fbpx

Ketika Sahabat Punkajian Terjun ke Daerah Bencana

Kepedulian terhadap sesama adalah karakter khas anak Punk dengan prinsip solidaritas. Nilai-nilai baik ini akan semakin indah ketika sahabat Punk sudah berhijrah, mulai memahami nilai-nilai kebaikan dalam ajaran agama Islam.

Ketika terjadi musibah di Lombok dan Palu, sahabat Punkajian tergerak nuraninya mengadakan penggalangan dana agar bisa memberikan bantuan semampunya untuk saudara-saudara yang tertimpa musibah.

Punk memang tak punya uang, tapi memiliki hati nurani untuk bisa meringankan beban saudara-saudara kita di Lombok dan Palu. Pengumpulan dana donasi dilakukan Punkajian dengan cara ngencreng dan juga dari sebagian keuntungan penjualan merchandise Punkajian Bekasi berupa kaos, topi, gantungan kunci, kopi dan hoodie.
Setelah dana terkumpul, dengan informasi dari mulut ke mulut, dari sahabar maupun sahabat jauh. Akhirnya Punkajian Bekasi memutuskan menyalurkan bantuan melalui lembaga kemanusiaan di Bekasi yang bernama Pondok Sedekah.

Ketika menghubungi Pondok Sedekah dan kemudian menyambangi kantornya, perwakilan Punkajian diminta untuk ikut rapat kordinasi relawan, dan ternyata salah satu agenda rapatnya adalah mencari relawan yang siap diberangkatkan ke Lombok.

Dengan koordinasi singkat secara internal Punkajian, apakah siap untuk memberangkatkan relawan dan siapa yang akan diberangkatkan, akhirnya memutuskan Bang Iwan Dai yang akan diberangkatkan ke Lombok.

Cerita kolaborasi dengan Pondok Sedekah tak hanya sampai di Lombok. Setelah mengirimkan bang Iwan ke Lombok, ternyata kerjasama dengan Pondok Sedekah terus berlanjut, dengan mengirimkan Bang Usro untuk diberangkatkan ke Palu sebagai relawan.

Ini adalah sepenggal cerita, di mana keinginan berbuat baik menghasilkan perbuatan baik yang lebih baik dan lebih massif, berawal dengan tekad, meskipun dengan kemampuan terbatas, namun usaha maksimal Allah memberikan karunia kesempatan untuk berkontrobusi lebih besar daripada sekedar memberikan bantuan dana yang jauh dari kata banyak.

Sebuah kebaikan akan menghasilkan kebaikan berikutnya, kewajiban kita hanyalah berbuat baik sebaik-baiknya dan hasilnya kita serahkan kepada sang Maha Pencipta.

Demikian pula dalam proses hijrah, tentu ini bukan perkara yang mudah, dari yang awalnya tak pernah ibadah, melakukan kemaksiatan, bergelut dengan dosa, mempertanyakan Tuhan bahkan tak percaya adanya Tuhan, hingga hidayah datang ke dalam hati kita, sebuah rasa yang tak dapat dijelaskan dengan kata-kata, dari mana keinginan menjadi lebih baik ini muncul, inilah fenomena hidayah.

Sebuah langkah yang berat karena berputar 180 derajat, namun sebuah motivasi yang harus kita yakini, bahwa Allah akan memberikan kemudahan kepada makhluk yang dicintainya, Allah yang maha membolak-balikan hati dari hati yang keras dan penuh dosa, menjadi hati yang lembut dan penuh takwa.

Teruskan berusaha berbuat baik, kuatkan tekad beribadah kepada sang Kholik, yakinlah Allah tak pernah tidur, Allah tak pernah luput, Allah selalu melihat usaha taubat makhluk-Nya.

Jangan tunda taubatmu kawan, mulailah dengan satu langkah kecil, dengan memasang niat untuk menjadi lebih baik, dan serahkan prosesnya kepada sang maha pemilik hati, karena menjadi baik adalah proses. (Dhy)

Sumber: punkajian.net

Be the first to comment on "Ketika Sahabat Punkajian Terjun ke Daerah Bencana"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: