BEKASIMEDIA.COM

Menu

Mode Gelap
Heri Sholihin Menang, Kota Bekasi Punya Wali Kota Baru Soal Kisruh Data PKH Ini Penjelasan, Anggota DPRD Enie Widhiastuti Ketua Fraksi PKS Kota Bekasi Terkait TKK Minta Pemkot Lakukan Langkah Ini Bawaslu Kota Bekasi Ingatkan di Masa Sosialisasi Para Caleg dan Partai Pahami Aturan yang Berlaku Islamic Book Fair 2023: Memperkenalkan Buku sebagai Pilar Peradaban

Berita Terbaru · 14 Nov 2018 05:39 WIB ·

Fosmisy: Pornografi sebuah Desain Penghancuran Generasi Bangsa


 Lia Carolina K (jilbab coklat) dan Rizki Ika Sahana (jilbab kuning) Perbesar

Lia Carolina K (jilbab coklat) dan Rizki Ika Sahana (jilbab kuning)

BEKASIMEDIA.COM – Sekretaris Forum Silaturrahim Masyarakat Muslimah Bersyariah (Fosmisy) Natalia Carolina K, menyatakan keberadaan negara memiliki peran penting dalam melenyapkan pornografi, karena kekuasaan memiliki pengaruh signifikan dalam memberantas pornoaksi maupun pornografi.

“Keberadaan negara beserta aparaturnya memegang peranan penting untuk “menyikat” pornografi. Karena mereka memiliki pengaruh, kekuasaan, dan semua komponen untuk memberantas pornografi,” ujarnya kepada bekasimedia.com, Rabu (14/11/2018).

Menurut Natalia penggiat dakwah lulusan Universitas Prof.DR.Hamka (Uhamka), Fakultas Farmasi
Tahun 2007, acara Diskusi Publik yang baru baru ini digelar Komunitas Media Online Indonesia (komodo) dengan menghadirkan pengamat pendidikan Unisma Bekasi, Komisi Perlindungan Anak Daerah kabupaten (KPAD) kota dan kabupaten Bekasi serta Pemerhati Perempuan dan Anak kota Depok, menggambarkan bahwasannya pornografi merupakan skenario yang ditandai untuk menghancurkan generasi bangsa.

Seminar pornografi menyasar kalangan remaja yang digagas oleh KOMODO merupakan permasalahan yang sering dijadikan diskursus oleh berbagai kalangan. Data dan fakta yang meningkat setiap tahun membuat miris bagi kaum ibu pendidik generasi.

“Pemaparan yang singkat pada seminar ini cukup banyak menggambarkan pada kita bahwa pornografi merupakan sebuah desain untuk merusak generasi. Penyelesaiannya menurut saya tidak bisa hanya sebatas pada perbaikan individu,” ungkapnya.

“Bukankah generasi yang berakhlak mulia, cerdas dan tangguh adalah aset bagi sebuah bangsa? Bukankah amanah kepemimpinan ada untuk mengurusi rakyatnya? Saya harap dengan seminar ini ada tindaklanjut pada tataran decision maker untuk concern terhadap penanganan Pornografi dan semua efek dominonya,” pungkasnya. (dns)

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Puluhan Organisasi Wartawan Solid, HPN Bekasi Raya 2026 Siap Digelar di GCC

18 April 2026 - 18:37 WIB

Protes Status Tersangka Tukang Ojek Akibat Jalan Berlubang, F-Speed Pandeglang Tuntut Keadilan

24 Februari 2026 - 16:21 WIB

Kelola 77 Persen Sampah, Banyumas Siap Jadi Percontohan Nasional

4 Februari 2026 - 07:29 WIB

947 Peserta Ikuti Seleksi PPPK Tahap II Kota Bekasi di BKN Jakarta

6 Mei 2025 - 08:42 WIB

Pemkot Bekasi Bekukan Sementara Worldcoin dan World ID Buntut Pemindaian Retina

5 Mei 2025 - 10:12 WIB

Wali Kota Bekasi Tegaskan Aparatur bukan hanya Administrator tapi juga Eksekutor

21 April 2025 - 12:06 WIB

Trending di Berita Terbaru