BEKASIMEDIA.COM

Menu

Mode Gelap
Heri Sholihin Menang, Kota Bekasi Punya Wali Kota Baru Soal Kisruh Data PKH Ini Penjelasan, Anggota DPRD Enie Widhiastuti Ketua Fraksi PKS Kota Bekasi Terkait TKK Minta Pemkot Lakukan Langkah Ini Bawaslu Kota Bekasi Ingatkan di Masa Sosialisasi Para Caleg dan Partai Pahami Aturan yang Berlaku Islamic Book Fair 2023: Memperkenalkan Buku sebagai Pilar Peradaban

Berita Terbaru · 2 Des 2018 10:45 WIB ·

Belajar Pengolahan Sampah secara Massif dengan Teknologi


 Belajar Pengolahan Sampah secara Massif dengan Teknologi Perbesar

BEKASIMEDIA.COM – Konsep dan strategi yang dapat mengatasi darurat sampah kota adalah meniru Towards Sustainable Solid Waste Management System in Singapore, sebagai satu rangkaian pembelajaran. Dalam jangka pendek harus punya strategi Waste Minimisation and Resource Recovery yang progresif.

Jangka menengah panjang adalah 3R (reduce, reuse, recyle). 3R adalah untuk menahan laju pertambahan sampah ke landfill dan return to resources.

“Kita perlu belajar secara holistik, mulai penanganan dari sumber hinggal landfill atau TPA. Masalahnya jika kondisi sampai di TPA sudah darurat sampah karena pertambahan volume sampah sangat besar, 7.500-8.000 ton/hari apa yang harus dilakukan?” kata Bagong Suyoto, Ketua Umum Koalisi Persampahan Nasional (KPNAS), (30/11/2018).

Pastinya, kata Bagong, hal tersebut memerlukan bantuan teknologi untuk mengolah sampah secara massif. Pihak terkait dan yang konsen masalah sampah harus berpikir dan bertindak cepat untuk membersihkan kota dari sampah.

“Kota harus diselamatkan dari tebaran ancaman sampah. Sementara sampah di TPA pun harus diolah secara cepat. Lingkungan dan kesehatan warga sekitar harus diselamatkan dari ancaman dampak negatif sampah,” jelasnya.

Oleh karena itu, kata Bagong kota ini kiranya bisa mencontoh pengelolaan sampah ke negara tetangga, yakni Tuas Plant di Singapore.

“Di sini punya empat tempat pengolah sampah secara massal, yaitu Tuas Plant, Tuas South, Kepper Seghers dan Senoko Plant. Semua pabrik tersebut mampu mengolah sampah lebih dari 8.000 ton/hari. Sebanding jumlah volume sampah DKI Jakarta per hari,” jelasnya.

“Persoalan sampah di negara itu sudah ditangani dengan baik, bahkan masalah tinja dan air kotor sudah diatasi dengan sangat baik dalam Program Newater. Itu bagian dari strategi Clean and Green Singapore.” pungkasnya. (*)

Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Puluhan Organisasi Wartawan Solid, HPN Bekasi Raya 2026 Siap Digelar di GCC

18 April 2026 - 18:37 WIB

Protes Status Tersangka Tukang Ojek Akibat Jalan Berlubang, F-Speed Pandeglang Tuntut Keadilan

24 Februari 2026 - 16:21 WIB

Kelola 77 Persen Sampah, Banyumas Siap Jadi Percontohan Nasional

4 Februari 2026 - 07:29 WIB

947 Peserta Ikuti Seleksi PPPK Tahap II Kota Bekasi di BKN Jakarta

6 Mei 2025 - 08:42 WIB

Pemkot Bekasi Bekukan Sementara Worldcoin dan World ID Buntut Pemindaian Retina

5 Mei 2025 - 10:12 WIB

Wali Kota Bekasi Tegaskan Aparatur bukan hanya Administrator tapi juga Eksekutor

21 April 2025 - 12:06 WIB

Trending di Berita Terbaru