BEKASIMEDIA.COM

Menu

Mode Gelap
Heri Sholihin Menang, Kota Bekasi Punya Wali Kota Baru Soal Kisruh Data PKH Ini Penjelasan, Anggota DPRD Enie Widhiastuti Ketua Fraksi PKS Kota Bekasi Terkait TKK Minta Pemkot Lakukan Langkah Ini Bawaslu Kota Bekasi Ingatkan di Masa Sosialisasi Para Caleg dan Partai Pahami Aturan yang Berlaku Islamic Book Fair 2023: Memperkenalkan Buku sebagai Pilar Peradaban

Berita Terbaru · 3 Des 2018 21:29 WIB ·

Jakarta Islamic Boys Boarding School Gelar Open Archery Tournament 2018


 Jakarta Islamic Boys Boarding School Gelar Open Archery Tournament 2018 Perbesar

BEKASIMEDIA.COM – Jakarta Islamic Boys Boarding School (JIBBS) menyelenggarakan Open Archery Tournament 2018. Turnamen memanah nasional tersebut memperebutkan piala Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid. Berlokasi di Lapangan Sepakbola Lembahnendeut, Megamendung, Bogor, suasana sudah sangat ramai, meski hari masih pagi.

Setiap peserta terlihat gagah saat membawa alat panahan lengkap di punggung mereka. Tempat alat panahan memanjang seperti box gitar. Saat dibuka untuk pemeriksaan, terlihat busur dengan panah-panah.

Para peserta terlihat antusias dan sepertinya siap untuk mengikuti kompetisi. Selain memanah dengan cara tradisional, Open Archery Tournament 2018 juga mengadakan lomba berkuda sambil memanah atau biasa disebut Horseback Archery. Ada dua kuda yang disiapkan oleh JIBBS untuk para peserta kompetisi.

Sebelum memulai lomba, tampak panitia berusia sekitar 16 tahun melakukan gladi resik, ia mencoba kuda tersebut dengan menungganginya. Pemuda itu terlihat sudah terbiasa menunggangi kuda bahkan sambil memanah saat kuda berlari.

Persiapan yang dilakukan juga benar-benar profesional. Seperti tidak ada cela dan terbiasa mengadakan acara, meski hanya seorang pelajar. Padahal acara turnamen seperti ini biasanya diselenggarakan oleh para lelaki yang sudah dewasa. Namun, pada turnamen ini terlihat beberapa remaja berusia antara 15 sampai 17 tahun sebagai panitia.

Menurut Owner JIBBS, Fifi Proklawati Jubilea, turnamen yang diselenggarakan ini yang mengadakan adalah siswa JIBBS sendiri.

“Mereka sudah terbiasa mengadakan berbagai acara. Sedangkan para guru hanya membimbing, memantau dan memotivasi agar acara berlangsung sukses,” katanya Sabtu (1/12/2018).

Setiap setahun sekali, kata Fifi, siswa JIBBS biasanya mengadakan acara nasional yang mengundang banyak peserta dari berbagai sekolah.

“Sehingga ketika ingin mengadakan acara seperti turnamen memanah ini tidak canggung,” katanya.

Ketua Panitia JIBBS Open Archery Tournament 2018 Fauzi Rizal mengatakan bahwa dalam struktur panitia, guru-guru JIBBS juga terlibat. Namun, sebagian besar adalah siswa JIBBS sendiri.

“Termasuk saya juga guru di JIBBS,” akunya.

Sebelum mengadakan JIBBS Open Archery Tournament 2018, Fauzi mengaku mempelajari berbagai turnamen memanah nasional. Yaitu dengan mengirim siswa JIBSS mengikuti turnamen-turnamen yang diadakan berbagai klub memanah.

“Alhamdulillah, setiap kita mengirim siswa JIBBS ke berbagai turnamen memanah selalu menang. Dengan pengalaman itu, kami mencoba untuk membuat JIBBS Open Archery Tournament 2018,” tambahnya.

JIBBS Open Archery Tournament 2018 merupakan kompetisi pertama yang diadakan JIBBS. Dengan jumlah peserta mencapai 350 peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

“Peserta dari sini total 350 peserta, dari usia SD hingga umum, dari Kalimantan Barat, Lampung, Sumatera, Jabar, Jabodetabek,” tambahnya.

Untuk kelas kompetisi, kata Fauzi, terdiri dari Horse Bow, Horseback Archery dan Archery umum.

Menurut Fauzi, alasan diadakan JIBBS Open Archery Tournament 2018 adalah untuk mensyiarkan memanah di kalangan masyarakat.

“Kita gagas karena animo masyarakat kan sedang tinggi terutama Archery Traditional, karena dalam rangka menghidupkan sunnah. Buktinya apa? Rasul mempunyai busur yang banyak. Insya Alloh kita bisa mendapat pahala dan sekaligus syiar,” tambahnya.

Apalagi, lanjut Fauzi, memanah itu sangat berguna untuk melatih fokus, melatih mental, mengontrol emosi. Di JIBBS, memang sudah beberapa tahun olahraga memanah dipraktekkan ke anak-anak, hasilnya selalu grafik emosinya menurun.

“Memanah itu menyeimbangkan otak kanan dan kiri. Kalkulasi akurasi, bidikan dan sebagainya sehingga diperlukan emosi yang stabil dalam memanah. Jika tidak, pastinya apa yang kita panah selalu meleset,” pungkasnya.

[ind/Ilham]

Artikel ini telah dibaca 30 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Puluhan Organisasi Wartawan Solid, HPN Bekasi Raya 2026 Siap Digelar di GCC

18 April 2026 - 18:37 WIB

Protes Status Tersangka Tukang Ojek Akibat Jalan Berlubang, F-Speed Pandeglang Tuntut Keadilan

24 Februari 2026 - 16:21 WIB

Kelola 77 Persen Sampah, Banyumas Siap Jadi Percontohan Nasional

4 Februari 2026 - 07:29 WIB

947 Peserta Ikuti Seleksi PPPK Tahap II Kota Bekasi di BKN Jakarta

6 Mei 2025 - 08:42 WIB

Pemkot Bekasi Bekukan Sementara Worldcoin dan World ID Buntut Pemindaian Retina

5 Mei 2025 - 10:12 WIB

Wali Kota Bekasi Tegaskan Aparatur bukan hanya Administrator tapi juga Eksekutor

21 April 2025 - 12:06 WIB

Trending di Berita Terbaru