BEKASIMEDIA.COM

Menu

Mode Gelap
Heri Sholihin Menang, Kota Bekasi Punya Wali Kota Baru Soal Kisruh Data PKH Ini Penjelasan, Anggota DPRD Enie Widhiastuti Ketua Fraksi PKS Kota Bekasi Terkait TKK Minta Pemkot Lakukan Langkah Ini Bawaslu Kota Bekasi Ingatkan di Masa Sosialisasi Para Caleg dan Partai Pahami Aturan yang Berlaku Islamic Book Fair 2023: Memperkenalkan Buku sebagai Pilar Peradaban

Berita Terbaru · 18 Okt 2018 14:05 WIB ·

Relawan Kemanusiaan Asal Bekasi Masih Bertahan Bantu Warga Melobi Lahan Aset Pemda Sulteng


 Relawan Kemanusiaan Asal Bekasi Masih Bertahan Bantu Warga Melobi Lahan Aset Pemda Sulteng Perbesar

BEKASIMEDIA.COM – Memasuki hari kesembilan pasca Gempa Palu, Sigi dan Donggala, Sulawesi Tengah, relawan kemanusiaan asal Bekasi Jaya, Bekasi Timur, Sukismo masih tetap berjibaku membantu penanganan pasca bencana di Palu, Sigi dan Donggala, Sulawesi Tengah.

“Tugas khusus saya diberangkatkan ke Palu untuk bertemu dan beraudiensi dengan Gubernur Sulawesi Tengah untuk melobi mendapatkan tanah lahan aset Pemda yang bisa digunakan untuk pembangunan 200 huntara (hunian sementara), mushala/masjid darurat, dan sekolah darurat,” ujarnya kepada bekasimedia.com, Kamis (18/10/2018).

Namun kata pria yang juga
Caleg Nomor 7 Dapil 1 Kota Bekasi, kemarin hanya bertemu Wali kota Palu dan hal tersebut sudah selesai. Ia juga bertemu dengan Danrem Tadulako dalam hal ini diterima oleh Kasrem Tadulako untuk meminta support dan dukungan tenaga personel dalam pembangunan huntara, mushala juga sekolah darurat jika diperlukan.

“Terlihat gempa tsunami di Palu ini, dibarengi dengan bergesernya tanah hingga 2 km dan tertelannya permukiman di atas tanah yang kita kenal dengan istilah Likuifasi.
Banyak pengungsi korban gempa dan tsunami bertebaran di Palu, Donggala dan Sigi yang banyak mengharapkan bantuan dari masyarakat,” tambahnya.

Di sana ia juga melihat puing-puing rumah korban terdampak misalnya daerah pesisir Talise dan Taman Ria yang hancur luluh lantak dan mereka yang masih hidup mengungsi di daerah perbukitan Kabonena dan sekitarnya di Kecamatan Ulujadi.

“Desa Balaroa yang terdapat kurang lebih 5000 KK, Perumnas tenggelam tertelan bumi. Belum lagi daerah Petobo di Palu dan Desa Jono di Sigi. Warga tak sempat menyelematkan diri yang sedang berada di rumah,” imbuhnya.

Aksi untuk memberikan bantuan dilakukan di beberapa titik pertama pengungsi yang berada di Pengungsian PU Alkal di Desa Lasoani, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu. Menurut Desi selaku Ketua Posko Pengungsian di Pos PU Alkal.

Titik kedua posko pengungsi di daerah desa Kebonena Kecamatan Ulujadi menjadi target pendistribusian bantuan.

“Rutinitas saya di sana pagi-pagi pukul 08.00 sudah harus meninggalkan rumah untuk menjadi relawan membantu pendistribusian. Dan malam baru kembali ke Posko untuk beristirahat.” tukasnya. ***

Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Puluhan Organisasi Wartawan Solid, HPN Bekasi Raya 2026 Siap Digelar di GCC

18 April 2026 - 18:37 WIB

Protes Status Tersangka Tukang Ojek Akibat Jalan Berlubang, F-Speed Pandeglang Tuntut Keadilan

24 Februari 2026 - 16:21 WIB

Kelola 77 Persen Sampah, Banyumas Siap Jadi Percontohan Nasional

4 Februari 2026 - 07:29 WIB

947 Peserta Ikuti Seleksi PPPK Tahap II Kota Bekasi di BKN Jakarta

6 Mei 2025 - 08:42 WIB

Pemkot Bekasi Bekukan Sementara Worldcoin dan World ID Buntut Pemindaian Retina

5 Mei 2025 - 10:12 WIB

Wali Kota Bekasi Tegaskan Aparatur bukan hanya Administrator tapi juga Eksekutor

21 April 2025 - 12:06 WIB

Trending di Berita Terbaru