fbpx

Belajar Pengolahan Sampah secara Massif dengan Teknologi

BEKASIMEDIA.COM – Konsep dan strategi yang dapat mengatasi darurat sampah kota adalah meniru Towards Sustainable Solid Waste Management System in Singapore, sebagai satu rangkaian pembelajaran. Dalam jangka pendek harus punya strategi Waste Minimisation and Resource Recovery yang progresif.

Jangka menengah panjang adalah 3R (reduce, reuse, recyle). 3R adalah untuk menahan laju pertambahan sampah ke landfill dan return to resources.

“Kita perlu belajar secara holistik, mulai penanganan dari sumber hinggal landfill atau TPA. Masalahnya jika kondisi sampai di TPA sudah darurat sampah karena pertambahan volume sampah sangat besar, 7.500-8.000 ton/hari apa yang harus dilakukan?” kata Bagong Suyoto, Ketua Umum Koalisi Persampahan Nasional (KPNAS), (30/11/2018).

Pastinya, kata Bagong, hal tersebut memerlukan bantuan teknologi untuk mengolah sampah secara massif. Pihak terkait dan yang konsen masalah sampah harus berpikir dan bertindak cepat untuk membersihkan kota dari sampah.

“Kota harus diselamatkan dari tebaran ancaman sampah. Sementara sampah di TPA pun harus diolah secara cepat. Lingkungan dan kesehatan warga sekitar harus diselamatkan dari ancaman dampak negatif sampah,” jelasnya.

Oleh karena itu, kata Bagong kota ini kiranya bisa mencontoh pengelolaan sampah ke negara tetangga, yakni Tuas Plant di Singapore.

“Di sini punya empat tempat pengolah sampah secara massal, yaitu Tuas Plant, Tuas South, Kepper Seghers dan Senoko Plant. Semua pabrik tersebut mampu mengolah sampah lebih dari 8.000 ton/hari. Sebanding jumlah volume sampah DKI Jakarta per hari,” jelasnya.

“Persoalan sampah di negara itu sudah ditangani dengan baik, bahkan masalah tinja dan air kotor sudah diatasi dengan sangat baik dalam Program Newater. Itu bagian dari strategi Clean and Green Singapore.” pungkasnya. (*)

Be the first to comment on "Belajar Pengolahan Sampah secara Massif dengan Teknologi"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: