BEKASIMEDIA.COM

Menu

Mode Gelap
Heri Sholihin Menang, Kota Bekasi Punya Wali Kota Baru Soal Kisruh Data PKH Ini Penjelasan, Anggota DPRD Enie Widhiastuti Ketua Fraksi PKS Kota Bekasi Terkait TKK Minta Pemkot Lakukan Langkah Ini Bawaslu Kota Bekasi Ingatkan di Masa Sosialisasi Para Caleg dan Partai Pahami Aturan yang Berlaku Islamic Book Fair 2023: Memperkenalkan Buku sebagai Pilar Peradaban

Berita Terbaru · 18 Nov 2018 23:18 WIB ·

GIGA Indonesia Edukasi Masyarakat Lewat Seminar ‘Generasi Milenial Tanpa LGBT’


 GIGA Indonesia Edukasi Masyarakat Lewat Seminar ‘Generasi Milenial Tanpa LGBT’ Perbesar

BEKASIMEDIA.COM – Penggiat Keluarga (Giga) Indonesia, Ahad (18/11/2018) ikut berkontribusi dalam seminar bertajuk ‘Generasi Milenial Tanpa LGBT’ yang berlangsung di pendopo kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Seminar LGBT merupakan bagian dari rangkaian acara parade aksi tolak LGBT yang dilakukan oleh organisasi masyarakat serta unsur pimpinan daerah melalui longmarch yang diikuti sedikitnya ratusan warga, pelajar serta mahasiswa dari kecamatan Cicurug.

Dalam paparannya aktivis perempuan yang juga penggiat keluarga dari Giga Indonesia, Any Tri Hendarini menyatakan ada 6 poin utama yang harus dilakukan dalam rangka memberikan edukasi tentang LGBT, dampak dan upaya pencegahan kepada masyarakat terutama warga Sukabumi.

Pertama,

Masyarakat harus terinformasikan bahwa LGBT adalah sebuah gerakan Internasional dan global yang cukup massif hingga jumlah pelaku LGBT berkembang sangat pesat karena didukung kampanye yang massif dan dana yang cukup besar untuk komunitasnya.

Kedua,

LGBT adalah gerakan yang saat ini mengancam seluruh urat nadi keluarga dan masyarakat melalui berbagai sarana sosial media dan lainnya.

Ketiga,

LGBT mendapatkan pengakuan dan dukungan kuat PBB terhadap orientasi seks mereka yang mengarah kepada kriminalisasi terhadap ‘homophobia’ orang yang mendiskriminasi mereka serta propaganda yang terus dilakukan ke berbagai level masyarakat dan institusi negara Untuk mendapatkan legitimasi.

Keempat,

Bahaya dan dampak LGBT bukan hanya penghancuran keluarga tapi juga kerusakan moral, penularan perilaku buruk dan penularan resiko penyakit kelamin yang puncaknya adalah HIV Aids.

Kelima,

Pemerintah daerah beserta pemuka agama dan seluruh stakeholder harus segera bahu membahu melakukan sosialisasi dampak dari perilaku menyimpang LGBT yang dinilai sudah keluar dari kodrat kemanusiaan.

“Harus ada upaya serius seluruh instrumen yang ada dalam menangkal serangan virus LGBT yang semakin menggurita ditengah keluarga dan masyarakat Indonesia,” kata Any Tri Hendarini.

Keenam,

Seluruh elemen masyarakat wajib menjaga generasi muda milenial sebagai aset dan ujung tombak generasi bangsa dari serangan virus berbahaya LGBT dengan membentuk komunitas komunitas perbaikan yang teredukasi dan pemberdayaan kaum muda dengan berbagai aksi aksi kepedulian terhadap persoalan Bangsa. (dns)

Artikel ini telah dibaca 21 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Puluhan Organisasi Wartawan Solid, HPN Bekasi Raya 2026 Siap Digelar di GCC

18 April 2026 - 18:37 WIB

Protes Status Tersangka Tukang Ojek Akibat Jalan Berlubang, F-Speed Pandeglang Tuntut Keadilan

24 Februari 2026 - 16:21 WIB

Kelola 77 Persen Sampah, Banyumas Siap Jadi Percontohan Nasional

4 Februari 2026 - 07:29 WIB

947 Peserta Ikuti Seleksi PPPK Tahap II Kota Bekasi di BKN Jakarta

6 Mei 2025 - 08:42 WIB

Pemkot Bekasi Bekukan Sementara Worldcoin dan World ID Buntut Pemindaian Retina

5 Mei 2025 - 10:12 WIB

Wali Kota Bekasi Tegaskan Aparatur bukan hanya Administrator tapi juga Eksekutor

21 April 2025 - 12:06 WIB

Trending di Berita Terbaru