fbpx

Didesak Demonstran untuk Mundur, Ini Respons Pj Wali Kota Bekasi

BEKASIMEDIA.COM – Menyikapi aksi demonstrasi oleh massa ormas, LSM, tokoh lintas agama dan masyarakat yang terjadi di Kantor pemerintahan Kota Bekasi, Kamis (26/7/2018), Penjabat (Pj) Wali Kota Bekasi, R. Ruddy Gandakusumah menyatakan pada dasarnya dirinya hanya melaksanakan tugas sebagai pejabat wali kota yang diangkat oleh Menteri Dalam Negeri.

“Tidak ada agenda politik tertentu yang saya bawa kecuali memastikan Pilkada serentak berjalan kondusif dan itu sudah terlaksana. Pelayanan publik juga tidak terganggu, pemerintahan berjalan dan program-program terlaksana. Sehingga tidak ada alasan hukum untuk meminta saya berhenti,” tegas Ruddy saat dihubungi lewat pesan singkat, Kamis (26/7/2018).

Terkecuali, kata Ruddy jika ia abai melaksanakan perintah yang seharusnya atau terlibat kasus seperti korupsi, narkoba maupun cacat moral.

“Yang menilai berhasil atau tidaknya kinerja saya adalah pemerintah sebagai atasan saya yaitu Gubernur dan Mendagri. Dan untuk itu ada mekanisme dan prosedurnya dan ada tim investigasi yang akan menilainya,” tukasnya.

Ia meminta masyarakat yang kadung menilainya tidak bekerja dengan baik untuk bersabar hingga masa jabatannya berakhir.

“Sabar tugas saya tinggal 2 bulan ini s.d. 20 September. Dan akan menyerahkan kepada yang berhak pada waktunya,” pintanya.

Ia pun mengajak kepada semua pemangku kepentingan di Kota Bekasi termasuk Tokoh masyarakat, Ormas dan LSM untuk menjaga agar Kota Bekasi tetap kondusif.

“Nggak ada yang perlu dikhawatirkan, misal saya mempunyai agenda politik tertentu. Saya hanya semata-mata menjalankan tugas negara dan bila selesai akan kembali memegang jabatan sebagai Kabag kesbangpol Jabar. Atau penugasan lain dari pimpinan.

Sementara hari ini, ratusan massa yang menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Bekasi Selatan menuntut Pj Wali kota Bekasi untuk segera hengkang dari jabatannya di pemerintahan. Mereka menilai kinerja Pj wali kota selama menjabat tidak ada yang berjalan baik.

“Kami minta Pj Wali Kota untuk hengkang dari bumi Kota Bekasi,” kata koordinator aksi, Sadad.

Para peserta aksi menilai Pemerintahan sebelumnya (Rahmat Effendi) lebih baik dan merakyat. Massa juga menilai setidaknya ada sepuluh kesalahan Pj Walikota Bekasi sehingga ia pantas mundur di antaranya yang pertama ia tidak menjalin komunikasi yang baik dengan aparatur pemerintah maupun tokoh agama. Kedua, Pj Walikota dinilai bersikap arogan terhadap aparatur pemerintah yang ada.

Ketiga, Pj Walikota yang dinilai memusuhi pejabat senior di Pemkot Bekasi, dalam hal ini Sekda sampai menganggap Sekda akan melakukan makar.

Keempat, Ruddy dinilai tak mampu memberikan jaminan pendidikan dengan tidak menambah rombel di SMPN pada saat PPDB Online.

Kelima, Pj Wali Kota Bekasi ini juga dinilai tidak pernah mengadakan monitoring dan evaluasi selama pelaksanaan Pilkada.

Selanjutnya, yang keenam, ia dinilai tidak bisa mengantisipasi dan mencegah terjadinya perang opini, hoaks serta seolah ikut mengadu domba warga saat Pilkada dan tidak melakukan koordinasi serta pengarahan ke aparatur yang ada.

Ketujuh, Ruddy mengabaikan keberadaaan tokoh ulama dan agama dengan tidak ikut tarawih keliling.

Peserta aksi juga menyatakan Ruddy arogan saat tidak menghadiri audiensi dengan tokoh agama yang akan menyampaikan masukan terhadap kondisi dan situasi pemerintah di Kota Bekasi. (dns)

Be the first to comment on "Didesak Demonstran untuk Mundur, Ini Respons Pj Wali Kota Bekasi"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: