM – Jurnalis senior Sapto Waluyo mengkritik perilaku politisi yang acap kali mengeluarkan kata-kata yang tak pantas di media belakangan ini. Menurutnya hal ini juga yang menjadikan internet kurang sehat.

“Ngeri kalau politik kita dipenuhi dengan kata-kata kekerasan. Potong leher jika calon saya kalah di Madura dan sebagainya,” ungkap Sapto saat diskusi bertema, “Internet Sehat Generasi Milenial” berlokasi di Pondok Dahar Mbah Beres, Jakasampurna, Bekasi Barat, Sabtu (15/12/2018).

Pernyataan Sapto yang kenyang pengalaman sebagai jurnalis di media nasional pada tahun 90an ini mengoreksi perkataan salah satu pendukung Jokowi, La Nyala Matalitti.

Sapto yang dulu kuliah di Universitas Airlangga Surabaya dan pernah beraktivitas di Pulau Madura sangat mengerti betul bagaimana budaya masyarakat pulau penghasil garam tersebut.

“Itu pernyataan berbahaya dan gak pantas menjadi konsumsi publik. Saya mengerti betul budaya masyarakat Madura. Janganlah berpolitik seperti itu. Bagaimana kalau misalnya kejadian Prabowo-Sandi yang menang di Madura?” ungkap Sapto.

Selanjutnya, berkaitan dengan alur informasi Sapto Waluyo yang kini menjadi caleg PKS untuk DPR RI dari daerah pemilihan Kota Bekasi-Kota Depok ini mencermati kondisi dunia pers saat ini.

“Fakta adalah salah satu elemen penting dalam jurnalistik. Bagi seorang jurnalis itu sakral. Itu gak boleh direkayasa. Pada akhirnya fakta itu akan menghukum jurnalis jika ia merekayasa,” katanya.

Sapto kemudian menceritakan pengalamannya saat menjadi jurnalis Tempo di tahun 90an. Saat itu ketua Komnas HAM Baharuddin Loppa ingin membebaskan tokoh-tokoh yang menjadi tahanan politik di era Soeharto.

Tokoh yang ingin dibebaskan diantaranya Xanana Gusmao dan Sri Bintang Pamungkas. Ia lantas mewawancarai Baharuddin Loppa. Namun reportasenya itu sebelum turun cetak harus terlebih dahulu dikonfirmasi ke pihak terkait.

Ia kemudian menghubungi Departemen Kehakiman, Dirjen Lapas dan pihak lainnya. Hal ini dilakukan hingga begadang tiga hari tiga malam.

Majalah Tempo harus terlambat cetak beberapa jam karena hal ini. Hingga naik cetakpun masih ada pihak-pihak yang belum mengkonfirmasi tetapi jurnalis sudah berusaha keras untuk itu.

“Kalau jurnalis tidak memegang aturan ini, mereka bukan jurnalis. Bisa jadi mereka pekerja media yang tunduk kepada pemilik atau penguasa,” katanya.

Dihadapan kaum milenial yang menjadi peserta diskusi, Sapto mengajak mereka untuk menghormati sekaligus mengkritisi peran media dan jurnalis.

Sapto mencontohkan peran Al Jazeera di timur tengah yang saat ini menjadi kunci penting angin perubahan.

Untuk Indonesia yang lebih baik di masa depan, Sapto mengajak tiga elemen untuk kembali kepada jalurnya.

“Jurnalis, Mahasiswa dan kaum muda harus kembali kepada fungsinya sebagai pengawas,” pungkasnya.

Empat pembicara hadir dalam diskusi ini antara lain Pegiat Internet Sehat Bekasi, Saiful Fathan Azizi, Pengamat Pendidikan Kota Bekasi, Dr. Dirgantara Wicaksono, Pakar jurnalistik Nasional, Sapto Waluyo serta pemerhati perempuan dan pendidikan keluarga, Rizki Ika Sahana. (eas)

Artikel ini telah dibaca 21 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Puluhan Organisasi Wartawan Solid, HPN Bekasi Raya 2026 Siap Digelar di GCC

18 April 2026 - 18:37 WIB

Protes Status Tersangka Tukang Ojek Akibat Jalan Berlubang, F-Speed Pandeglang Tuntut Keadilan

24 Februari 2026 - 16:21 WIB

Kelola 77 Persen Sampah, Banyumas Siap Jadi Percontohan Nasional

4 Februari 2026 - 07:29 WIB

947 Peserta Ikuti Seleksi PPPK Tahap II Kota Bekasi di BKN Jakarta

6 Mei 2025 - 08:42 WIB

Pemkot Bekasi Bekukan Sementara Worldcoin dan World ID Buntut Pemindaian Retina

5 Mei 2025 - 10:12 WIB

Wali Kota Bekasi Tegaskan Aparatur bukan hanya Administrator tapi juga Eksekutor

21 April 2025 - 12:06 WIB

Trending di Berita Terbaru