fbpx

Fosmisy: Pornografi sebuah Desain Penghancuran Generasi Bangsa

Lia Carolina K (jilbab coklat) dan Rizki Ika Sahana (jilbab kuning)

BEKASIMEDIA.COM – Sekretaris Forum Silaturrahim Masyarakat Muslimah Bersyariah (Fosmisy) Natalia Carolina K, menyatakan keberadaan negara memiliki peran penting dalam melenyapkan pornografi, karena kekuasaan memiliki pengaruh signifikan dalam memberantas pornoaksi maupun pornografi.

“Keberadaan negara beserta aparaturnya memegang peranan penting untuk “menyikat” pornografi. Karena mereka memiliki pengaruh, kekuasaan, dan semua komponen untuk memberantas pornografi,” ujarnya kepada bekasimedia.com, Rabu (14/11/2018).

Menurut Natalia penggiat dakwah lulusan Universitas Prof.DR.Hamka (Uhamka), Fakultas Farmasi
Tahun 2007, acara Diskusi Publik yang baru baru ini digelar Komunitas Media Online Indonesia (komodo) dengan menghadirkan pengamat pendidikan Unisma Bekasi, Komisi Perlindungan Anak Daerah kabupaten (KPAD) kota dan kabupaten Bekasi serta Pemerhati Perempuan dan Anak kota Depok, menggambarkan bahwasannya pornografi merupakan skenario yang ditandai untuk menghancurkan generasi bangsa.

Seminar pornografi menyasar kalangan remaja yang digagas oleh KOMODO merupakan permasalahan yang sering dijadikan diskursus oleh berbagai kalangan. Data dan fakta yang meningkat setiap tahun membuat miris bagi kaum ibu pendidik generasi.

“Pemaparan yang singkat pada seminar ini cukup banyak menggambarkan pada kita bahwa pornografi merupakan sebuah desain untuk merusak generasi. Penyelesaiannya menurut saya tidak bisa hanya sebatas pada perbaikan individu,” ungkapnya.

“Bukankah generasi yang berakhlak mulia, cerdas dan tangguh adalah aset bagi sebuah bangsa? Bukankah amanah kepemimpinan ada untuk mengurusi rakyatnya? Saya harap dengan seminar ini ada tindaklanjut pada tataran decision maker untuk concern terhadap penanganan Pornografi dan semua efek dominonya,” pungkasnya. (dns)

Be the first to comment on "Fosmisy: Pornografi sebuah Desain Penghancuran Generasi Bangsa"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: