fbpx

Sakit Sebagai Penggugur Dosa

SAKIT

Tidak selamanya seseorang dalam keadaan sehat, adakalanya juga ia sakit. Begitulah sunnatullah dalam kehidupan ini ada suka ada duka, ada kematian ada kelahiran, ada yang datang ada yang pergi, dan ada yang sehat ada pula yang sakit.

Siapapun dia pastilah ia pernah mengalami sakit. Walaupun sakitnya berbeda-beda karena ada yang sakit berat ada yang ringan saja.

Ketika sakit maka semuanya akan berubah karena nikmat Allah berkurang. Badan kuat jadi lemas, kepala pusing, perasaan tidak enak dan nafsu makan berkurang. Daya tahan tubuh jadi berkurang, otomatis aktifitas jadi menurun.

 

NABI YANG DIUJI DENGAN RASA SAKIT

Sebagai contoh Nabi Muhammad SAW juga pernah sakit walaupun disebutkan beliau hanya 2 kali mengalami sakit selama hidupnya. Ada juga Nabi lain yang sangat terkenal karena ujian sakitnya yaitu Nabi Ayyub AS. Disebutkan dalam sejarah beliau sakit hingga 7 tahun lebih lamanya.

Nabi Ayyub AS ditimpa dengan penyakit lepra, tubuhnya sangat kurus hingga tinggal tulang dan urat saja. Dari tubuhnya juga mengeluarkan bau yang sangat busuk hingga tidak ada orang yang mau mendekatinya. Akhirnya, dengan kesabarannya Nabi Ayyub AS, Allah SWT pun mengembalikan kesehatannya, kekayaan serta keluarganya.

Memang ketika kita mengalami sakit terasa tidak mengenakkan. Namun ternyata sakit pun memiliki faidah dan fadhilah. Salah satu faidah sakit adalah ia bisa menjadi asbab gugurnya dosa-dosa si sakit.

 

DALIL-DALIL

Nabi Muhammad SAW bersabda:

مَا مِنْ مُسْلِمٍ يُصِيْبُهُ أَذًى مِنْ مَرَضٍ فَمَا سِوَاهُ إِلاَّ حَطَّ اللهُ بِهِ سَيِّئَاتِهِ كَمَا تَحُطُّ

“Setiap muslim yang terkena musibah penyakit atau yang lainnya, maka Allah akan hapuskan kesalahannya, sebagaimana pohon menggugurkan daun-daunnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dalam hadits yang lain, beliau Shallallahu ‘alaihi wasallam juga bersabda:

مَا مِنْ شَيْءٍ يُصِيْبُ الْمُؤْمِنَ مِنْ نَصَبٍ، وَلاَ حَزَنٍ، وَلاَ وَصَبٍ،حَتَّى الْهَمُّ يُهِمُّهُ؛ إِلاَّ يُكَفِّرُ اللهُ بِهِ عَنْهُ سِيِّئَاتِهِ

“Tidaklah seorang muslim tertusuk duri atau sesuatu hal yang lebih berat dari itu melainkan diangkat derajatnya dan dihapuskan dosanya karenanya.” (HR. Muslim)

Dari hadits diatas ternyata sakit pun memiliki faidah dan fadhilah bagi yang sakit. Tentu, jikalau ia bersabar dan menjadikan sakitnya sebagai pelajaran bagi dirinya.

Penulis pun yang menulis ini dalam keadaan sakit juga berharap dengan sakit ini semoga bisa menggugurkan dosa-dosa penulis.  Aamiin ya Allah ya Robbal ‘aalamiin.

Akhirul Kalam
Marilah kita jadikan pelajaran dari ujian sakit yang menimpa Nabi Ayyub as, sebagaimana yang termaktub dalam firman Allah:

وَأَيُّوبَ إِذْ نَادَى رَبَّهُ أَنِّي مَسَّنِيَ الضُّرُّ وَأَنْتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ (83) فَاسْتَجَبْنَا لَهُ فَكَشَفْنَا مَا بِهِ مِنْ ضُرٍّ وَآَتَيْنَاهُ أَهْلَهُ وَمِثْلَهُمْ مَعَهُمْ رَحْمَةً مِنْ عِنْدِنَا وَذِكْرَى لِلْعَابِدِينَ (84)

“Dan (ingatlah kisah) Ayyub as, ketika ia menyeru Rabbnya: “(Ya Rabbku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Rabb Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang.” Maka Kamipun memperkenankan seruannya itu, lalu Kami lenyapkan penyakit yang ada padanya dan Kami kembalikan keluarganya kepadanya, dan Kami lipat gandakan bilangan mereka, sebagai suatu rahmat dari sisi Kami dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang menyembah Allah.” (QS. Al-Anbiya’: 83-84)

Semoga bermanfaat.

Bekasi/Selasa
04 Desember 2018

Oleh: Hidayatullah
Da’i Pinggiran Jakarta

 

 

 

 

Be the first to comment on "Sakit Sebagai Penggugur Dosa"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: