fbpx

Negeri 1000 Masjid yang Kini Jadi Negeri 1000 Tenda

Semua penduduk tidur di tenda, di mana saja, selama ada tanah lapang ~ hanya siang hari mereka pulang ke rumah, sekadar ke toilet, atau ambil barang penting ~itu pun cepat-cepat khawatir ada reruntuhan.

Sedih meninggalkan yang sudah retak-retak, setengah roboh atau kalau mau dibangun ya mesti dibongkar dulu baru dibangun lagi. Uang dari mana?

Mereka mengatakan rindu pada rumahnya, hampir satu bulan sudah tidur di luar, di alam terbuka, kedinginan dan ketakutan, lelah fisik dan psikis (jiwa dan raga), tenda dan terpal seperti barang emas.. diperebutkan.

Kasihan.
Aku hanya sanggup bawa 10 terpal dan tenda (dan semua kami berikan pada pengungsi), kami lupa menyisakan untuk kami sendiri .. mau gabung sama pengungsi kasihan mereka juga sudah sempit.

Malam ini aku tidak tidur di tenda, tapi aku tidur di sebuah bangunan lantai satu yang lantai duanya sudah retak-retak ~tapi siap siap pakai kaus kaki dan jilbab, dengan tas di tangan dan siap-siap kalau ada gempa segera keluar… ~

Doakan ya mudah-mudahan gempa tidak datang lagi, gempa susulan total 1005 kali.

Dan mereka trauma; nampak sekali ketakutan di wajah mereka, ada bunyi angin menerjang terpal saja langsung pada gelisah dan siap-siap… dengar bunyi truk lewat langsung pada siaga.. ~ aura sedih sangat terasa..
Ahh.. kasihan…

Parkir mobil juga jauh-jauh dari gedung.
Sholat di masjid tapi hanya di teras, tidak berani masuk. Khawatir gempa.

Negeri 1000 mesjid berubah menjadi negeri 1000 tenda.. ~ tenda di mana-mana, semua rumah ditinggalkan, khawatir reruntuhan.

Malam ini, jujur saja aku ketakutan, gempa lagi hingga 5,2 SR tapi Alhamdulillah Allah lelapkan kami para relawan.

Takut ke Lombok? Tentu saja, tapi mengingat mereka memerlukan bantuan takutku jadi hilang dan aku memutuskan aku akan datang dan datang lagi, Insha Allah. membantu pesantren dan madrasah untuk belajar anak-anak yang roboh, men-training dan motivasi guru-guru yang juga sedang amat sedih, juga… kalau bicara soal mati, semua orang juga sudah ada masanya..

Lombok lumpuh, semua anak tidak belajar sudah lebih dari sebulan..
ahhh.., sedih ..
Aku cuma bisa menangis diam-diam ..
Allahul musta’an.

Program JPU (JISc Peduli Umat); sampai setahun di Lombok (membangun pesantren tahfiz dan madrasah yang rusak), dll ~ Yuk ikutan. Lillah saja.

Saat ini yang diperlukan segera adalah: 200 tenda ukuran untuk 6 orang, harga satuan Rp800.000 yang sederhana, yang agak komplit: 1,5 juta rupiah. Lalu rumah Huntara (rumah sementara ada yang 2,5 juta/ada yang 6 juta harga satuannya). Siapa tahu ada yang ingin berkontribusi, yuk.. barengan.

JPU: JISc Peduli Umat.
JPU/Humanitarian Care Indonesia
BSM No rek: 7888555336

Wassalam,
yang bertanggung jawab:
JISc/JIBBs school principal and owner,
(Fifi . P. Jubilea)

source: chanelmuslim.com

Be the first to comment on "Negeri 1000 Masjid yang Kini Jadi Negeri 1000 Tenda"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: