BEKASIMEDIA.COM

Menu

Mode Gelap
Heri Sholihin Menang, Kota Bekasi Punya Wali Kota Baru Soal Kisruh Data PKH Ini Penjelasan, Anggota DPRD Enie Widhiastuti Ketua Fraksi PKS Kota Bekasi Terkait TKK Minta Pemkot Lakukan Langkah Ini Bawaslu Kota Bekasi Ingatkan di Masa Sosialisasi Para Caleg dan Partai Pahami Aturan yang Berlaku Islamic Book Fair 2023: Memperkenalkan Buku sebagai Pilar Peradaban

Opini · 3 Jul 2018 13:44 WIB ·

‘Kejati Jabar Harus turun Gunung Sidik Proyek Bermasalah di Kota Bekasi’


 ‘Kejati Jabar Harus turun Gunung Sidik Proyek Bermasalah di Kota Bekasi’ Perbesar

BEKASIMEDIA.COM – Lambannya kinerja kejaksaan negeri (Kejari) Kota Bekasi menjadi berkah tersendiri bagi para oknum pejabat korup di tubuh Pemerintah Kota Bekasi. Hal ini jika terus berlanjut, akan menjadi bencana bagi masyarakat kota Bekasi karena hilangnya Rasa keadilan penegakan hukum di tanah patriot. Ibarat pisau, tajam ke atas tumpul ke bawah.

Penilaian Center for Budget Analysis (CBA) terhadap hilangnya rasa keadilan disebabkan buruknya kinerja Kejari kota Bekasi. Hal ini, Berdasarkan pantauan CBA, begitu banyak proyek-proyek yang dijalankan pemerintah daerah Kota Bekasi bermasalah namun tetap dibiarkan atau didiamkan.

Misalnya, temuan yang kami laporkan kejari kota Bekasi terkait beberapa proyek dugaan fiktif jasa konsultasi perencanaan sampai sekarang tidak ada tindak lanjut dari Kejari Kota Bekasi. Berikut detailnya:

1. Jasa Konsultasi Perencanaan Teknis Pembangunan Rusunawa Sumur Batu Bantargebang, nilai kontrak sebesar Rp970.310.000. Tahun anggaran 2017

2. Jasa Konsultasi Perencanaan Sarana Aparatur VI, nilai kontrak sebesar Rp506.000.000. Tahun anggaran 2017

3. Jasa Konsultasi Perencanaan Sarana Aparatur III nilai kontrak sebesar Rp512.000.000 Tahun anggaran 2017

4. Jasa Konsultasi Perencanaan Teknis Lanjutan Rehabilitasi Lembaga Pemasyarakatan Bulak Kapal Bekasi nilai kontrak sebesar Rp1.794.732.500 Tahun anggaran 2017

Total anggaran yang dihabiskan PT. Nusantara Citra Konsultan untuk 4 proyek di atas sebesar Rp 3.783.042.500 

Dengan mandegnya  laporan tersebut, berdampak pada mati surinya Kejari Kota Bekasi. sehingga Anggaran pendapatan dan belanja kota patriot yang bersumber dari pungutan pajak masyarakat terancam disalahgunakan oknum-oknum tidak bertanggung jawab. Hal ini patut disayangkan mengingat APBD Kota Bekasi sebagai salah satu yang terbesar dibandingkan kota dan kabupaten di Jawa Barat.

Berdasarkan kondisi ini, kami mendorong Kejaksaan tinggi Jawa Barat untuk turun tangan dan membuka penyelidikan terkait  proyek di atas. Selain itu, perlu ada evaluasi serius terhadap jajaran pejabat Kejaksaan negeri kota Bekasi, jika perlu dilakukan perombakan besar-besaran. 

Kejari kota Bekasi selanjutnya harus diisi orang-orang yang kredibel dan berintegritas. Jika pengawasan dari penegak hukum di kota patriot berjalan dengan benar uang belanja daerah yang rata-rata di atas Rp 5,8 triliun bisa bermanfaat untuk masyarakat, bukan malah jadi bancakan oknum-oknum pejabat korup.

Oleh: Jajang Nurjaman

Koordinator Investigasi Center for Budget Analysis (CBA)

Artikel ini telah dibaca 24 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Rekonstruksi Penanganan Fakir Miskin di Indonesia: Mengganti “Bantuan” dengan “Kemandirian”

18 Maret 2026 - 13:12 WIB

Kosmetik Ilegal di Etalase Digital: Cantik Sesaat, Rusak Selamanya

10 Maret 2026 - 17:56 WIB

Ekonomi Kita Tumbuh, Tapi Siapa yang Benar-benar Merasakan?

29 Januari 2026 - 08:37 WIB

Ketika Rentenir Lebih Dekat daripada Negara

27 Januari 2026 - 10:43 WIB

Surat Terbuka untuk Presiden Republik Indonesia, Saatnya Tobat Ekologis

1 Januari 2026 - 15:52 WIB

Mengapa Anak Sulit Mengungkapkan Pikiran? Perspektif Neuropsikolinguistik

23 Desember 2025 - 14:36 WIB

Trending di Opini