fbpx

Pelajar Berprestasi Terancam Putus Sekolah, Disdik tak Bisa Berbuat Banyak

BEKASIMEDIA.COM – Tidak masuk melalui jalur zonasi dan berasal dari keluarga tidak mampu untuk melanjutkan ke Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 12 Bekasi Barat, seorang pelajar bernama Sifah Fauziah terancam putus sekolah.

Menurut salah satu warga Kota Baru yang kenal dengan keluarga Syifa, saat diwawancarai melalui pesan singkat pada Jum’at (13/7/2018) menjelaskan bahwa Sifah sebenarnya anak berprestasi di bidang ekstrakurikuler.

“Sifah adalah anak yang berprestasi di bidang kepramukaan dan pencak silat tingkat kota dan provinsi. Piagamnya ada, hanya saja memang dia kurang di bidang studi, nemnya 23,20,” jelasnya.

Sifah yang baru lulus dari Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 13 Kota Baru, Bekasi Barat kini hanya bisa menangis karena dirinya tidak dapat masuk ke sekolah SMA Negeri.

Saat diketahui, ternyata Sifah yang merupakan anak ke 3 dari 4 bersaudara ini memiliki latar belakang dari keluarga tidak mampu sehingga tidak bisa bersekolah di sekolah swasta. Ayahnya hanya seorang tukang kebun dengan gaji Rp 500.000,- perbulan dan ibunya hanya buruh cuci pakaian dan gosok baju yang sudah lama berhenti untuk merawat adiknya yang sakit patah tulang kaki.

Seorang ibu, warga Kota Baru, Bekasi Barat itu pun mencoba membantu untuk Sifah tetap bersekolah. “Saya sudah coba ke RT RW sampai Kekelurahan Kota Baru, Bekasi Barat. Hingga pada akhirnya saya di kelurahan dapat perlakuan tidak baik seperti acuh tak acuh untuk mendapat solusi yang pada akhirnya acuh tetapi tidak ada solusinya juga hanya bisa mengarahkan untuk ke Dinsos lalu dari Dinsos baru sampai ke Disdik,” jelasnya.

Warga yang tidak mau disebutkan identitasnya ini mengakui akhirnya di Dinas Pendidikan (disdik) akan tetapi tetap tidak bisa memberi solusi untuk Sifah bersekolah di SMA Negeri dan menyebutkan bahwa kewenangan tersebut berada di Provinsi.

“Kita tidak bisa berbuat apa-apa. Coba aja ibu mendaftarkan ke sekolah swasta yang terjangkau oleh ibunya Sifah,” begitu ia menjelaskan jawaban Disdik waktu itu.

Akhirnya terpaksa Sifah disekolahkan di swasta. Ia didaftarkan oleh ibunya di SMK Bina Mandiri, Bintara 9, Bekasi Barat.

“Dengan rincian biaya sekitar di atas Rp 4.000.000,- dan SPP Rp275.000,- perbulan dengan daftar ulang tiap tahunnya Rp 2.500.000,-“, ucapnya.

Untuk sementara pihak keluarga dengan pihak sekolah sedang membuat perundingan untuk Syifa dapat bersekolah di sana dengan keringanan harga. Sampai saat ini pun masih mengurus surat pengantar dari Dinas Sosial (dinsos) untuk sekolah tersebut. (Cj/pon).

Be the first to comment on "Pelajar Berprestasi Terancam Putus Sekolah, Disdik tak Bisa Berbuat Banyak"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: